Rabu, 02 Maret 2011

Secret Agent Miss Oh (My Country Calls/Call of The Country) Episode 3

Jin Hyuk ada di dalam mobilnya sambil membawa GPS. Tiba-tiba ia melihat Ha Na yang keluar dari sebuah kedai. Ia reflek memalingkan wajahnya agar Ha Na tak melihatnya. Ia berinisiatif mengikuti Ha Na  yang tengah mencari alamat rumah Geun Bae. Ha Na sampai di depan rumah Geun Bae yang secara kebetulan orang yang dicarinya keluar. Ha Na langsung membekuknya dan meminta uang pada Geun Bae. Saat ia merogoh kantong celana Geun Bae, Jin Hyuk datang mendekat. Posisi Ha Na dan Geun Bae membuat Jin Hyuk curiga. Ia berpikiran macam-macam dan memandang mereka dengan ilfil.
"Aku tahu akan seperti ini..." komentar Jin Hyuk lalu berjalan mendekat.
Geun Bae mengambil kesempatan ini. Ia mendorong Ha Na ke arah Jin Hyuk dan langsung kabur. Ha Na dan Jin Hyuk berlarian mengejarnya.
"Hey, berhenti. Kau akan mati. Aku bisa menangkapmu!" teriak Ha Na. Geun Bae terus berlari tak mengindahkan teriakan Ha Na. Ia berlari sampai ke jalan raya dan mengacaukan lalu lintas. Ha Na terjebak di belakang mobil yang lalu lalang. Ia hanya bisa memandang Geun Bae di seberang jalan yang tengah memanjat tembok. Ha Na berlari ke tengah jalan, tanpa ia sadari sebuah truk menghadangnya. Jin Hyuk yang melihat itu spontan mendorong Ha Na ke pinggir jalan. Tubuh mereka membating aspal. Jin Hyuk melindungi kepala Ha Na dengan lengannya. Ha Na tampak syok. Ia hanya bisa memandangi wajah Jin Hyuk yang hanya beberapa senti dari wajahnya. Mereka berdua mulai salah tingkah. Ha Na segera melepaskan diri dari Jin Hyuk.

Sin Gi Joon bertemu Deputi Direktur Lee di dalam lift. Deputi Direktur Lee masih saja memarahi Sin Gi Joon yang tak becus menjalankan misinya. Ia menyuruh Sin Gi Joon menggunakan GPS atau TCAE (Technical Control Analysis Element) untuk menangkap geng Joo Soo Young. Sin Gi Joon menyinggung masalah Jin Hyuk yang akan dipecat jika tak berhasil menagkap Joo Soo Young dalam waktu satu bulan. Deputi Direktur Lee berkilah bahwa Jin Hyuk membuat janji sendiri.
"Apa yang bisa seorang pria capai jika dia tak bisa memegang ucapannya sendiri," sahut Deputi Direktur Lee.
Sin Gi Joon tampak membela Jin Hyuk. Hal-hal tak terduga seperti itu sudah menjadi resiko untuk pekerjaan mereka.
Deputi Direktur Lee tak mau tahu. "Di dalam NIS tak ada hal-hal seperti kesalahan. Hanya kegagalan."

Sin Gi Joon masuk ke dalam ruangan NIS. Di dalam para anggota NIS sedang berkumpul. Sin Gi Joo berseru jika ada hal-hal yang membutuhkan persetujuan dari Jin Hyuk bawa saja padanya. Joon Min langsung bertanya ada apa dengan Jin Hyuk.
"Leader Tim Go sedang dalam pengejaran pada rute yang berbeda. Jadi besok dia tak akan datang." beritahu Sin Gi Joon.

Jin Hyuk menelepon seseorang. Ia melaporkan bahwa ia sudah mengirimkan pesan berisi alamat dimana ia menemukan Oh Ha Na dan tersangka dari night club. Lalu ia mendekati Ha Na yang tengah duduk sambil menulis. Jin Hyuk berusaha mengintip apa yang sedang ditulis Ha Na. Ha Na terperanjat dan langsung menutup bukunya.
"Kau bilang pertama kali bertemu dengan tersangka di night club. Bagaimana kau tahu dimana ia tinggal?" tanya Jin Hyuk curiga.
Ha Na berdiri dan berkata dengan kesal bagaimana Jin Hyuk tahu bahwa ia ada disana. Jin Hyuk malah berkomentar bahwa Ha Na dan Geun Bae terlihat lebih dari seorang kenalan. Ia bertanya sebenarnya hubungan Ha Na dengan pria itu apa. Jin Hyuk mulai menerka-nerka (kayaknya Jin Hyuk masih keingetan waktu mergokin Ha Na sama Geun Bae tadi, hehe...).
Ha Na jelas saja meradang. Ia dan Jin Hyuk juga sering bertemu, tapi tak ada hubungan apa-apa. Jin Hyuk berkata jika Ha Na mau berkata jujur, ia pasti tak akan membuntutinya.
"Sejauh yang aku tahu, menyelidiki seorang warga negara tanpa surat perintah adalah ilegal," ucap Ha Na berani. Lalu ia meminta Jin Hyuk jangan mengikutinya lagi.



Bus datang, Ha Na berlari dan naik bus itu. Jin Hyuk tetap mengikuti Ha Na, tapi ia kesulitan membayar saat men-scan dompetnya. Jin Hyuk sampai mengeluarkan semua kartunya dan tetap tak berfungsi. Supir bus berteriak agar Jin Hyuk membayar dengan uang saja. Jin Hyuk segera mengeluarkan selembar uang 100.000 won. Ha Na hanya melihat Jin Hyuk dengan pandangan mengejek.
Supir bus berteriak memanggil Jin Hyuk untuk memberi kembalian. Jin Hyuk malah tak mau mengambil kembaliannya. Ia duduk disebelah Ha Na.
"Tidak, berikan aku kembalian!" teriak Ha Na tak mau rugi sambil berlari kea rah supir. Supir bus agak ragu memberikan uang kembalian pada Ha Na. Ha Na berteriak memanggil Jin Hyuk dengan mesra agar supir bus percaya Ha Na. Jin Hyuk hanya bisa menahan malu. Ha Na kembali ke tempat duduknya dan menendang kaki Jin Hyuk agar menggeser duduknya ke pinggir jendela. Ha Na terlihat senang mendapat rejeki nomplok, hehe...Ia menciumi uangnya. Lalu memberikan selembar 1000 won pada Jin Hyuk untuk membayar ongkos bus. Ha Na mengomentari Jin Hyuk yang pasti mendapat sokongan dana umum dari pemerintah. Ia berkata sangat sia-sia membayar pajak hanya untuk hal seperti ini. Jin Hyuk diam saja di cela seperti itu oleh Ha Na.

Bus berhenti. Beberapa penumpang turun. Ha Na melihat kesempatan ini untuk lari dari Jin Hyuk. Ha Na langsung meloncat turun dari bus. Jin Hyuk kaget. Ia juga ingin turun, tapi seorang ibu-ibu gemuk menghalanginya dengan duduk di kursi bekas Ha Na. Jin Hyuk tak bisa berbuat apa-apa saat bus kembali melaju. Ia hanya bisa memandangi Ha Na yang tersenyum padanya dari luar.

Ha Na makan kue beras di pinggir jalan (hmm, yummy...jadi ngiler, pengen bgt nyobain kue beras). Ia berbasa-basi pada bibi penjual kue beras dengan bertanya apakah usahanya lancar. Bibi itu juga berkomentar sudah lama ia tak melihat Ha Na disekitar sini. Ha Na menjawab ia sedang break.
Ha Na mengambil kue goreng (gak tahu namanya apa, hehe...) dan berkomentar kue itu enak dan renyah. Bibi penjual mengerti dan berkata akan membungkuskan kue itu untuk Ha Na.
"Jika kau bersikeras, mungkin untuk sepasang (porsinya minta dobel)." ucap Ha Na. "Jika kau menjual semangkuk ddukbokki, berapa banyak untungnya?"
Bibi penjual malah terlihat panik. Takut Ha Na minta jatah lebih. "Petugas Oh Na, apa kau berniat masuk ke usaha seperti ini?" tanyanya.
"Ya, aku sedang berpikir untuk mencobanya," jawab Ha Na.
"Aigoo, tidak semua orang dapat melakukannya. Ambil ini dan nikmatilah..." ucap bibi itu cepat-cepat.
Ha Na merogoh tasnya dan mengeluarkan minuman kesehatan dan memberikannya pada bibi penjual dan berkata jika menyukai minuman itu order saja padanya. Ha Na berpamitan pergi. Jin Hyuk datang dan menahan bahunya.
"Apa kau pergi tanpa membayar?" tanya Jin Hyuk. "Apa yang kau lakukan? Mengapa kau tak bayar?"
"Berapa?" tanya Ha Na pasrah pada bibi penjual.

Joon Min dan Sin Gi Joon sedang menggeledah rumah yang ditinggali Geun Bae. Se Mi masuk.
"Pemilik rumah mengatakan membayar sewa rumah beberapa bulan di muka tanpa ada kontrak tertulis." ucap Se Mi.
Sin Gi Joon tampak putus asa. Kemudian ia bertanya pada Joon Mi yang tampak sibuk memeriksa sidik jari pada barang-barang peninggalan Geun Bae.
"Bagaimana dengan sidik jari?" tanyanya.
"Ada banyak," sahut Joon Min. "Ada sangat banyak."
Lalu ia bertanya apa yang sedang dikerjakan Jin Hyuk. Sin Gi Joon malah bertanya hal apa yang dipelajari Joon Min saat menjadi newbie. Joon Min tak paham pada perkataan Sin Gi Joon.
"Pola pikir dasar, Nak!" seru Sin Gi Joon kesal.
"Itu sudah sangat lama. Aku tidak cukup ingat..." Joon Min berkilah. Sin Gi Joon tambah kesal dan memukul kepala Joon Min.
"Need to know. Kau tak perlu tahu aktivitas kolegamu dan kau tak perlu bahkan mencoba untuk tahu."
Joon Min cemberut dan kembali memeriksa sidik jari. Ia menggerutu sendiri bahwa rasa ingin tahu adalah sebuah keinginan mendasar manusia.
Sin Gi Joon kembali kesal, namun akhirnya ia berkata "Aku tak tahu jika ia melakukan hal yang baik atau tidak."
Joon Min mendekat dengan wajah penasaran. "Jika kau khawatir tentang Leader Tim Go, lalu dia akan hitam untuk menyusup?" tanya Joon Min. (Hitam/Black: istilah untuk penyamaran). Ucapannya sukses membangkitkan kemarahan Sin Gi Joon yang langsung menendangnya hingga jatuh terjengkang (ih, Joon Min kayaknya sering dapet KDRT deh, hehe...).

Jin Hyuk masih berkutat dengan Ha Na. Ia masih belum menyerah untuk menguntit Ha Na. Hal ini membuat Ha Na kesal. Ia berbalik dan bertanya dengan kesal sampai kapan Jin Hyuk akan terus mengikutinya.
"Bagaimana kau tahu tersangka di Heukseok-dong (tempat tinggal Geun Bae)?" tanya Jin Hyuk.
"Kau bahkan tak mempercayaiku jika aku memberitahumu. Jadi untuk apa kau membuang-buang nafasmu?" ucap Ha Na. Maksudnya mah ngapain capek2 menguntit dia.
Jin Hyuk mencoba membuat negoisasi dengan Ha Na. Jika Ha Na memberikan informasi tentang tersangka, maka sebagai imbalannya ia akan menyerahkan dokumen penjelasan (klarifikasi) mengapa Ha Na diinterogasi oleh NIS. Hal ini memang dibutuhkan Ha Na mengingat ia sedang 'dirumahkan' oleh Komite Kesiplinan. Ha Na tidak terbujuk oleh penawaran Jin Hyuk.
"Siapa yang berpikir aku akan berterimakasih untuk 'liburan' ini?" ucapnya kesal. Kemarin selama 2 hari Ha Na disekap di ruang interogasi NIS yang bagi Ha Na merupakan penjara. Lalu ia pergi meninggalkan Jin Hyuk.
Jin Hyuk tak kehabisan akal. Ia berteriak bahwa Ha Na sedang membutuhkan uang, kan? Ha Na menghentikan langkahnya dan menoleh. "Jika kau menyerahkan lencanamu? Bagaimana dengan angsuran pembayaran apartemenmu?"
Ha Na marah. Ia tak mengira Jin Hyuk menyelidiki kehidupan pribadinya sampai sejauh itu. Orang asing mengetahui dirinya dengan detail membuat ia merasa kotor. Lalu Ha Na kembali beranjak. Sebuah mobil patroli berhenti di dekat mereka. Tiba-tiba Ha Na mendapat akal dan berlari ke arah tembok untuk bersembunyi.
Jin Hyuk masih saja mengikutinya. Ha Na berbalik badan dan siap dengan aksinya. Ia menggoda Jin Hyuk agar mendekat. Dasar Jin Hyuk polos atau dodol, ia mau saja mendekati Ha Na dengan tampang oon-nya. (wkwkwk...kocak banget deh liat tampang Jin Hyuk yang kayak gini).
Ha Na langsung menarik bahu Jin Hyuk dan merapatkannya ke dinding. Jin Hyuk mulai ketakutan.
"Apa yang kau lakukan?"
Ha Na tak menjawab. Ia malah membuka ikat rambutnya dan menggerai rambut panjangnya dengan penuh pesona di depan Jin Hyuk, hehe...Lalu ia mulai menggoda Jin Hyuk yang tambah ketakutan.
Apalagi saat ia membuka kancing kemejanya. Jin Hyuk salah tingkah dan langsung memalingkan wajahnya. Ha Na semakin merapat ke tubuh Jin Hyuk. Menaruh telunjuknya di bibir Jin Hyuk. Jin Hyuk makin panik saat Ha Na perlahan mendekati wajahnya dan terlihat ia berusaha mencakar tembok (Bwahaha...aku gak berhenti ketawa).
Sedetik kemudian Ha Na keluar dari balik tembok dan berteriak sambil berlari ke arah dua orang polisi yang ada di depan mobil patroli. Jin Hyuk ikut mengejar Ha Na dengan wajah bingung. Ha Na mendekap dadanya dan berlindung pada dua petugas polisi itu. Jin Hyuk segera menjernihkan kesalahpahaman dengan mengatakan bahwa Ha Na sedang bermain-main. Salah seorang petugas polisi mencela Jin Hyuk yang berani melakukan pelecehan pada siang hari. Jin Hyuk marah dan meminta Ha Na memberitahu mereka. Ha Na malah menjerit lebih keras.
"Aku dalam tugas resmi pemerintah," beritahu Jin Hyuk. Lalu ia menyerahkan ID Card pada mereka. Petugas polisi itu memeriksa ID Jin Hyuk dan berbasa-basi apa Jin Hyuk sedang dalam tugas investigasi. Ha Na tak mau kalah. Ia memperlihatkan ID Card-nya pada mereka.
"Polisi?" Petugas patroli itu kaget. Mereka yang semula mempercayai Jin Hyuk jadi bingung.
Ha Na kembali mengendalikan sikon dengan menangis dan berkata bahwa agen pemerintah bisa melakukan hal seperti ini pada orang lain. Ia bahkan tak bisa memberitahu pada semua orang lain. Jin Hyuk kesal mendengar ucapannya apalagi petugas polisi itu mulai mempercayai kata-kata Ha Na lagi. Ia marah-marah dan mengatakan Ha Na sedang melakukan pertunjukan. Ha Na bilang ia hanya ingin pulang dengan aman dan cepat-cepat pergi dari sana. Ia berlari dan Jin Hyuk kembali mengejarnya. Tapi dua petugas polisi itu segera menahan Jin Hyuk. Jin Hyuk hanya bisa mengumpat kesal.

Di dalam rumah Ha Na sedang ada kekacauan. Ibu Ha Na bertengkar dengan bibi penyewa. Ibu Ha Na marah-marah karena bibi penyewa mengeluarkan semua barang-barangnya dan akan pindah kost. Ia kesal karena rumahnya jadi berantakan. Dari dulu memang mereka nggak pernah akur. Ibu Ha Na mencelanya yang cuma bisa mengancam akan pindah. Ia juga menambahkan bibi itu pasti tak punya cukup uang untuk pergi dari sana. Bibi penyewa jelas kesal dan tersinggung dengan ucapan Ibu Ha Na. Mereka adu mulut. Ha Na pulang dan segera melerai perkelahian antar dua ahjumma itu.
Bibi penyewa kembali mengingatkan Ha Na yang tak kunjung mengganti wallpapper di kamarnya. Ha Na hanya bisa diam saja, tapi tidak dengan Ibu Ha Na. Ia terus mencerocos. Ha Na merasa tak enak lalu menyuruh ibunya masuk ke dalam rumah. Ha Na kembali berjanji bahwa tak sampai akhir minggu ini ia akan mengganti wallpapper dan juga memperbaiki jendela.
Ha Na menemui ibunya yang masih terlihat kesal. Ha Na memperingatkan ibunya agar jangan bertengkar lagi dengan bibi penyewa. Lalu ia mengajak ibunya makan ddukbokki. Di meja ia menemukan surat pemberitahuan angsuran pembayaran apartemen yang sudah jatuh tempo. Ibu Ha Na menyangka Man Soo yang membuat Ha Na kesulitan mendapat pinjaman bank. Ha Na berkata ibunya tak usah mengkhawatirkan hal ini.

Di kantor NIS, Joon Min melaporkan hasil investigasinya kemarin pada Jin Hyuk. Ia telah menemukan 21 set sidik jari dari kediaman tersangka di Heukseok-dong. Tujuh diantaranya milik tersangka dan hasil cetaknya seragam.
"Apa ada sesuatu yang kau temukan tentang transaksi keuangan dengan Joo Soo Young?" tanya Jin Hyuk.
Joon Min menyerahkan dokumen pada Jin Hyuk. "Kami membuat deduksi dengan menggunakan TFTP (The Financial Tracking Program-Program Pelacak Keuangan). Berada disana sepertinya tidak akan ada petunjuk tertentu. Pria nomor 2 Joo Soo Young, putra bungsu Man Gab Seong. Kita mengecek ponselnya, tapi tak menemukan apapun." beber Joon Min. Jin Hyuk termenung karena misi belum berhasil juga.

Di luar ia berbicara dengan Sin Gi Joon. Si Gi Joon menanyai penyelidikannya mengenai Joo Soo Young. Jin Hyuk menjawab dengan satu kata: belum.
"Aigoo, apa perhitunganmu saat kau membuat sebuah perjanjian?" seru Sin Gi Joon. "Jika kau mengatakan akan menangkap dia dalam waktu satu bulan, akankah dia akan muncul begitu saja dan berkata 'Tada'? Deputi Direktur Lee terlihat sangat tegas," keluhnya. Lalu ia teringat pada Ha Na dan menanyakannya. Jin Hyuk mengatakan Ha Na pasti memegang petunjuk, tapi sepertinya ingin menyembunyikan sesuatu karena Ha Na menolak diajak bekerjasama.
Sin Gi Joon meminta Jin Hyuk untuk terus mengikuti Ha Na. Jin Hyuk berkomentar bahwa mengikuti Ha Na bukan lagi sebuah pilihan karena menurutnya Ha Na sudah menunjukkan bahwa hal itu sebagai penyelidikan ilegal.
"Aku pikir satu-satunya pilihan adalah bekerjasama."
"Apa?" Sin Gi Joon kaget dengan pernyataan Jin Hyuk yang ingin mengajak Ha Na bergabung dalam tim mereka. Apalagi saat di interogasi saja Ha Na tak menghasilkan jawaban yang memuaskan.
 "Tapi kita tak memiliki banyak waktu," Jin Hyuk mengingatkan.
"Jadi kau akan menarik wanita ini ketika kita bahkan tak tahu apa yang ada di sisinya?" tanya Sin Gi Joon menyakinkan Jin Hyuk tentang keputusannya. "Apa kau ingin membawa granat dan menghancurkan diri sendiri? Dan kau bilang bahwa wanita itu tak mempunyai niat untuk bekerjasama?"tanyanya.
"Aku akan menemukan caranya," ucap Jin Hyuk.
"Whoa, petugas wanita itu sungguh-sungguh sesuatu yang lain," komentar Sin Gi Joon dengan mimik kesal.
Lalu Jin Hyuk berjanji jika tersangka sudah berhasil ditangkap dan Ha Na memiliki koneksi bahkan sekecilpun dengan mereka, ia berencana akan mencopot lencana Ha Na.
"Orang seperti Oh Ha Na tidak memiliki hak untuk menjadi seorang polisi!" tandas Jin Hyuk.

Ha Na mendatangi bank tempat Man Soo bekerja untuk mencari pinjaman guna melunasi cicilan kedua apartemennya. Ha Na sebenarnya enggan kesana, namun hanya bank yang memberikan pinjaman awal yang bisa membantunya. Ha Na mengintip dari balik kaca pintu. Man Soo datang dari arah luar bersama tunangannya.
"Oh Ha Na, apa yang kau lakukan disini lagi?" tanya Man Soo.
"Sayang, mengapa kau mempermalukan dirinya seperti itu. Dia mungkin kesini untuk mengurus pinjaman cicilan kedua apartemennya," ucap tunangan Man Soo berlagak baik. Ha Na membenarkan. Tunangan Man Soo juga berkata saat hari pertunangannya ia melihat Ha Na diseret-seret dan senang ternyata Ha Na baik-baik saja.
"Aku terlihat baik-baik saja?" seru Ha Na kesal. Man Soo menengahi dan meminta tunangannya masuk.

Man Soo membawa Ha Na kesebuah restoran untuk berbicara. Ia berjanji akan membantu Ha Na untuk mendapatkan pinjaman dari bank.
"Aku akan melakukan apapun dengan kekuasaanku untuk mendapatkan pinjamanmu secepatnya," ucap Man Soo yakin.
Ha Na hanya bisa mengucapkan kata terimakasih. Tanpa diketahui, Jin Hyuk ada di belakang Ha Na dan menguping pembicaraan mereka.
 
"Tapi mengapa kau tiba-tiba begitu sangat baik?" tanya Ha Na.
"Karena setelah kau mendapatkan pinjaman itu, kau akan berhenti mendatangi bank. Aku tak masalah, tapi itu mungkin tak nyaman untukmu saat melihatku."
"Kau tak masalah? Kau tak merasakan apapun saat melihatku?"
"Tidak."
Lalu Man Soo meminta Ha Na menghubunginya dan  akan mengatur pinjaman melalui kantor cabang lain. Setelah itu ia mengajak Ha Na untuk tak bertemu lagi satu sama lain. Ha Na hanya terdiam dan membiarkan Man Soo pergi. Beberapa saat kemudian ia bangkit dan berlari mengejar Man Soo. Man Soo memandang Ha Na dengan ketakutan apalgi melihat Ha Na mulai mengepalkan tangannya. Padahal Ha Na cuma bertanya berapa lama ia harus mengurus surat-surat untuk syarat peminjaman.
"Lebih cepat lebih baik," jawab Man Soo.
Ha Na menyanggupi. Lalu mereka saling membalikkan badan dan mulai berjalan menjauh. Ha Na menoleh ke arah Man Soo yang dilihatnya sangat kegirangan dan berjalan dengan riang (lucu liat jalannya Man Soo).
Ha Na kembali berjalan dengan menahan kesal. Lalu ia tiba-tiba kembali menoleh ke belakang seperti hendak menyusul Man Soo, namun urung saat ia melihat Jin Hyuk bersembunyi di balik tiang. Jin Hyuk kaget dan berusaha menutupi wajahnya. Ha Na terus memandang Jin Hyuk dalam diam dengan wajah sedih. Melihat Ha Na seperti itu Jin Hyuk merasa tak enak hati.

Jin Hyuk membawa Ha Na ke sebuah kedai. Ha Na mulai minum soju untuk menghilangkan stressnya. Ha Na memakan belut laut dan menyuruh Jin Hyuk juga makan. Ia berkata kunyahlah belut laut seperti kau menguyah orang tertentu. Ia juga berkata Jin Hyuk dan Lee Man Soo semakin dilihat semakin ia berpikir kata-kata 'tunggulah dan liat'. Ha Na mengatakan hal itu sambil memandang Jin Hyuk dengan tajam.
Jin Hyuk menasehati Ha Na agar jangan menyalahgunakan wewenang untuk balas dendam. Ha Na mencela Jin Hyuk yang berpihak pada Man Soo karena ia juga laki-laki.
"Apa kau tahu betapa sulitnya untuk membalas dendam? Sebuah perencanaan dan kerja keras dan kadang-kadang ini merupakan operasi yang memerlukan uang." beritahu Ha Na.
"Jadi daripada kau membuang uang dan energi lebih baik kau membuat dia menyesalinya. Itu cara balas dendam terbaik." usul Jin Hyuk.
Ha Na bingung bagaimana caranya agar Man Soo menyesal. Jin Hyuk berkata Ha Na harus bisa melupakan Man Soo secara total dan hidup seperti dia bukan apa-apa. Ha Na berpendapat hal itu seperti menyuruh seorang insomnia untuk segera tidur. Tak semudah itu untuk melupakan seseorang. Ia mencurigai Jin Hyuk.
"Ada sesuatu disana, kan?" tanyanya. Jin Hyuk tak menjawab. Ia malah meneguk segelas soju.
"Cara terbaik melupakan seseorang adalah dengan mengubur diri dengan beberapa aktivitas." Jin Hyuk mulai mengarah ke tujuannya mengajak Ha Na bekerja sama. Ia juga berjanji akan mengembalikan pekerjaan Ha Na jika ia membantu NIS menangkap Joo Soo Young.
"Tetapi siapa J-Joo...Orang itu siapa?" Ha Na kesulitan mengucapkan nama Joo Soo Young. Jin Hyuk berkata jika ia tahu bahwa Ha Na sebenarnya tahu. Jin Hyuk mengingatkan Ha Na yang mengatakan bahwa ia pertama kali bertemu dengan tersangka di night club, tapi ternyata Ha Na tahu dimana ia tinggal. Ha Na tak menyanggah ucapan Jin Hyuk. Ia malah bangun dan meminta bon tagihan pada bibi penjual. Jin Hyuk ikut bangun dan berseru akan membayarkan tagihan mereka. Ha Na malah mengambil kesempatan dengan meminta dibungkuskan belut laut, kaki ayam dan 2 botol soju serta ditambah dengan cacing sendok (what, makanan jenis apa ini?). Jin Hyuk kebingungan dengan banyaknya pesanan tambahan, yang artinya duit di dompetnya nggak cukup untuk membayar. Akhirnya ia bertanya apa bisa membayar dengan kartu kredit.

Ha Na berjalan menuju rumahnya dengan diikuti Jin Hyuk dari belakang. Jin Hyuk yang sudah tak tahan menghadapi  sikap Ha Na menarik lengannya dengan paksa.
"Apa di dunia ini yang tidak kau inginkan?" tanyanya kesal. "NIS secara resmi akan meminta transfer khusus sementara untukmu. Ini adalah kasus istimewa yang dapat bermanfaat untukmu." seru Jin Hyuk.
Ha Na tetap tak mau bekerjasama. Ia mengatakan alasannya yang tak mau bekerja dalam sebuah perusahaan. Jin Hyuk berkata bukankah polisi juga bekerja dalam sebuah tim. Baginya sama saja. Ia dan Ha Na akan bekerja sebagai partner dalam investigasi. Jin Hyuk juga menegaskan setelah mereka mulai bekerja secara resmi, Ha Na tak akan menemui kesulitan. Ha Na berpendapat lain. Ia mengira dengan cara ini Jin Hyuk dapat dengan mudah mengawasinya. Tentu saja Jin Hyuk langsung menyanggahnya. Ha Na melunak. Ia meminta Jin Hyuk pergi dan menunggu teleponnya karena ia akan berpikir masak-masak. Ha Na berbalik dan  masuk ke rumahnya bersamaan dengan datangnya bibi penyewa rumah. Ha Na menyapanya. Bibi penyewa mengatakan baru saja pergi ke kantor real estate. Ha Na ketakutan mendengar bibi penyewa sudah mencari rumah sewa yang lain. Ia kembali mendapat akal dengan menarik Jin Hyuk dan mengenalkannya sebagai tukang yang akan memasang wallpaper dan jendela.
Ha Na juga berbohong jika Jin Hyuk sangat terkenal karena keahliannya. Ia juga sering memasang wallpapper di rumah selebritis. Bibi penyewa terlihat senang dan percaya pada ucapan Ha Na sedang Jin Hyuk sedari tadi memasang tampang bingung. Ha Na membawa Jin Hyuk masuk ke dalam. Ibu Ha Na yang sedang olahraga malam berteriak saat melihat Jin Hyuk. Bibi penyewa merasa aneh dan berkata orang itu terkenal, tapi masa orang seperti Ibu Ha Na juga bisa kenal. Ha Na segera berkilah ibunya pasti melihat Jin Hyuk di TV. Ia meminta ibunya yang masih syok menuruti ucapannya. Ibu Ha Na mengangguk-anggukan kepalanya dan mengatakan pernah melihat Jin Hyuk di TV. (ibu sama anak kompak banget. BOONGnya, hehe...).
Bibi penyewa makin senang. Ia langsung mengajak Jin Hyuk melihat ruangannya. Ha Na mengancam Jin Hyuk jika tak mau diajak kerjasama dirumahnya, maka lupakan saja tentang partner mereka. Masih dengan tampang oon Jin Hyuk mau saja ditarik masuk ke dalam rumah sewa sang ahjumma. Ahjumma itu menerangkan letak wallpapper yang ingin dipasangnya. Ia menginginkan wallpapper yang merefleksikan keeleganan dan kemewahan. Lalu ia bertanya mengapa Jin Hyuk tak membawa beberapa contoh wallpapper malah datang dengan tangan kosong. Jin Hyuk cuma bisa memandangi kedua tangannya (wkwkwk, kocak banget liat ekspresi wajah Jin Hyuk). Ha Na segera menyambar dengan bilang Jin Hyuk datang untuk melihat kondisi rumahnya dulu. Memasang wallpapper kan harus cocok dengan gaya rumah dan dekorasi interiornya.
Ahjumma itu mengajak masuk ke dalam kamar tidurnya dan meminta Jin Hyuk mengukur untuk perkiraan. Jin Hyuk ingin protes, tapi apa daya Ha Na juga menyuruhnya untuk mengukur dinding kamar. Dengan tampang khasnya (bingung plus oon, hehe...) Jin Hyuk mulai mengukur dinding kamar dengan jengkal tangan. Sang ahjumma rada-rada aneh melihat cara Jin Hyuk. Ha Na langsung menutupinya dengan berseru "Ini American Style."

Jin Hyuk memandang Ha Na seakan ingin bilang 'Apa yang harus kulakukan lagi...???' Ha Na langsung membimbing Jin Hyuk. "One yards...Two yards..." serunya sambil dibarengi dengan Jin Hyuk yang mengukur dengan merentangkan kedua tangannya ke dinding (wkwkwk...gak tahan liat tampang kocak Jin Hyuk dan Ha Na di scene ini). "Three yards...American style..." ucap Ha Na sambil menoleh ke ahjumma.

Setelah acara ukur-mengukur, Jin Hyuk dibawa menghadap ibu Ha Na. Mereka duduk bertiga di ruang makan. Ibu dan anak bersamaan memandangi Jin Hyuk dengan pandangan tajam (plus dendam karena pernah disengsarain sama Jin Hyuk, haha...).
Lalu ibu Ha Na bangun mengambil sebotol minuman kesehatan di kulkas dan menyodorkannya pada Jin Hyuk. Jin Hyuk memandang minuman itu dengan pikiran 'jangan2 udah dikasih racun'. Ibu dan Ha Na sangat berharap Jin Hyuk meminumnya dan tentu saja gak GRATIS!!! Tapi akhirnya mereka harus kecewa saat Jin Hyuk tak menyentuh minuman itu.
"Mengapa kau tak pergi sekarang? Ini sudah larut dan kita tak punya sesuatu yang harus dibicarakan." ucap Ha Na.
"Pikirkan baik-baik. Jika investigasi berjalan baik, ini merupakan kesempatan bagus untukmu juga." Jin Hyuk kembali menyakinkan Ha Na.
Ibu Ha Na ikut nimbrung dan bertanya apa itu sesuatu yang berbahaya. Ha Na masih ragu untuk menyanggupi ajakan Jin Hyuk. Tapi ujung-ujungnya ia minta imbalan (duit) untuk kerjasama ini.
"Ini bisa menjadi referensi untukmu. Jika Joo Soo Young berhasil ditangkap sebanding dengan bantuan Oh Ha Na dalam investigasi ini, bonus kompensasi tentu akan disediakan," janji Jin Hyuk.
"Berapa?" tanya ibu dan anak kompak. Ibu Ha Na menunjukkan dua jari, tapi Ha Na tak mau. Ia minta lebih dengan menunjukkan kelima jarinya pada Jin Hyuk.
Jin Hyuk menyanggupi dan berkata dengan uang itu Ha Na bisa membiayai pemasangan wallpapper dan jendela. Ibu dan anak itu sangat senang akan mendapatkan uang banyak bahkan sudah tak menghiraukan ucapan Jin Hyuk lagi.

Joo Soo Young menelepon Do Hoon.
"Ini sudah cukup lama, Direktur Han....!" sapanya.
"Sudah kubilang jangan menghubungiku dengan nomor ini!" Do Hoon terlihat tak suka mendapat telepon dari Joo Soo Young.
"Nomor ini sudah dilacak," ucap Joo Soo Young enteng.
"Sudahkan kau mendapatkan barang yang ku kirimkan padamu?" tanya Do Hoon.
Joo Soo Young bilang lebih baik mereka bertemu untuk membicarakan hal itu. Do Hoon menolak dengan beralasan situasi akhir-akhir ini masih cukup mengganggu dan ia khawatir mereka akan sulit bertemu.
"Kau sudah kehilangan keberanianmu, huh? Direktur Han kita," ejek Joo Soo Young.
Do Hoon tak terpancing emosinya. Ia menginformasikan bahwa NIS sudah mengawasi mereka. Joo Soo Young beranggapan Do Hoon akan mengakhiri kerjasama mereka. Do Hoon berkata lebih baik berhati-hati dan menyuruh Joo Soo Young bersembunyi untuk sementara waktu. Lalu ia segera menutup teleponnya. Seorang karyawati menghampirinya dan memberikan sebuah kotak berisi cenderamata.
Do Hoon melihat kotak itu dan meminta sisanya di distribusikan untuk tim. Ia juga meminta dilabeli dengan bahasa Inggris dan segera di distribusikan pada turis asing sebagai souvenir.

Ha Na datang ke kantor NIS. Se Mi yang menyambut kedatangan Ha Na.
"Nona, Oh Ha Na. Kita bertemu lagi," sapanya.
"Well, tampaknya situasinya juga sedikit berbeda," jawab Ha Na sambil menyerahkan tasnya pada Se Mi. Ia merasa di atas angin dan ingin diperlakukan sebagai tamu kehormatan.
Se Mi membawa Ha Na ke sebuah ruangan dan memintanya menunggu sebentar. Lalu ia hendak pergi tapi dicegah oleh Ha Na.
"Tunggu sebentar. Apa kau memerintahku sekarang?" tanya Ha Na.
Se Mi menahan kekesalannya dan langsung meralat ucapannya "Silahkan..."
Ha Na merasa senang lalu menyuruh Se Mi keluar.

Tak lama Sin Gi Joon datang. Ia meminta Ha Na menandatangi dokumen perjanjian agar merahasiakan tentang investigasi ini.
Ha Na memeriksa dokumen itu. Sin Gi Joon mengatakan tak ada hal khusus dalam dokumen itu dan meminta Ha Na tanda tangan saja. Ha Na berkomentar di rumahnya terlalu banyak barang yang dengan mudah ia tandatangani dan akhirnya membawanya dalam masalah.
"Aku tak keberatan dengan hukuman apapun atau yang berhubungan dengan langkah-langkah yang diambil terhadapku," Ha Na menolak tandatangan dengan mengangsurkan kembali dokumen itu pada Sin Gi Joon.
"Tak akan ada masalah sama sekali jika kau menyimpan semuanya untuk dirimu sendiri," sela Sin Gi Joon.
"Kau kan sudah dengar. Aku juga memiliki kondisi..." ucap Ha Na.
"Kau akan direkrut oleh NIS secara resmi. Kau akan bertindak atas perintah. Gajimu akan dibayarkan seperti biasa. Dan masalah keuanganmu dengan bank akan diurus." janji Sin Gi Joon.
Ha Na menanggapinya dengan mengatakan bagaimanapun ia pasti akan tandatangan demi kesepakatan mereka. Tapi sebelum tanda tangan ia masih ingin memastikan perjanjian itu dilakukan dengan benar. Sin Gi Joon terlihat menahan kesal karena negoisasinya dengan Ha Na berjalan alot. Ia meminta Ha Na mempercayainya. Lalu Jin Hyuk datang.

Di luar Sin Gi Joon memperingatkan Jin Hyuk agar Deputi Direktur Lee tak mengetahui hal ini. Ia memberitahu bahwa sejak Deputi Direktur Lee dipermalukan oleh Insperktur Umum Baek tempo hari, dia agak sensitif jika sesuatu tentang kepolisian disebut-sebut. Apalagi jika mengetahui NIS melibatkan seorang petugas polisi yang pernah diinterogasi sebelumnya. Sin Gi Joon sudah bisa menerka pasti bosnya akan sangat menikmati membuat keributan. Jin Hyuk berjanji akan bekerja diam-diam. Sin Gi Joon kembali mengingatkan sebelum batas akhir perjanjian mereka pasti Deputi Direktur Lee akan mengawasi Jin Hyuk dengan ketat. Pembicaraan mereka terpotong saat tiba-tiba mereka melihat Deputi Direktur Lee datang bersama dengan rombongan Inspektur Umum Baek. Jin Hyuk cepat-cepat menarik Ha Na untuk bersembunyi.
Sin Gi Joon bergabung dengan rombongan itu. Jin Hyuk meminta Ha Na untuk diam karena ia tak mau Ha Na terlihat ada disana. Inspektur Umum Baek sendiri datang ke Departemen NIS untuk melihat mesin pengujian teknologi presentasi gambar melalui proyeksi millisecond.

Setelah rombongan itu lewat, Ha Na dan Jin Hyuk mengintip dari balik pintu. Ha Na bertanya mengapa mereka harus bersembunyi darinya. Sebelum Jin Hyuk sempat menjawab, ia dikejutkan oleh rekan kerjanya (si reseh- Jin Hyuk manggil sunbae) yang ikut-ikutan ngintip. Jin Hyuk sampai melompat keluar, begitu juga dengan Ha Na.
Jin Hyuk bertanya dengan kesal apa yang sedang dilakukannya. Sunbae malah bilang tak usah bertanya mengenai pekerjaan rekan kerja. Ia melihat Ha Na lalu berkomentar baru kali ini melihatnya (dia lupa pernah liat Ha Na di ruang interogasi). Ia malah mengira Ha Na pacar Jin Hyuk. Terang saja Jin Hyuk langsung membantahny.
Sin Gi Joon datang. Ia kembali mengingatkan Jin Hyuk. Jin Hyuk mengerti lalu membawa Ha Na pergi dari sana. Si sunbae masih saja penasaran. Ia bertanya pada Sin Gi Joon apa mereka berkencan dan dijawab tidak oleh Sin Gi Joon.
"Sudah tiga tahun berlalu. Inilah waktunya untuk berpindah dari Eun Seo," seru sunbae.
"Jangan pernah menyebut Eun Seo di depan Leader Tim Go. Jangan membuatnya bingung!" hardik Sin Gi Joon berang.

Sementara itu di sebuah bandara, seorang wanita baru saja mendarat dari penerbangan luar negeri. Ia mendorong travel bag-nya sambil menelepon seseorang.

Jin Hyuk memulai kerjasamanya dengan Ha Na.
"Ada 4 hal utama yang ingin aku ketahui. Identitas tersangka. Rute perdagangan narkoba. Hubunganmu dengan tersangka. Markas tersangka," ucap Jin Hyuk cepat.
"Kau tak mengharapkan aku tahu itu semua, kan?" keluh Ha Na.
"Kau hanya perlu mengungkapkan semua yang kau ketahui dalam tugas investigasi untuk mengakhirinya secepat mungkin. Oke, kita mulai dari identitas tersangka," ucap Jin Hyuk sambil memperlihatkan sebuah foto. "Siapa nama tersangka?"
"Lee Geun Bae." jawab Ha Na. Tapi sekarang ia tak tahu dimana Geun Bae tinggal. Kemudian Jin Hyuk menanyakan lokasi markasnya. Ha Na juga tak tahu. Jin Hyuk menyuruh Na Ha memikirkan tempat yang mungkin dikunjungi Geun Bae. Ha Na ingat sesuatu lalu mengajak Jin Hyuk pergi kesana.

Ditempat lain Han Do Hoon tengah menemani 2 orang kliennya salah satunya Presiden Park menonton pacuan kuda. Mereka berbincang mengenai lukisan The Cotinsky yang direkomendasikan oleh Do Hoon untuk Senator Kim. Presiden Park memuji Do Hoon karena Senator Kim sangat menyukai lukisan itu.
Tiba-tiba Joo Soo Young muncul. Presiden Park terlihat tak menyukai kehadirannya. Lalu Do Hoon dan Joo Soo Young saling sindir.
"Yang terpenting itu kita menikmati permainan. Jangan terlalu terpaku pada menang atau kalah. Terima saja kekalahan dengan mudah," ucap Do Hoon.
"Bagaimana bisa kita melakukannya dengan mudah? Aku pikir ada banyak cara untuk melihat ini. Lebih baik kita memaksakan diri untuk melanjutkan.  Atau....kita beristirahat," timpal Joo Soo Young.
Do Hoon kembali berkata "Memulai di garis start pada waktu yang tepat sangat penting. Jika kita kehilangan waktu yang tepat atau yang lain itu akan mengakibatkan kerugian yang besar."
"Itu yang aku katakan. Sejujurnya, aku sangat penasaran tentang aspek tertentu dalam pacuan kuda," ucap Joo Soo Young.
"Apa itu?" Presiden Park jadi penasaran.
"Kuda diuji positif dalam tes obat bius. Apa yang akan pemilik lakukan pada kuda?"tanya Joo Soo Young.
"Menurut pendapatku, dia akan memberikan kesempatan lain. Kuda berlari adalah segalanya untuk trek pacuan kuda. Menyangkalnya sama sekali setelah satu kesalahan sangat kejam bukan?" ucap Do Hoon. "Namun untuk merefleksikan kesalahan dan untuk mengerti kuda itu sendiri bersama, kita harus memberikan waktu yang cukup sebelum mengizinkannya kembali ke trek."
"Wow, analisis yang bagus!" puji joo Soo Young sambil tertawa (terpaksa).

Ha Na membawa Jin Hyuk ke suatu tempat. Ha Na tampaknya sangat mengenal tempat itu. Terbukti Ha Na mempunyai password untuk masuk kesana. Ternyata tempat itu yang didepannya seperti rumah biasa adalah sebuah kasino.
Seorang pelayan menghampiri Ha Na dan merampas ponsel Ha Na serta bertanya bagaimana Ha Na bisa masuk. Pemilik kasino muncul dan memukul kepala pelayan sambil memakinya. Lalu ia mengembalikan ponsel pada Ha Na.
"Petugas Oh, kau tak marah, kan?" sapanya ramah.
Ha Na tak mau berbasi-basi. Ia langsung menyerahkan foto Geun Bae dan minta tolong untuk menemukan keberadaannya. Pria itu minta kompensasi. Ha Na memberikan lisensi gratis satu tahun.

Setelah itu ia mendatangi sebuah klub malam dan menemui seorang wanita. Ia juga menawarkan lisensi gratis satu tahun. Selain itu ia mengiming-imingi bonus tambahan jika cepat menemukan Geun Bae.
Di luar Jin Hyuk tak tahan untuk bertanya apa itu 'Lisensi gratis 1 tahun'. Ia menebak jika itu artinya mem-backing usaha mereka selama setahun. Jin Hyuk bilang tak mungkin mengabaikan perbuatan ilegal itu.
"Mengapa kau pikir Geun Bae bergabung dengan sindikat perdagangan narkoba? Karena dia ingin mendapatkan uang banyak dalam satu kali tembakan. Ketika dia mempunyai uang, dia bisa memamerkan barang bermerek, wanita, alkohol. Menghabiskan waktu mereka di gang-gang beratap adalah bagaimana mereka hidup. Jadi, melalui jenis koneksi apa agar kita dapat menemukan orang seperti itu? Departemen NIS? Kantor Polisi?" Ha Na membuat pemahaman untuk Jin Hyuk.
"Meskipun demikian, aku tak bisa membenarkan penyelidikan dilakukan dnegan cara seperti ini," Jin Hyuk masih bersikeras.
Ha Na gregetan sama Jin Hyuk yang masih kolot sama aturan NIS. Ia bertanya apa mereka akan mengaku jika dibawa ke Departemen NIS dan mau diajak kerjasama. Kita hanya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan jika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itu merupakan aturan yang tak disebut dalam perdagangan. Lagi-lagi Jin Hyuk masih ngeyel. Ia mendebat Ha Na padahal ia seorang polisi. Ha Na kembali bertanya memang kenapa. Ia selalu memakai identitas kepolisiannya. Tak jadi masalah jika kau naik pesawat, kereta, atau jalan kaki. Selama mencapai Seoul (tujuan), itu sudah cukup. Jin Hyuk protes jika proses itu sama pentingnya dengan hasil.
"Kau tidak berniat menangkap Joo Soo Young? Atau kau hanya ingin terus menempel padaku seperti ini?" seru Ha Na kesal.

Ha Na berada di kedai bersama Jin Hyuk. Ia mendapat SMS : Aku kira aku melihatnya di Cafe Internet Gaepu Dong tempo hari. Lalu ia menandainya di PETA. Ia mendapat SMS lagi yang memberitahu seorang tamu yang diduga Geun Bae minggu lalu. Ha Na mengeluh mengapa tak seorangpun yang memberitahu keberadaan Geun Bae dengan akurat. Jin Hyuk masih kesal pada Ha Na. Ia mengambil PETA dan mengajak Ha Na pergi dari sana. Tak mau rugi, Ha Na cepat-cepat memasukkan semua makanan yang sudah dibeli ke dalam tasnya.

Mereka kembali ke kantor NIS. Joon Min (scene dia neh yang paling aku tunggu2) memberikan laporan perkiraan tempat-tempat yang sering didatangi Geun Bae belakangan ini.
Jin Hyuk mengenalkan Ha Na pada Joon Min. Joon Min kaget melihat Ha Na dan  mengenalnya sebagai orang yang berbahaya, hehe...
Jin Hyuk meminta Joon Min mengecek rekaman CCTV di semua area yang dilaporkan Ha Na. Ia juga meminta konfirmasi dan laporannya jika Geun Bae muncul di area tsb.
"Jadi pelanggaran privasi orang dilakukan disini, huh?" komentar Ha Na. Lalu ia menekan tombol yang ada di bawah meja dan sukses mematikan layar monitor di ruangan itu. Jin Hyuk cuma bisa bengong, sedangkan Joon Min terlihat sangat kesal.
"Mengapa kau menimbulkan masalah lagi? Bagaimana bisa kau melakukan itu?" sungut Joon Min.
"Bagaimana bisa kau mematikan tombol sumber listrik utama sumber?" bentak Jin Hyuk.
"Semua tombol utama terlihat sama..." ucap Ha Na dengan innocent (wkwkwk, parah neh orang).

NIS rapat.
Joon Min kembali menjelaskan laporannya pada anggota timnya di layar transparan. Geun Bae selalu terlihat di pusat hiburan dewasa, salon, KTV (tempat karoke) dan Geun Bae suka bergaul dengan geng kecil. Dari hasil investigasi ditemukan bahwa sekelompok kecil ini bekerja di tempat yang sama di lokasi pembuangan/penampungan mobil bekas Heukseok-dong. Selagi NIS tengah serius rapat, Ha Na malah sedang terkantuk-kantuk duduk di pinggir tangga.
Lalu tiba-tiba ia terjatuh karena sudah tak dapat menahan kantuk lagi. Semua orang kaget melihat kelakukan Ha Na dan serentak menoleh padanya.
"Petugas Oh Na Na, pergi keluar istirahat!" perintah Jin Hyuk. Ha Na yang belum sepenuhnya sadar cuma mengangguk malu.

Seorang wanita menekan tombol lift lalu bersender di dinding menunggu pintu lift terbuka. Jin Hyuk lewat sambil memegang map. Ia terlihat kaget melihat wanita itu dan berusaha mengejarnya yang sudah keburu masuk ke dalam lift tanpa melihat Jin Hyuk. Jin Hyuk hendak menekam tombol lift, namun urung dilakukannya.
Sin Gi Joon muncul dan menyapanya.
"Eun Seo kembali...?" tanya Jin Hyuk. Yup, wanita tadi adalah Eun Seo mantan pacar Jin Hyuk.
Sin Gi Joon meminta Jin Hyuk tak memikirkan tentang itu. Ia mau Jin Hyuk fokus pada kasus investigasi saja. Ia khawatir konsentrasi Jin Hyuk terpecah karena kedatangan Eun Seo. Ia juga meminta Jin Hyuk bergerak dari masa lalu dan hidup di kehidupan yang sekarang.

Eun Seo datang menemui Wakil Direktur Lee. Dari obrolan mereka diketahui bahwa selama ini Eun Seo ditugaskan ke Timur Tengah. Sekarang ia kembali ke Korea dan bergabung lagi dengan NIS.

Jin Hyuk sedang latihan menembak. Eun Seo datang menyapanya.
"Keahlianmu masih bagus seperti yang dulu. Aku dengar kau menjadi Leader Tim? Kau selalu populer. Aku bahkan selalu mendengar tentang kau di Timur Tengah."
"Kapan kau kembali?" tanya Jin Hyuk yang sedari tadi bengong.
"Kemarin," jawab Eun Seo enteng. "Kapan aku mampu menjadi Leader Tim? Kau mau membantuku, Sunbae? Mari kita berhubungan baik mulai dari sekarang. Bukankah kita partner terbaik?" tanyanya.
Jin Hyuk tak menjawab. Ia kembali berlatih menembak. Eun Seo juga ikut bergabung.

Eun Seo menembak tepat sasaran sedangkan Jin Hyuk konsentrasinya buyar dan tembakannya jauh meleset.

Di kediaman Joo Soo Young tampak anak buahnya tengah sibuk mengangkut barang-barang. Joo Soo Young memanggil tangan kanannya Gap Seong dan menyerahkan kunci mobil sambil berpesan untuk menyelesaikan sisa bisnisnya dengan benar dan jangan sampai melakukan kesalahan.

Gap Seong mendekati Geun Bae yang tengah membakar semua barang-barang yang berhubungan dengan bisnis kejahatan Joo Soo Young. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti. Geun Bae juga tak sayang waktu mematahkan ponsel dan melemparnya ke dalam api. Gap Seong menghampiri Geun Bae. Ia memintanya untuk mengurus mobil Joo Soo Young dan jangan sampai meninggalkan jejak.

Ha Na tengah mengemasi berdus-dus minuman kesehatannya ke dalam tas besar. Ibunya bertanya apa ia akan melakukan perjalanan.
"Apakah aku terlihat seperti akan melakukan sebuah perjalanan?" tanya Ha Na balik. "Bu, sudahkan kau mendengar pribahasa Membunuh dua burung dengan satu batu? Mendapatkan uang saat bekerja pada waktu yang sama." jawab Ha Na. Lalu ibu Ha Na memberikan sebuah topi untuknya. Ibunya meminta Ha Na memakai topi saat berjualan karena hal ini pasti sangat memalukan (gak ada hal yang memalukan deh kayaknya buat Ha Na yang penting dapet uang banyak, hehe...)

Ha Na bekerja menjadi tukang parkir sambil menawarkan barang dagangannya di depan sebuah supermarket.
"Di jual minuman delima. Sangat sehat dan enak !!" teriak Ha Na. Baru tahu kalo minuman kesehatan yang sering dijual Ha Na itu jus delima.
Dari arah jauh Jin Hyuk melihat aksi Ha Na dengan tatapan tak percaya dari dalam mobilnya.
"Wanita ini benar-benar..." gumam Jin Hyuk.
Pemilik supermarket keluar. Ia memarahi Ha Na yang berjualan seenaknya di depan kiosnya dan mengusir Ha Na pergi. Ha Na merangkul ahjumma itu lalu memperlihatkan lencana polisinya. Ahjumma itu kaget. Ha Na memberitahu bahwa ia sedang bertugas dalam sebuah operasi sipil. Ia meminta ahjumma itu untuk bekerjasama. Ahjumma itu mengerti dan memberi izin Ha Na berjualan.

Jin Hyuk menghampiri Ha Na dengan wajah kesal. Ia memprotes Ha Na. Tapi bukan Ha Na kalau nggak pinter cari alasan.  Ia bilang sedang dalam operasi rahasia. Ia mencoba mengalahkan lawan dengan gerakan mengejutkan. Dan bertanya ini ide yang bagus, kan? Penyamaran yang sempurna untuk mengalahkan Geun Bae.
Jin Hyuk marah kali ini. "Kau sama sekali tidak membantu bahkan untuk sekarang. Apakah kau pernah mempertimbangkan apa yang akan terjadi padamu jika kita membiarkan Lee Geun Bae lolos kali ini?"
Ha Na masih tetap menyangkal sedang menjalankan bisnis sampingan. Sebuah mobil hitam lewat. Reflek Jin Hyuk merangkul Ha Na untuk menyembunyikan wajah mereka. Pengendara mobil itu adalah Geun Bae. Jin Hyuk tak ingin Geun Bae kabur lagi. Ha Na yang di rangkul Jin Hyuk yang secara tiba-tiba kaget dan berontak. Jin Hyuk terpaksa harus menutup mulut Ha Na yang mulai meneriaki nama Geun Bae. 
Jin Hyuk menyusul Geun Bae yang datang ke lokasi pembuangan mobil bekas. Jin Hyuk memberi laporan bahwa ia sedang mengikuti Geun Bae dan meminta timnya untuk siaga. Sementara dari belakang Ha Na tengah bersusah payang menggotong perkakasnya; payung besar, meja lipat, kardus minuman. Jin Hyuk masuk ke dalam mengintai Geun Bae sedangkan Ha Na sibuk memasukkan perkakasnya ke dalam mobil Jin Hyuk.
Geun Bae mendatangi teman gengnya yang bekerja disana. Mereka mengagumi mobil baru Geun Bae dan bertanya dari mana Geun Bae bisa mendapatkan mobil sebagus itu. Salah satu dari mereka menebak bahwa Joo Soo Young yang memberikan mobil itu. Geun Bae berniat memodifikasi dan mengecat ulang mobil itu alih-alih membuangnya sesuai perintah bosnya. 

Jin Hyuk kembali menelepon memberitahu dimana posisinya. "Pembuangan mobil bekas Heukseok-dong. Tersangka-total ada 4 orang. Aku tak melihat ada senjata," ucap Jin Hyuk. Lalu tiba-tiba terdengar gonggongan anjing. Jin Hyuk melihat keempat orang itu menjauh dan mendatangi Ha Na yang sedang menenangkan anjing-anjing itu.
"Noona, bagaimana kau bisa....?" tanya Geun Bae bingung.
"Geun Bae, aku tak menyangka akan bertemu denganmu secara kebetulan disini," ucap Ha Na panik. Geun Bae tahu Ha Na berbohong.
Pria gendut disamping Geun Bae bertanya "Apa kau mengenal wanita ini, Hyung?"
"Ya, aku mengenalnya. Karena dia aku harus bersembunyi di sauna. Bahkan aku tidak bisa pulang. Oh iya, aku dengar kau keluar dari Il San (kantor polisi-red)?" tanya Geun Bae.
"Siapa bilang. Aku masih petugas polisi sekarang," Ha Na makin panik.
"Tidak...tidak....Itu semua masa lalu. Kau sudah dipecat."
Ha Na masih menyangkal bahkan ia mengatakan bahwa saat ini dalam misi penyamaran. Geun Bae tertawa mengejek. Ia malah berkata akan memberikan ucapan selamat seperti orang biasa pada Ha Na sebelum pergi. Ha Na sudah mencium hal buruk bakal terjadi padanya. Ia mulai ketakutan dan mundur secara perlahan mengancam Geun Bae dan pengikutnya tak melakukan apapun yang nantinya akan mereka sesali. Lalu ia hendak menunjukkan lencananya, namun salah satu dari mereka menahan lengan Ha Na dan khawatir Ha Na telah mendengar percakapan mereka. Ha Na berkata pada Geun Bae yang mengenalnya dari dulu ia tak peduli tentang urusan bisnis orang lain. Geun Bae tak mau dengar. Ia malah pergi dan menyuruh temannya menahan Ha Na. Ia sendiri kembali ke mobilnya dan hendak pergi dari sana, tapi kemudian Jin Hyuk datang dan langsung menghajarnya. Jin Hyuk melumpuhkan Geun Bae dengan mudah. Namun dari arah belakang teman Geun Bae menghatam punggungnya dengan kayu.
Ha Na panik. Ia berlari ke mobil Geun Bae dan mencoba menjalankan mobil itu walau sebenarnya ia tidak bisa menyetir. Geun Bae yang melihat itu berlari ke arah Ha Na dan memintanya turun. Ia meloncat ke atas mobil tepat saat Ha Na bisa menjalankan mobil itu. Ha Na membuat mobil itu berputar-putar dan hampir saja menabrak Jin Hyuk yang masih sempat menghindar. Geun Bae terjatuh dan Ha Na berhenti setelah menabrak sebuah mobil di belakangnya. 
Jin Hyuk kembali berkelahi. Empat lawan satu. Tentu saja Jin Hyuk kalah dalam perkelahian ini. Ia terjatuh dan ditendang beramai-ramai. Jin Hyuk menahan sakit dengan memandangi Ha Na yang diam saja di dalam mobil. Ha Na tampak sedang berpikir keras. Lalu ia menginjak rem dan membulatkan tekad menerjang Geun Bae dan gengnya yang tengah menganiaya Jin Hyuk.
"Kau tidak sungguh-sungguh akan datang..." ucap Jin Hyuk ketakutan membayangkan tindakan bodoh yang akan dilakukan Ha Na jika benar-benar menjalankan mobil itu ke arah mereka.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment