Sabtu, 19 Maret 2011

Secret Agent Miss Oh (My Country Calls/Call of The Country) Episode 4

Jin Hyuk dihajar habis-habisan oleh geng Geun Bae. Sementara itu Ha Na tengah menguatkan tekad untuk menerjang mobil ke arah mereka. Jin Hyuk melihat kearah Ha Na dengan pandangan ngeri. 
"Apa dia sedang mencoba menyelamatkanku?" rintih Jin Hyuk. Tentu saja ini cara penyelamatan yang sangat tidak diinginkan oleh Jin Hyuk.
Ha Na menjalankan mobil. Kemudian ia malah membelokkan mobilnya dan kabur. Jin Hyuk hanya bisa bengong melihat Ha Na pergi meninggalkannya. Geun Bae kesal dan melampiaskannya dengan menendang Jin Hyuk.

Ha Na ada di tengah jalan raya. Sebuah truk datang menghadangnya ( kejadiannya sama persis seperti saat mereka tengah mengejar Geun Bae). Ha Na kaget. Jin Hyuk berusaha menolong Ha Na dengan terbang menerjang Ha Na. Ha Na menoleh. Ia malah kabur untuk menghindar. Jin Hyuk jatuh ke aspal. Di seberang jalan Ha Na malah mengejeknya.

Jin Hyuk terbangun. Ternyata tadi hanya bermimpi buruk. Jin Hyuk masuk rumah sakit setelah di keroyok oleh Geun Bae cs. Tangan kanannya cedera dan harus diperban. Di depannya Ha Na malah terlihat sedang sibuk menghitung uang hasil penjualan jus delima.
"Kau sudah bangun?" tanya Ha Na saat melihat Jin Hyuk telah siuman. Ia mendekat dan memberikan jus delima pada Jin Hyuk.
"Bukankah kau kabur? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jin Hyuk curiga.
"Bukankah kita partner?" rayu Ha Na.
"Partner?" Jin Hyuk nggak habis pikir Ha Na bisa berkata seperti itu setelah apa yang dilakukan padanya. 
"Sejujurnya, bukankah kita berdua berani melalui bahaya bersama-sama," Ha Na membela diri.
Sin Gi Joon dan Joon Min datang. Mereka terlihat mengkhawatirkan keadaaan Jin Hyuk
Sin Gi Joon bertanya apa luka Jin Hyuk serius. Ha Na yang menjawab jika Jin Hyuk hanya patah tulang sedikit pada lengan kanannya dan semuanya baik-baik saja.
"Sedikit..." ucap Sin Gi Joon geram. Lalu ia bertanya mengenai Ha Na yang menghubungi polisi. Ha Na mengiyakan dan tersenyum bangga karena kemampuannya mengendalikan krisis sangat kuat. Ha Na berkata tak tahu apa yang terjadi jika tak ada orang lain disana. Dengan amat sangat jelas Ha Na menganggap dirinya sebagai penyelamat. Lalu ia berpamitan pergi.

Di luar Joon Min mengejar Ha Na. Ia meminta kunci mobil Geun Bae yang tadi pagi dibawa kabur oleh Ha Na.

Sin Gi Joon mengantar Jin Hyuk pulang ke rumahnya. Jin Hyuk bersikeras minta mereka kembali ke kantor karena tenggat waktu investigasi tinggal sebulan lagi. Sin Gi Joon menolak karena ia ingin Jin Hyuk beristirahat hari ini. Ia tak mau hanya untuk mencapai investigasi ini mereka mengorbankan segalanya. Ia meminta Jin Hyuk belajar dari kejadian yang menimpa Park Se Mi yang dulu hampir mati karena ketahuan oleh Joo Soo Young.
Ibu Jin Hyuk melihat wajah putranya babak belur terlihat sangat khawatir. Jin Hyuk berkata bahwa ia terluka sedikit.
Sin Gi Joon meminta maaf pada Ibu Jin Hyuk dan meminta ia menjaga putranya. Ibu Jin Hyuk malah sewot. Ia tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang ibu. Ia menyalahkan Sin Gi Joon yang menyebabkan Jin Hyuk mengalami cedera. Lalu menyuruhnya pulang. Jin Hyuk masuk ke kamar. Ibunya mengikuti. Ia masih khawatir dan mau memanggilkan dokter.
Jin Hyuk kembali meyakinkan ibunya bahwa ia baik-baik saja. Tentu saja ibunya lebih mempercayai matanya yang melihat sekujur tubuh anaknya penuh luka.
"Ayahmu saja sudah lebih dari cukup. Mengapa kau juga seperti ini? Aku benar-benar tak ingin mengalaminya untuk kedua kalinya." keluh Ibu Jin Hyuk. 
Jin Hyuk hanya berkata maaf. Ia meminta ibunya pergi karena ia ingin istirahat. Ponsel Jin Hyuk bunyi. SMS datang dari Ha Na: Leader Tim, kau sudah sampai dirumah? Tolong jangan khawatir tentang cedera di tangan kananmu. Aku akan menjadi tangan kananmu. Jin Hyuk bingung menebak kepribadian Ha Na yang tiba-tiba berubah. Kebingungannya terjawab saat SMS masuk lagi : Payung dan minuman masih ada di jok belakang mobilmu, kan? Tolong jaga dengan baik.


Do Hoon mengundang Deputi Direktur Lee makan siang. Tujuan Do Hoon untuk mengorek kegiatan NIA (National Intelligence Agency; kalo kemaren2 aku nulis NIS, sama aja seh sebenernya. Kemaren ngikutin subtitle, hehe...). Ia mendapat informasi langsung dari Inspektur Baek bahwa Deputi Direktur Lee sedang mengalami kesulitan.
Deputi Direktur Lee terlihat tak senang pada Inspektur Baek yang mengumbar-umbar mengenai masalahnya. Ia berkomentar bahwa urusan negara seharusnya diatur oleh orang-orang yang bisa menjaga mulutnya. Ia juga mengancam dalam seminggu ini Inspektur Baek akan lebih mendapat kesulitan dibanding dirinya. Lalu ia mengalihkan penbicaraan dengan bertanya apakah Do Hoon sudah mempunyai kekasih. Do Hoon berkata belum memikirkan tentang hal itu karena ia baru saja mengambil alih perusahaan ayahnya. Deputi Direktur Lee memuji Do Hoon yang sukses melakukan ekspansi perusahaan dalam waktu 4 tahun. Do Hoon senang mendengar pujian berlebihan dari Deputi Direktur Lee. Tapi ia merendah dengan bilang ia masih belum lepas dari image putra Han Tae Shik.

Di lain tempat, Joon Min sedang mengoperasi mobil Geun Bae yang dibawa kabur Ha Na. Ia mencari serial nomor mobil itu dan sidik jari yang tertinggal disana.
Jin Hyuk datang. Joon Min melaporkan mobil itu adalah mobil selundupan. Ia sedang mengecek sidik jari yang tertinggal guna mengetahui siapa yang telah memakai mobil itu. Jin Hyuk menanyakan rekaman dari GPS. Joon Min mengatakan GPS-nya itu sudah diformat, jadi ia berencana untuk bertanya pada Laboratorium IT untuk me-restore. Ia juga akan melakukan pencarian dengan menyelidiki catatan mobil-mobil selundupan.
Jin Hyuk teringat pada Ha Na. Ia bertanya pada Joon Min dimana Ha Na sekarang?
Jawabannya Ha Na ada bersama Sunbae sedang menawarkan produk jus delimanya. Ia menawarkan harga murah jika Sunbae mau membeli jus untuk satu bulan. Sunbae minta tester lagi karena satu botol gratis tidak cukup. Ha Na berkata jusnya itu seperti obat yang tidak berkhasiat jika gratis. Tiba-tiba Jin Hyuk masuk. Ha Na segera menyembunyikan dus minumannya. Si Sunbae ikut berkomplot.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Ini masih jam kerja?" tanya Jin Hyuk curiga. Ha Na maupun Si Sunbae tak ada yang mau menjawab. Diam adalah emas, hehe...

Di luar Ha Na menanyakan jus delimanya yang dianggapnya sebagai anak-anaknya pada Jin Hyuk. Ia meminta Jin Hyuk mengembalikannya karena ia sudah menerima beberapa orderan.
"Petugas Oh Ha Na. Tempat ini adalah Dinas Inteligen. Tolong jangan melakukan bisnis pribadimu disini!" sungut Jin Hyuk kesal. "Dan konsentrasi pada pekerjaan yang berkaitan."
"Aku tak punya pekerjaan yang berkaitan disini?" bantah Ha Na.
Jin Hyuk makin kesal. Ia kembali mengingatkan bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan pada Joo Soo Young. Jin Hyuk meminta Ha Na menggunakan koneksi jaringannya untuk mengumpulkan informasi dan melaporan mereka untuknya. Ha Na kembali berkilah. Ia meminta kursi (posisi) di kantor itu. Ia merasa tak punya hak apapun dan tak bebas masuk ke kantor itu setiap saat. Jin Hyuk tak mau dengar. Ia malah berkata setelah kasus ini selesai, maka Ha Na akan dikirim kembali ke Kantor Polisi setempat dan tak perlu repot-repot mengatur tempat untuk duduk.
Ha Na menarik lengan Jin Hyuk. "Bukankah kita partner? Apakah sulit untuk mengatur sebuah kursi? Apakah ini balas dendam untuk kemarin?" tanya Ha Na.
"Aku tak mungkin berani membalas dendam pada partnerku," sanggah Jin Hyuk.
Ha Na mengingatkan Jin Hyuk akan jasanya yang telah membawa kabur mobil dari Geun Bae. Karena mobil itu mereka bisa memperoleh petunjuk. Dan tentu saja Ha Na minta kompensasi atas jasanya.
"Jika kau tak dapat menutup mulutmu, kau akan menerima konsekuensinya," ancam Jin Hyuk berang. Lalu ia menyuruh Ha Na mengikutinya ke kantor.

Di dalam kantor sebuah meja baru sedang dipersiapkan. Semua agent sedang berkerumun menonton komputer baru dipasang di meja itu. Ha Na senang karena Jin Hyuk diam-diam sudah mempersiapkan tempat untuknya dan ingin memberikan kejutan. Jin Hyuk malah terlihat bingung. Ia bertanya pada Se Mi yang memberitahu bahwa sepertinya ada anggota baru. Se Mi malah balik bertanya apa Jin Hyuk tak tahu hal ini. 
Sebuah suara datang dari arah luar. Eun Seo masuk sambil membawa dus besar.
"Hallo semua...," sapanya sambil berdiri di meja yang sudah dipersiapkan. "Mulai hari ini, aku akan bekerja dengan Tim 1 Badan Urusan Internasional. Aku Choi Eun Seo."

Jin Hyuk mendatangi kantor Sin Gi Joon untuk melayangkan protesnya atas penempatan Eun Seo dalam tim mereka.
"Kau tidak pergi ke rumah sakit?" tanya Sin Gi Joon. Ia pura-pura acuh melihat kedatangan Jin Hyuk. "Ku dengar jika kau terluka sekali lagi, itu akan lebih mudah mengistirahatkanmu lagi. Dan kau itu tak muda lagi," tambahnya. Hehe, nyindir amat sih Pak...
Sin Gi Joon kembali mengingatkan perjanjian dengan Deputi Direktur Lee tinggal 6 hari lagi. Ia meminta Jin Hyuk jangan membuang-buang waktu dan menyuruhnya kembali bekerja.
"Aku tak mungkin bekerja bersama dengan Eun Seo?" ucap Jin Hyuk terus terang.
"Lalu, apakah kau bisa berhenti sekarang?" tanya Sin Gi Joon.
"Chief, kau tak mengerti apapun," sela Jin Hyuk.
"Bahkan aku yang tahu hubunganmu tak masalah dengan itu. Jadi apakah sangat buruk?" tanyanya. Kemudian ia memberitahu bahwa sebenarnya ini adalah perintah dari Deputi Direktur Lee.
Jin Hyuk tetap keras kepala. "Aku tak bisa melakukannya. Eun Seo dan aku...Bagaimana bisa kami berdua bekerja bersama dalam tim yang sama? Eun Seo, apakah dia mau bekerja dengan timku?"
"Mengapa kau tanya padaku? Mengapa tak kau tanyakan langsung padanya? Terima saja. Apakah sangat sulit?"
Jin Hyuk masih saja membandel. Sin Gi Joon setengah kesal pada Jin Hyuk dan bertanya apa Jin Hyuk siap melepaskan seragam jika tak berhasil menangkap Joo Soo Young pada batas waktu yang ditentukan. Setidaknya mereka harus mempersiapkan ban serep. Jin Hyuk tetap tak mau dan pergi dengan marah.
Di luar Eun Seo sudah menunggunya. Jin Hyuk tak menghiraukan kehadirannya. Ia malah berjalan pergi. Eun Seo mengejarnya. Ia melihat tangan Jin Hyuk yang terluka dan mempertanyakannya.
Jin Hyuk yang masih dikuasai amarah berkata dengan ketus agar Eun Seo menggunakan bahasa formal di dalam kantor.
"Leader Tim Go Jin Hyuk, apa anda baik-baik saja?" ulang Eun Seo.
"Pindahlah ke tim lain. Aku tak bisa bekerja dengan Choi Eun Seo dalam tim yang sama," ucap Jin Hyuk tanpa memandang wajah Eun Seo. "Jika Choi Eun Seo mengalami kesulitan membuat permintaan ini. Aku akan berbicara langsung dengan Deputi Direktur Lee."
"Aku disini untuk membantu Sunbae," ucap Eun Seo. Jin Hyuk langsung menanggapi bahwa ia tak butuh bantuan. Eun Seo memohon agar mereka memulai hubungan baru sebagai rekan kerja. Jin Hyuk tak habis pikir Eun Seo bisa melakukan hal itu. Eun Seo pemikirannya lebih terbuka. Ia bilang setelah Jin Hyuk menemukan seseorang yang baru, mereka berdua harus melupakan masa lalu. Hanya sebagai masa lalu, maka akan sangat mudah menjadi rekan kerja.
"Bukankah lebih baik seperti ini?"
"Ya, benar. Rekan kerja," tandas Jin Hyuk langsung pergi.

Sin Gi Joon yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka mendekati Eun Seo. Ia tahu Eun Seo sengaja meminta ditransfer ke Tim 1, apalagi ia sangat tahu karakter Jin Hyuk. Eun Seo hanya berkomentar Sin Gi Joon masih sama seperti dulu. Selalu berada di pihak Jin Hyuk, tak peduli pada apapun. Ia menyindir Sin Gi Joon yang sudah menua dan selalu ingin bawahannya bekerja dengan baik. Sin Gi Joo berkata Eun Seo tak usah terlalu mengkhawatirkan Jin Hyuk. Ia menasehati Eun Seo untuk mencari posisinya sendiri karena ini merupakan pekerjaan pertamanya setelah kembali dari Timur Tengah dan semua orang pasti akan melihatnya.

Jin Hyuk berjalan menuju lift. Ia hendak menekan tombol lift, tapi tiba-tiba mengamuk saat melihat perban di tangannya. Ia membanting map yang dibawanya. Ha Na datang dan memungut kertas yang berserakan di lantai lalu menyerahkannya pada Jin Hyuk.
"Balas dendam, bukankah sudah sudah selesai?" gumam Jin Hyuk.
"Kau bertanya padaku apakah aku sudah melupakan tentang hal itu?" tanya Ha Na bingung. Jin Hyuk tak menjawab. Ia terlihat melamun.
"Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Ha Na lagi.
"Tidak ada yang salah," ucap Jin Hyuk akhirnya.

Joo Soo Young sedang ada di sebuah butik sedang mencoba sebuah scraf. Ia mendapat telepon dari Do Hoon.
"Tampaknya akhir-akhir ini kita sering berkomunikasi lewat telepon, Direktur Han," sapanya.
"Mengapa kau masih di Korea?" seru Do Hoon yang berbicara dari handsfree sambil mengendarai mobil (kalo disini masih banyak banget film yang dengan pedenya nyetir sambil megang HP. Padahal itu jelas2 menyalahi aturan dan gak patut banget dicontoh. Heran kenapa gak ada yang sensor ya? Atau karena kenyataannya aja masih banyak banget yang melakukan hal itu?).
Do Hoon menyuruh Joo Soo Young secepat mungkin meninggalkan Korea karena situasinya sudah kritis. Joo Soo Young menolak permintaanya. Do Hoon tak mau tahu. Ia juga meminta Joo Soo Young menghabisi Lee Chun Ak (belum tahu siapa). Ia menutup telepon sementara Joo Soo Young masih bicara. Jelas saja Joo Soo Young murka dan hendak menyobek scraf untuk melampiaskan kekesalannya. Tapi urung dilakukan (harganya mahal kali, hehe...). Ia ganti dengan menginjak-injak scraf itu. Mbak SPG butik itu ketakutan melihat aksinya.
"Maaf, bungkus 2 untukku,." Joo Soo Young memperbaiki sikap. Hehe...lucu liat bos mafia kayak dia.

NIA meeting. Mereka sudah mengumpulkan beberapa sidik jari dari jok depan dan belakang mobil yang diambil dari Geun Bae. Hal ini juga sudah dibandingkan dengan sidik jari Joo Soo Young. Dan hasilnya 98% cocok.
"Jadi mobil itu yang sering digunakan oleh Joo Soo Young?" Eun Seo ikut nimbrung dari belakang. "Tapi bagaimana mobil ini..."
Jin Hyuk memotong dengan berkata lain kali tolong lihat informasi untuk meeting sebelum meeting dimulai. Mereka tak punya waktu untuk mengklarifikasi semua pertanyaan darinya.
"Aku tak menerima informasi apapun," Eun Seo membela diri.
Suasana meeting menjadi tak nyaman. Tak ada yang berani berbicara selain mereka berdua. Joo Min cuma mengusap lehernya.
Jin Hyuk menoleh pada Eun Seo dan berkata dengan keras "Apa kau menunggu sampai seseorang mengirimkan informasi untukmu? Tim 1 bukan seseorang yang punya waktu luang untuk melayanimu, Choi Eun Seo."
"Maaf," ucap Eun Seo malu.
"Berikan semua informasi mengenai investigasi ini pada Choi Eun Seo," perintah Jin Hyuk. Joon Min mengangguk. "Baca itu semua sebelum kau menghadiri meeting."
Eun Seo diam saja sambil memandangi Jin Hyuk yang masih mempermalukannya di depan semua agent.
"Apa yang kau lakukan? Sudah tak ada waktu lagi!" hardik Jin Hyuk.
Eun Seo bangun. "Aku akan menghadiri meeting setelah aku mempelajari informasi," ucapnya lalu keluar.
Jin Hyuk meminta meeting kembali dilanjutkan. Sementara Joon Min sedang melaporkan hasil penelusuran dari GPS, Ha Na penasaran dan bertanya pada Sin Gi Joon.
"Jadi seperti itu?" tanyanya sambil menyikut lengan Sin Gi Joon. Sin Gi Joon tak mau menjawab. Ia malah bertanya dimana letak lokasi yang diperkirakan didatangi Joo Soo Young 10 hari yang lalu.
Joon Min memperlihatkan peta daerah yang di datangi Joo Soo Young; Namdaemun, Myeongdong, Itaewon. Tiga area itu merupakan pusat pertukaran barang ilegal.
Ha Na berkata jika salah satu dari tempat itu diselidiki, pasti barang-barang ilegal itu akan dikirim ke luar negeri. Tapi sejauh penyelidikan diketahui transaksi mereka bukan mengenai pertukaran barang, melainkan transfer uang ilegal. Se Mi menganalisa jika uang yang di transfer ke luar negeri lebih dari lima puluh ribu dollar AS, maka sesuai hukum harus dilaporkan kepada instansi pajak. Dengan mendatangi sejenis organisasi, mengirimnya dengan jumlah kecil dan mengubah nominal, maka mereka bisa melewati kantor pajak ketika mentransfer uang ke luar negeri. Jin Hyuk bertanya dimana uang itu ditransfer. Se Mi menjawab hal itu masih perlu dipastikan. Setelah dapat dipastikan tanggal dimana Joo Soo Young mengunjungi tempat itu, baru dapat diketahui jumlah uang yang ditransfer ke luar negeri. Jin Hyuk memerintahkan agar mereka bertindak cepat memeriksa kemana uang itu pergi, kemana Joo Soo Young akan pergi. Setelah itu ia membubarkan meeting. Ha Na paling semangat saat meeting usai. Ia langsung keluar dan mengucapkan selamat makan siang. Semua orang bengong sambil memandangi kepergian Ha Na.

Di luar Jin Hyuk menghadang Ha Na. Jin Hyuk takut Ha Na menyelinap ke tempat lain. Jadi ia akan menyiapkan seseorang yang cocok untuk menemani Ha Na.
"Jadi kita akan pergi bersama? Lagipula dengan tinggal disini kau akan membuat orang lain tak nyaman," sindir Ha Na mengingat emosi Jin Hyuk di dalam meeting tadi. "Bukan begitu?" teriak Ha Na saat Se Mi dan Joon Min lewat. Mereka berdua menoleh. Jin Hyuk memberikan senyum pada mereka.
Tapi Se Mi memilih berpura-pura mengangkat telepon daripada salah omong sedangkan Joon Min dengan bingung mengikuti Se Mi. Ha Na tertawa tertahan melihat wajah Jin Hyuk yang berubah asem. Wkwkwk....

Di dalam mobil Ha Na masih saja menertawakan Jin Hyuk. Jin Hyuk kesal. Ha Na berkata seharusnya Jin Hyuk memberitahunya jika menginginkan minumannya. Dari sekilas melihat saja, ia tahu beberapa botol minumannya hilang.  Ha Na menoleh pada dus minumannya yang salah satunya terbuka. Ha Na menawari Jin Hyuk memesan satu boks jus delima. Jin Hyuk tak mendengarkan ucapan Ha Na. Ia malah meminta Ha Na berhenti karena lampu merah. Ha Na meminta izin mampir ke rumahnya sebentar untuk menaruh barang-barang miliknya. Ia kembali menjalankan mobil. Jin Hyuk marah-marah karena Ha Na menjalankan mobil saat lampu lalu lintas belum berubah. Ia berkomentar apa Ha Na benar-benar seorang polisi.

Ha Na pergi ke bank guna mengurus pinjaman cicilan apartemennya. Tunangan Man Soo yang mengurus masalah itu. Ia mengatakan prosesnya sudah selesai dan bank akan menghubungi Ha Na besok pagi.

Di luar Man Soo memarahi Ha Na yang tak mendengarkan ucapannya bahwa ia akan mentransfer pinjaman Ha Na ke kantor cabang lain. Man Soo pernah bilang agar mereka tak usah bertemu lagi. Ha Na memang sengaja datang lagi ke bank itu. Ia membalas Man Soo dengan mengatakan ia merasa tempat itu paling nyaman untuk mendapatkan pinjaman. Ha Na menambahkan di masa depan masih akan ada pinjaman lainnya. Yang artinya Ha Na akan terus mengganggu kehidupan Man Soo dan tunangannya, hehe...Ha Na hendak pergi, tapi Man Soo menariknya. Ia kembali mengingatkan Ha Na yang nantinya akan kecewa melihat kebersamaan Man Soo dan tunangannya. Ha Na bilang sudah tidak lagi. Man Soo memandang ke arah Jin Hyuk yang sedang asyik minum kopi instant. Ia mengira Jin Hyuk pacar baru Ha Na dan berkata Ha Na cewek gampangan. Jelas saja  Ha Na marah dan menendang kaki Man Soo.
Ha Na dan Jin Hyuk makan siang di sebuah kedai. Ha Na bertanya berapa gaji Jin Hyuk, apa sebanyak gaji seorang jaksa. Jin Hyuk menjawab itu rahasia.
Jin Hyuk penasaran karena sedari tadi Ha Na sibuk menulis. Ha Na menyerahkan selembar kertas dan meminta Jin Hyuk menulis pengalamannya bertemu Man Soo yang terlihat menjengkelkan.
"Apa kau merasa lebih baik setelah melakukan ini?" tanya Jin Hyuk.
"Tidak," jawab Ha Na.
"Lalu mengapa kau masih melakukan  ini?"
"Sampai hatiku mulai merasa nyaman. Aku akan terus melakukan beberapa hal dan mengatakan pada diriku sendiri untuk berhenti melakukannya. Ini cukup untuk membuat diriku sendiri nyaman. Dengan demikian, secara alami aku akan melupakannya,"  Ha Na mulai curhat. Jika ia tak melakukan apapun pasti ia akan terus mengharapkan Man Soo kembali dan terus saja berpikir siapa yang akan mengisi hatinya lagi dan tinggal disisinya. Makanan datang. Ha Na dengan senang hati membantu Jin Hyuk yang kesusahan mengambil garam.

Jin Hyuk dan Ha Na kembali ke kantor. Se Mi melaporkan bahwa uang-uang ilegal itu di kirim ke Shanghai. Dari hasil penyelidikan didapat nama Chang Oh, orang China pemilik account yang mendapatkan transferan dana ilegal. Nama Chang Oh didapat dari laporan keberangkatan penumpang di bandara. Dari laporan itu Jin Hyuk melihat Joo Soo Young akan pergi ke Shanghai dengan melakukan penyamaran sebagai Chang Oh pada jam10 malam ini.
Ha Na terlihat tak tertarik untuk mengetahui laporan selanjutnya. Ia memilih menjauh. Sin Gi Joon masuk. Ia juga sudah tahu Joo Soo Young akan kabur ke Shanghai. Sin Gi Joon menghitung mereka punya waktu tinggal 7 jam lagi untuk menangkap Joo Soo Young. Ia memerintahkan tim-nya bergegas untuk menyusun rencana. Jin Hyuk mengarahkan agar mereka segera meminta bantuan pada petugas bandara dan mengumpulkan semua agent dari departemen lainnya agar berkumpul di ruang meeting sebelum mendapat tugas masing-masing.

Jin Hyuk mengalami kesulitan saat memakai rompi pistol. Ha Na hanya duduk santai sambil mengomentari Jin Hyuk.
"Aigoo...Apa kau berpikir akan melakukan dengan tangan itu?"
Ha Na bangkit. Ia mendekati Jin Hyuk. "Kau sepertinya belum bisa membawa senjata. Berikan itu padaku." Ha Na mengambil rompi Jin Hyuk.
"Tidak apa-apa. Aku tak butuh bantuan!" Jin Hyuk meradang. Ia menyuruh Ha Na pergi ke ruang meeting.
Eun Seo masuk. Ia meminta Ha Na meninggalkan mereka berdua. Jin Hyuk memakai jaketnya. Eun Seo membantunya tanpa ada penolakan. Eun Seo memberitahu bahwa peralatan yang dibutuhkan untuk operasi telah dipersiapkan.
"Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Eun Seo.
"Cepat katakan. Kita tak punya banyak waktu."
"Ini tentang Oh Ha Na. Aku tak ingin membicarakan masa depan. Tapi apakah dia petugas yang akan bekerja dengan kita untuk beberapa waktu?" Eun Seo mulai memperlihatkan kecemburuannya.
"Ini seharusnya bukan sesuatu yang kau khawatirkan," ucap Jin Hyuk.
"Aku juga anggota dari Tim 1 Badan Urusan Internasional. Aku rasa aku harus tahu mengenai Oh Ha Na dan peran apa yang dia mainkan di dalam tim."
"Deputi Direktur Lee juga tertarik dengan ini?" tanya Jin Hyuk sinis.
"Jika kau terus tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah, sebaiknya kau menarik diri dari investigasi ini."
Jin Hyuk terkejut Eun Seo mengatakan hal seperti ini padanya. Eun Seo menjelaskan bahwa investigasi ini sangat penting untuk Badan Inteligensi. Ia meminta Jin Hyuk tak menggunakan perasaan pribadinya. Jin Hyuk marah mendengar ucapan Eun Seo. Ia membela Ha Na yang turut andil dalam pencarian keberadaan Lee Geun Bae sampai mendapatkan mobil Joo Soo Young.
"Bukankah itu alasan yang cukup untuknya bergabung dengan investigasi ini?" tantang Jin Hyuk.
Eun Seo membeberkan kesalahan Ha Na yang pernah menggagalkan investigasi sebelumnya dan ia kedapatan sedang bertransaksi uang dengan Lee Geun Bae. Ia mempertanyakan bisakah orang seperti Ha Na dipercaya. Jin Hyuk berkata sampai saat ini belum ada waktu untuk menyelidikinya. Bukankah yang terpenting adalah apakah operasi ini sukses atau tidak? Yang dibutuhkan hanya operasi ini berhasil. Lalu ia menyuruh Eun Seo pergi.

Ha Na masuk ke ruang meeting. Masing-masing agent sedang asyik berdiskusi sambil menunggu meeting dimulai. Sin Gi Joo melihat kedatangan Ha Na dan malah menyuruhnya pulang. Ia mengatakan Ha Na tak mendapat bagian dalam waktu ini. Ha Na keluar. Ia mengeluhkan perlakuan diskriminasi terhadapnya.

NIA memulai rapat. Mereka sudah mendapatkan gambar penyamaran Joo SooYoung. Sin Gi Joon mengeluhkan wajah itu yang terlihat biasa. Dengan tinggi 175 cm, ada lebih dari 5 juta orang di dalam negeri yang terlihat seperti itu. Joon Min berkomentar untuk mencari Joo Soo Young pasti sangat sulit. Ya, harus mencari beberapa wajah yang  memiliki kemungkinan tertinggi.
Jin Hyuk meneruskan rapat dengan memperlihatkan denah airport. Ia mulai menyusun rencana untuk penempatan setiap agent di seluruh penjuru airport terutama pintu keluar masuk.
"Bagaimana melakukan penangkapan di daerah ini?" Eun Seo menemukan celah kemungkinan Joo Soo Young bisa kabur yang luput dari penglihatan Jin Hyuk. "Ini area karantina flu H1N1. Area itu merupakan bagian termudah di bandara untuk diisolasi. Penempatan agent juga mudah."

Ha Na pergi menemui Ketua Geng/Rentenier (Ha Na manggil Ahjussi) Ia bertanya mengenai keberadaan Geun Bae. Si Ahjussi memberitahu bahwa Geun Bae akan melarikan diri ke China dengan menggunakan kapal. Ha Na kaget mendengar hal itu karena setahunya komplotan Joo Soo Young akan naik pesawat. Ia senang mendapat informasi penting ini.

Meeting selesai. Jin Hyuk memerintahkan semua agent berkumpul di bandara secepatnya. Ia mencari Ha Na dan bertanya pada Joon Min. Joon Min kurang tahu keberadaan Ha Na. Jadi Jin Hyuk menelepon Ha Na yang sedang ada dalam mobil bersama Ahjussi. Jin Hyuk menyuruh Ha Na kembali ke NIA dalam waktu 30 menit dan mengancam akan membatalkan kesepakatan mereka jika Ha Na tak kembali. Ha Na panik. Ia meminta Ahjussi membawanya ke Dinas Inteligensi. Tapi sayangnya mereka sedang ada di jalan tol, jadi mobil mereka tak bisa berbalik arah.

Eun Seo kesal hanya karena Ha Na investigasi mereka tertunda. Ia meminta Joon Min menyelidiki keberadaan Ha Na. Joon Min menemukan Ha Na sedang berada di jalan tol menuju bandara.
Joon Min menduga Ha Na diam-diam pergi sendiri tanpa memberitahu mereka. Lalu ia bertanya pada Jin Hyuk apa yang dilakukan. Jin Hyuk terlihat bingung. Eun Seo mengambil alih dan memerintahkan untuk menyelidiki rekaman panggilan di ponsel Ha Na. Jika meminta Joon Min segera melapor jika menemukan ada panggilan yang mencurigakan dan memerintahkan beberapa agent untuk memblok pintu masuk. Jin Hyuk mulai protes.
"Kita akan berakhir jika informasi ini sampai bocor keluar!" Eun Seo beralasan.
"Apa yang harus kita lakukan Leader Tim Go?" Joon Min kembali bertanya.
"Monitori pergerakan Oh Ha Na. Laporkan rekaman panggilan ponsel Oh Ha Na pertama kali padaku," perintah Jin Hyuk. Eun Seo hanya bisa memandang tajam ke arah Jin Hyuk. Jin Hyuk berniat mencari Ha Na. Jika terlihat sesuatu yang mencurigakan, ia harus menghentikan Ha Na. Ia merasa bertanggung jawab karena sudah membawa Ha Na masuk ke NIA. Eun Seo terlihat kurang menyetujui perubahan rencana Jin Hyuk. Jin Hyuk tak peduli. Ia pergi menuju mobilnya. Eun Seo mengejar Jin Hyuk dan meminta ikut. Jin Hyuk yang tangannya masih cedera tak bisa menolak karena ia belum bisa menyetir.

Ha Na masih di mobil. Ia heran mengapa Joo Soo Young dan Geun Bae pergi secara terpisah. Ahjussi membenarkan bahwa Joo Soo Young tidak akan pergi naik pesawat melainkan akan naik kapal bersama Geun Bae. Isu itu dihembuskan untuk mengelabui distrik.
Ha Na menelepon Jin Hyuk. Ia menyuruh Jin Hyuk menyiapkan hadiah uang atas informasi yang baru saja didapatnya. Jin Hyuk kesal. Ia tahu Ha Na akan pergi ke Incheon. Ha Na sadar sedang diikuti oleh Jin Hyuk. Ia kesal karena Jin Hyuk masih mencurigainya. Lalu ia memberitahu bahwa Joo Soo Young akan pergi bersama Geun Bae. Jin Hyuk berkata akan memberi bonus dobel jika Ha Na berhasil menangkap salah satu dari mereka. Namun jika Ha Na terlibat kontak atau membocorkan informasi ini, Jin Hyuk mengancam tak akan melepaskannya. Ha Na menutup telepon dengan wajah kesal.

Sementara itu Joon Min masih sibuk membantu Jin Hyuk menginformasikan posisi Ha Na. Semua agent tengah bersiap berangkat ke bandara. Joon Min merahasiakan keberadaan Jin Hyuk. Ia kebingungan saat ditanya Sin Gi Joon dimana Jin Hyuk.

Eun Seo menilai hubungan Jin Hyuk dan Ha Na itu berbeda. Ia mendengar gosip itu dari Kim Byung Joon (kayaknya nama si Sunbae rese itu deh). Ia mengingatkan Jin Hyuk bahwa investigasi ini sangat penting. Jin Hyuk mendapat telepon dari Sin Gi Joon yang marah-marah padanya. Ia sudah tahu kemana Jin Hyuk menghilang. Deputi Direktur Lee tiba-tiba muncul dari arah belakang. Sin Gi Joon tak menyadari kehadirannya dan terus saja berbicara di telepon. Joon Min dan Se Mi yang melihat kehadiran bosnya cuma bisa pasang wajah ketakutan. Sin Gi Joon mengomeli Jin Hyuk yang telah membawa orang yang tidak dapat dipercaya. Lalu menyuruh Jin Hyuk cepat kembali dari pengejaran Ha Na. Ia menutup telepon lalu berbalik dan terkejut melihat wajah garang atasannya itu. Deputi Direktur Lee sudah tahu bahwa ada seorang petugas polisi yang terlibat.

Ha Na meminta Ahjussi untuk mengemudi lebih cepat. Ia tak mau kehilangan tersangka.
"Dasar pengejaran bukanlah kecepatan. Mampu mengikuti semua jalan adalah esensi yang sebenarnya," ucap Ketua Geng. Ha Na mengacuhkan ucapannya.

Deputi Direktur Lee masuk ke kantornya dengan tergesa. Ia menyuruh sekretarisnya menghubungi Eun Seo. Ia sendiri juga mencoba menelepon Eun Seo. 

Ponsel Eun Seo berbunyi. Secara bersamaan ia dan Jin Hyuk mengambil ponsel itu sehingga tangan mereka saling bersentuhan. Mereka sedikit grogi. Eun Seo berkata ia akan mengangkatnya nanti. Lalu ia meminta Jin Hyuk melihat posisi Ha Na lewat GPS karena jalan yang mereka lewati bukan jalan menuju bandara. Ha Na terlihat berhenti di Pelabuhan Incheon.

Ha Na sampai di Pelabuhan Incheon. Ketua Geng menghentikan mobilnya di depan pintu parkir. Ha Na maupun Ahjussi nggak ada yang mau membayar parkiran. Wkwkwk, dasar orang2 pelit. Ha Na memilih turun dari mobil dan masuk seorang diri.

Jin Hyuk dan Eun Seo juga sampai Pelabuhan Incheon. Jin Hyuk langsung pergi meninggalkan Eun Seo yang menerima telepon dari Deputi Direktur Lee. Secara tak sengaja Jin Hyuk bertabrakan dengan Joo Soo Young dan menjatuhkan bukunya. Jin Hyuk tak mengenali Joo Soo Young. Ia mengambil ponselnya. Mendadak ia mengingat Joo Soo Young dan langsung menoleh ke arah Joo Soo Young yang duduk di bangku tunggu sambil membaca buku tentang Shanghai.

Ha Na berlarian masuk ke dalam. Ia mencari Geun Bae diantara antara kerumunan. Orang yang dicarinya akhirnya muncul juga. Ha Na membuntuti Geun Bae. 

Sementara itu Jin Hyuk mencoba mengajak Joo Soo Young ngobrol. Ia memulai percakapan dengan berbasa-basi tentang Shanghai. 

Ha Na terus membuntuti Geun Bae yang terlihat sedang menelepon. Setelah ada kesempatan, Ha Na langsung menyergap Geun Bae dengan berpura-pura menodongkan pistol padahal hanya gulungan kertas. Geun Bae tak berkutik. Ha Na mengeluarkan borgol dan memborgol tangan Geun Bae ke tiang pemberhentian bus. Geun Bae merasa dibodohi setelah melihat Ha Na tak membawa pistol sungguhan. Ia merasa seharusnya Ha Na bergabung bersamanya daripada menjadi seorang polisi. Ha Na tak peduli. Ia  menggeledah kantong jas Geun Bae dan menguras semua uang di dompetnya.

Kembali ke Jin Hyuk. Ia mengeluarkan pistol dan mulai mengancam Joo Soo Young untuk mengikuti perintahnya. Joo Soo Young malah tertawa keras sambil bertepuk tangan. Ia tak terlihat takut sama sekali. Jin  Hyuk kembali mengancamnya. Akhirnya Joo Soo Young mau juga mengikuti perintah Jin Hyuk.

Jin Hyuk membawa Joo Soo Young pergi tanpa menurunkan pistolnya. Gap Seok, tangan kanan Joo Soo Young muncul. Ia melihat bosnya menuruni eskalator. Jin Hyuk tak sempat melihatnya. Joo Soo Young melihatnya, namun ia diam saja. Ponsel Jin Hyuk berbunyi. Jin Hyuk tak bisa mengangkatnya karena tangan kirinya memegang pistol (yang kanan diperban). Joo Soo Young berseloroh jika Jin Hyuk mempunyai tiga tangan, seharusnya ia mengangkat telepon itu. 

Sementara menunggu panggilannya dijawab Jin Hyuk, secara tak sengaja Eun Seo melihat Ha Na yang tengah asyik menghitung uang. Ia salah paham dan mengira Ha Na berkomplot dengan Geun Bae. Eun Seo langsung bertindak dengan membekuk tangan Ha Na. Uang yang dipegang Ha Na berhamburan di lantai. Eun Seo juga memborgol tangan Ha Na di tiang pagar. Ia mencoba menelepon Jin Hyuk lagi untuk memberitahu Ha Na sudah berhasil ditangkap. 
Jin Hyuk masih tak mempedulikan bunyi ponselnya. Joo Soo Young masih saja bercanda mungkin itu dari pacarnya dan malah menawari handsfree. Hehe...

Jin Hyuk tak juga mengangkat telepon Eun Seo. Ha Na mulai khawatir. Ia bertanya apa Jin Hyuk sudah berhasil menangkap Joo Soo Young. Eun Seo bingung karena yang ia tahu Joo Soo Young ada di bandara. Ha Na memberitahu bahwa Joo Soo Young tidak akan naik pesawat, tapi kapal. Eun Seo tak percaya. Ha Na memaksa Geun Bae untuk membenarkan ucapannya. Geun Bae mengangguk lemah. Ha Na bertanya apa Jin Hyuk sendirian. Eun Seo mulai khawatir juga. Ia langsung buru-buru pergi. Ha Na meneriaki Eun Seo karena membiarkan tangannya terborgol. Geun Bae tertawa cekikikan. Ha Na terlihat sangat kesal.

Eun Seo menelepon Joon Min dan memberitahu bahwa ia ada di Pelabuhan Incheon. Ia menginformasikan bahwa kemungkinan besar Joo Soo Young ada di sana.

Jin Hyuk membawa Joo Soo Young ke parkiran menuju mobilnya. Ia melihat bayangan seseorang melintas dari kap depan sebuah mobil. Jin Hyuk mulai waspada.  

Sementara itu, Ha Na dan Geun Bae sedang rebutan uang yang berceceran di lantai. Mereka menggunakan kaki untuk menjangkau uang yang letaknya jauh. Ha Na berteriak agar Geun Bae tak ikutan mengambil uang itu atau ia akan mengenakan bunga 100%. Geun Bae tak percaya Ha Na melakukan hal itu, lintah darat-pun tak akan melakukan itu. Si Ahjussi datang. 
"Siapa yang kau maksud lintah darat? Aku akan membiarkan kau merasakan perutmu dipukuli sepanjang jalan," ancamnya sambil membawa tongkat baseball. Ia heran melihat Geun Bae dan Ha Na  sama-sama diborgol. Lalu ia bertanya pada Ha Na, bukankah seorang polisi selalu membawa kunci borgol setiap saat. Ha Na baru ingat. Ia segera mengambil kunci di tasnya dan membuka borgol di tangannya. Ia meminta Ahjussi menjaga Geun Bae lalu pergi menyusul Jin Hyuk

Jin Hyuk menggiring Joo Soo Young menuju mobilnya. Secara tiba-tiba ia diserang oleh Gap Seok yang bersembunyi di balik sebuah mobil. Joo Soo Young mencoba kabur. Jin Hyuk langsung menahan langkah Joo Soo Young dengan menodongkan pistolnya. Joo Soo Young berhenti dan berbalik. Ia merentangkan kedua tangannya.

Eun Seo datang. Ia berteriak memanggil Jin Hyuk. Ia juga menodongkan pistolnya. Dari arah samping Gap Seok menyerang Eun Seo. Pistol Eun Seo terlempar. Gap Seok melumpuhkan Eun Seo dengan pisau. Ia mengancam Jin Hyuk agar meletakkan senjatanya. Jin Hyuk dilema. Ia tak rela melepaskan Joo Soo Young, namun ia juga tak mau Eun Seo terluka.

Akhirnya Jin Hyuk menyerah. Ia meletakkan pistolnya di lantai. Joo Soo Young hendak mengambilnya, namun dengan cepat Jin Hyuk menendang pistol itu hingga masuk ke kolong mobil.
Eun Seo berusaha mengancam. "Menyerahlah Joo Soo Young. Pintu keluar sudah di blokir."
"Aku rasa kau melakukan kesalahan. Kau tak akan menuju ke pintu keluar jika kau menggunakan kapal," jawab Joo SooYoung. "Sepertinya kau sangat sibuk. Aku akan pergi duluan. Sampai juga lagi."
Joo Soo Young bersiap pergi, namun sebuah suara menghentikannya.
"Jangan bergerak!" Ha Na mengacungkan pistol di kepala Joo Soo Young. Ia juga sebenarnya terlihat takut. "Nona Oh Ha Na." Jin Hyuk senang melihat bala bantuan datang.
"Kau juga jangan bergerak!" seru Ha Na pada Jin Hyuk. Jin Hyuk bingung mengartikan ucapan Ha Na. Semua terlihat waspada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment