Minggu, 17 Juli 2011

Sinopsis Autumn's Concerto Episode 21-Final Episode




Seusai persidangan Guang Xi pergi tanpa menghiraukan Mu Cheng. Mu Cheng hanya bisa pasrah menunggu nasib akhir pernikahan mereka.


Guang Xi memberesi buku-bukunya di kantor. Tak sengaja ia menemukan gelang padora miliknya di laci meja. Guang Xi mengambil gelang itu dan menatapnya lama.

Gary datang membawa dokumen yang berisi informasi mengenai kasus bunuh diri yang terjadi pada ayah Guang Xi 20 tahun lalu. Guang Xi membuka dokumen itu dan menemukan foto ayahnya yang tengah berciuman dengan seorang gadis. Ia syok. Ternyata yang selama ini berselingkuh adalah ayahnya. Demi nama baik keluarga Fang sengaja menutupi skandal ini dari publik. Selama ini Guang Xi telah salah sangka. Ia selalu mengira ibunya berselingkuh dengan Pengacara Lin. Sepanjang hidupnya ia selalu menyalahkan ibunya atas kematian ayahnya. Ia tak pernah lagi menghormati ibunya dan malah selalu menunjukkan kebenciannya. Perasaan bersalah menyeruak di dadanya.

Guang Xi meminta Gary memesan tiket pesawat untuk keberangkatan besok. Ia mendapat undangan seminar ke Amerika. Ia bergegas pergi untuk menenangkan diri. Gary segera menahannya.
"Bos, kau sungguh akan melakukan ini? Yang ku maksud besok, kau dan nyonya..."
"Besok sore jam 3. Pesan satu tiket," sahut Guang Xi lalu pergi.
Sepeninggal Guang Xi, Gary tersenyum lebar.


Direktur Fang mendapat kejutan di kantornya. Disana Guang Xi sudah duduk menunggunya. Guang Xi berasalan hanya ingin mengunjungi Sheng De. Ia merasa sangat dekat dengan Sheng De. Direktur Fang berkata karena Sheng De merupakan bagian dari ayahnya. Sheng De yang selalu mengingatkan Guang Xi akan kenangan ayahnya.

Guang Xi menyinggung gereja Sheng De yang sekarang tak terawat lagi. Setelah ingatannya kembali, ia bahkan tak dapat mengingat mengapa ibunya melakukan hal itu. Direktur Fang dapat menebak ada sesuatu yang ingin dikatakan Guang Xi. Ia tak percaya Guang Xi tak dapat mengingatnya.
"Aku ingat kau dan ayah bercerai. Aku ingat kalian berdua bertengkar. Aku ingat dia bunuh diri. Tapi aku tak pernah tahu siapa yang menyebabkan semua ini terjadi. Ternyata karena ayah bukan kau. Mengapa kau tak pernah mengatakannya padaku?" ucap Guang Xi sambil menyerahkan dokumen beserta foto-foto perselingkuhan ayahnya.
Ayah Guang Xi berselingkuh dengan salah satu siswa Sheng De. Mereka kerap bertemu di ruang piano gereja Sheng De. Guang Xi sekarang tahu alasan orang tuanya sering bertengkar dan berakhir dengan perceraian.

Direktur Fang kembali mengingat kenangan pahit itu. Saat itu dengan mata kepalanya sendiri ia melihat suaminya tengah berciuman dengan siswa Sheng De. Bukannya merasa bersalah, ayah Guang Xi malah membuat pengakuan bahwa mereka saling mencintai. Direktur Fang mencoba bersikap tegar. Ia tak mau Guang Xi kecil tahu perselingkuhan ayahnya. Ia tak ingin masa kecil Guang Xi diisi dengan memori buruk mengenai hal itu. 

Guang Xi menatap ibunya.
"Alasan mengapa ayah melakukan bunuh diri tak seperti yang aku pikirkan. Kau tak memaksanya pergi. Awalnya dia berencana lari dengan gadis itu dan bunuh diri bersama di hotel. Tapi gadis itu berubah pikiran dan meninggalkannya mati sendirian. Kau ingin melindungiku, kan? Demi tak merusak imej ayah di hatiku. Kau lebih suka aku salah paham padamu daripada membiarkan aku tahu ayah orang yang seperti ini. Selama bertahun-tahun kau masih belum menutup gereja Sheng De bukan karena aku, tapi karena kau juga tak bisa melupakan ayah."

Direktur Fang mengelak. Ia beranggapan Guang Xi berpikir terlalu jauh. Lalu ia duduk di sofa dan mulai mengungkapkan perasaannya yang selama bertahun-tahun tak pernah diperbincangkan dengan Guang Xi.
"Sebenarnya aku masih marah padanya. Aku masih belum bisa memaafkannya. Untuk skandal yang kau katakan, kau terlalu kecil waktu itu. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan semuanya padamu. Jadi aku tak pernah mengatakan apapun. Mungkin jika aku mengatakan sesuatu, tentu sekarang akan berbeda. Aku mengakui bahwa aku masih memiliki perasaan pada ayahmu. Ini juga alasan mengapa gereja Sheng De masih berdiri sampai sekarang."

Direktur Fang bercerita bahwa ia dan ayah Guang Xi pertama kali bertemu di gereja Sheng De. Ayah Guang Xi merupakan dosen musik sedangkan Direktur Fang adalah putri pemilik Sheng De. Menutup gereja Sheng De sama saja seperti mengubur satu-satunya kenangan tentang ayah Guang Xi. Direktur Fang juga mengklarifiksi hubungannya dengan Pengacara Lin. Mereka hanya berteman baik. Pengacara Lin telah banyak membantu keluarga Fang dan selalu setia mendukungnya. Guang Xi semakin merasa bersalah. Ia menyesalkan sikap tertutup Direktur Fang hingga menyebabkan dirinya membenci ibunya sendiri selama bertahun-tahun. Direktur Fang berkata ia hanya ingin melihat Guang Xi bahagia, makanya ia memilih menyembunyikan hal itu. 

Direktur Fang bertanya mengenai kelanjutan hubungan Guang Xi dan Mu Cheng. 
"Bukankah kau memilih untuk meninggalkan Mu Cheng dan Xiao Le karena kau ingin mereka bebas? Kau berpura-pura hidup dengan baik sekarang, tapi aku tahu kau tidak hidup dengan baik."
Direktur Fang berdiri. Ia menghampiri Guang Xi.
"Guang Xi, kau masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Kalian jelas lebih beruntung dibandingkan aku. Jadi kenapa tak manfaatkan dengan baik? Aku menggunakan cara yang salah terhadapmu selama bertahun-tahun. Aku benar-benar tak menginginkan sisa hidupmu berakhir sepertiku, menyesali kehilangan pegangan yang seharusnya kau miliki."
Guang Xi tertegun. "Kenapa?"
"Karena kau putraku. Karena aku mencintaimu. Ada banyak cara untuk mencintai. Mungkin caraku salah dan kau tak harus menerimanya. Tapi cinta dan ketulusannya, kau seharusnya tak pernah meragukan mereka."
Air mata Guang Xi tumpah. Mereka larut dalam keharuan. Direktur Fang tersenyum sambil membelai pipi putranya.
"Asal kau berpikir jernih tentang apa yang ingin kau lakukan, ibumu akan mendukung keputusanmu."

Pengacara Lin datang. Guang Xi dan Direktur Fang segera menghapus air mata mereka. Direktur Fang bersiap untuk bekerja kembali. Guang Xi memanggil ibunya lalu memeluknya. Direktur Fang sedikit terkejut.
"Aku tak pernah mengatakan padamu sebelumnya...aku minta maaf dan terimakasih," ucap Guang Xi.
Direktur Fang tersenyum bahagia.

Setelah itu Guang Xi juga meminta maaf dengan tulus pada Pengacara Lin. Tak lupa ia juga menyampaikan rasa terimakasih karena Pengacara Lin selalu ada disamping ibunya dan menjaganya dengan baik. Pengacara Lin tersenyum lega karena kesalahpahaman antara mereka telah berakhir.
"Guang Xi...bahkan setelah sekian lama mengatakan apa yang ada di dalam hatimu tidaklah sulit, kan? Sebelum pergi ke Amerika, apakah tak ada hal yang ingin kau katakan pada Mu Cheng?" tanya Pengacara Lin mencoba mengubah keputusan Guang Xi. 
Guang Xi terdiam. Ia tak memberikan respon apapun. 


Mu Cheng melamun. Ia tak berkonsentrasi saat tengah memberikan suntikan insulin pada Xiao Le.
"Mu Cheng, aku takut dalam beberapa detik tanganku akan banyak lubang," seru Xiao Le membuyarkan lamunan Mu Cheng.

Mu Cheng segera sadar dan langsung meminta maaf.
"Ini karena Guang Xi akan datang besok, kan?" tebak Xiao Le.
Mu Cheng menarik Xiao Le ke dalam pangkuannya. Ia berkata sedang memikirkan makanan apa yang akan dimasaknya untuk menyambut kedatangan Guang Xi dan Gary.

Xiao Le mengusulkan nasi sapi. Tuo Ye datang menguping pembicaraan mereka berdua di depan pintu kamar.
"Kau mengatakan sebelumnya ketika Guang Xi mengalahkan orang jahat untukmu, kau membuatkannya nasi sapi. Lalu ketika Guang Xi marah. Ketika Guang Xi senang. Dan ketika ada Xiao Le..."
Mu Cheng yang telah melihat kedatangan Tuo Ye segera membungkam mulut Xiao Le. Tuo Ye senyum-senyum. Ia sudah bisa mengikhlaskan Mu Cheng kembali bersama Guang Xi.

Xiao Le berseru meminta bantuan Da Zai-nya. Mu Cheng yang malu menggelitiki Xiao Le memintanya diam.
"Apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Tuo Ye penasaran.
"Setelah itu Guang Xi sangat suka makan nasi sapi," sahut Xiao Le.
Mu Cheng menarik Xiao Le lagi kedalam pelukannya. Xiao Le protes kenapa ia tak boleh menceritakannya pada orang lain. Mu Cheng menjelaskan kadangkala orang dewasa bersikap aneh. Dulu bisa suka, sekarang mungkin tidak. Dua orang bersama karena mereka saling mencintai, mungkin sering terpisah untuk alasan yang tak ada hubungannya dengan dengan kasih sayang mereka. Mu Cheng kembali melamun. Setelah itu ia meminta Xiao Le tidur.


Malam-malam Tuo Ye datang ke rumah Mu Cheng untuk mengantarkan bir titipan Bibi Hua guna menyambut kedatangan Guang Xi dan Gary esok hari. Tuo Ye tahu kegundahan Mu Cheng. Bagaimana ia harus bersikap pada Guang Xi. Tuo Ye jadi merasa bersalah. Ia tahu hubungan mereka memburuk karena masalah kasusnya kemarin. Mu Cheng tak menyalahkan Tuo Ye. Ia hanya mengeluhkan sikap Guang Xi yang mengabaikannya. Tuo Ye menyarankan Mu Cheng untuk mengakui perasaannya pada Guang Xi. Ia meyakinkan Mu Cheng bahwa Guang Xi melakukan hal itu karena terlalu mencintai Mu Cheng. Kini giliran Mu Cheng yang harus menyatakan cintanya terlebih dahulu. 


Pagi hari Mu Cheng dan Bibi Hua sudah sibuk memasak. Wajah Mu Cheng tampak berseri-seri. Tak lama bel pintu berdering. Mu Cheng bergegas membukakan pintu. Di luar Gary berdiri dengan tersenyum ramah. Mu Cheng tak menemukan Guang Xi datang bersama Gary. Raut wajahnya langsung berubah sedih.

Gary meminta maaf atas nama bosnya karena tak bisa hadir memenuhi undangan makan bersama. Gary beralasan Guang Xi tengah ada urusan pekerjaan. Ia diminta datang untuk mewakilkan mengucapkan terimakasih. Bibi Hua tampak kecewa.

Selain itu, Gary datang kesana bertujuan untuk menyerahkan surat perceraian. Mu Cheng syok. Ia tak menyangka Guang Xi benar-benar akan menceraikannya. Gary meminta Mu Cheng membaca dokumen perceraian itu. Disana Guang Xi sudah menyediakan uang tunjangan yang sangat besar untuknya. Bukan itu saja, Guang Xi bahkan sudah membeli rumah yang ditempati Mu Cheng sekarang beserta sebuah lahan perkebunan. Guang Xi sudah menyiapkan kehidupan yang layak nantinya untuk Mu Cheng dan Xiao Le. Mu Cheng sama sekali tak menunjukkan wajah senang mendapatkan begitu banyak tunjangan perceraian dari Guang Xi. Ia malah terlihat sedih. 

Gary menyampaikan pesan Guang Xi agar Mu Cheng tak perlu terburu-buru menandatangi surat perceraian  itu. Guang Xi memberi waktu Mu Cheng untuk membaca dan mempertimbangkan surat itu dengan baik. Bibi Hua marah. Ia tak percaya Guang Xi bahkan sudah menandatangi surat perceraian itu. Ia mempertanyakan nasib Xiao Le dan berkata bukankah Guang Xi sangat menginginkan Xiao Le. Gary berkata Guang Xi bersedia memberikan perwalian anak pada Mu Cheng. Ia hanya meminta Mu Cheng mempertemukannya dengan Xiao Le seminggu sekali.
Tuo Ye mulai naik darah. Ia melemparkan surat perceraian itu pada Gary dan menyuruh Guang Xi datang sendiri. Gary berkata Guang Xi tak bisa datang karena akan pergi ke Amerika sore ini dan ia tak tahu kapan Guang Xi akan kembali. Mu Cheng terkejut. Gary menambahkan selain menghadiri seminar, Guang Xi juga berencana bertemu dengan firma hukum disana. Jika memungkinkan Guang Xi akan menetap disana. Mu Cheng tertegun. Ia hanya diam saja. Ia sudah kehilangan harapan. Gary malah memanas-manasi di Amerika mungkin saja Guang Xi akan bertemu dengan Yi Qian yang kebetulan sedang study disana. Tuo Ye semakin kesal dan mengancam Gary untuk menutup mulutnya. Gary ketakutan dan langsung diam. Tuo Ye berkata tak peduli Guang Xi pergi kemana, Mu Cheng tak akan pernah menandatangi surat perceraian itu.  Jika Guang Xi menginginkan perceraian, ia harus datang sendiri.
Ponsel Mu Cheng berdering. Ia terperanjat saat mengangkat telepon itu. 


Di tempat lain, Guang Xi yang hendak pergi ke bandara juga mendapat telepon yang sama. Ia mendapat kabar Xiao Le hilang. Dengan panik Guang Xi segera memaju mobilnya pergi.


Guang Xi bertemu dengan Mu Cheng di gereja. Si penculik mengirim SMS bernada ancaman agar mereka tak melapor pada polisi. Jika sampai melapor hidup Xiao Le akan berakhir. Mu Cheng panik sambil menunjukkan SMS itu pada Guang Xi. Guang Xi menenangkan Mu Cheng. Ia bingung memperkirakan motif dari si penculik. Mereka sudah datang ke tempat diminta si penculik minta. Tapi dia belum juga menghubungi mereka lagi.
Ponsel Mu Cheng kembali berbunyi. SMS datang dari si penculik. Ia meminta Guang Xi dan Mu Cheng bergandengan tangan dan memotretnya sebagai bukti. Guang Xi dan Mu Cheng semakin heran dengan permintaan si penculik.


Sementara itu 'Si Penculik' tengah tertawa penuh kemenangan. Sedangkan Xiao Le tanpa rasa takut duduk bersama si penculik yang ternyata adalah Bibi Hua. Ia bersama Tuo Ye dan Bin Zai yang merekayasa drama penculikan Xiao Le dengan tujuan untuk menyatukan Guang Xi dan Mu Cheng lagi. Mereka bergerombol sambil memandangi ponsel Bibi Hua. Xiao Le berkata ayah dan ibunya sangat pintar, apa mereka dengan begitu mudahnya bisa dibohongi. Tuo Ye dan lainnya baru sadar dan berkata tak memikirkan sampai sejauh itu. 


Mu Cheng mulai curiga. Ia bahkkan sudah dapat menebak penculikan ini adalah ulah Bibi Hua dan lainnya hanya dengan mendengar suara si penculik yang mirip suara Bibi Hua. Mu Cheng benar-benar kesal merasa dibodohi. Guang Xi kesal karena pesawatnya sudah waktunya berangkat. Ia bertanya permintaan aneh apa lagi yang diminta si penculik. Mu Cheng mengajak Guang Xi mengikuti permainan si penculik. Ia menarik tangan Guang Xi dan mengajaknya berfoto bersama dan langsung dikirimkan pada si penculik.

Mu Cheng memberitahu Guang Xi bahwa ia tak akan menandatangani surat perceraian itu dan tak berniat bercerai dari Guang Xi. 
"Saat ini, aku ingin jujur pada diriku sendiri. Ada banyak alasan sebelumnya yang memaksaku untuk berbohong. Tapi jika aku dapat memutar waktu kembali. Aku pasti akan memilih jujur padamu dan mengatakan semuanya. Kebenaran enam tahun lalu bahwa aku mencintaimu sepenuh hati. Waktu itu, aku berpura-pura meninggalkanmu, tapi sebenarnya aku ingin tinggal disampingmu. Selama 6 tahun aku berpura-pura hidup dengan baik, tapi sebenarnya aku tak bahagia. Aku berpura-pura mampu memberikan restu padamu dan Yi Qian, tapi aku benar-benar cemburu padanya. Aku berpura-pura tegar, padahal aku sangat rapuh. Jadi ketika aku bertemu denganmu lagi. Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya padamu. Aku tak tahu bagaimana menghadapimu. Aku malah memilih untuk menyembunyikan semuanya di dalam hatiku," ungkap Mu Cheng. Bulir-bulir air matanya mulai turun.

Guang Xi bingung. Ia masih saja membentengi dirinya. Ia tak begitu saja menerima pernyataan cinta Mu Cheng. Guang Xi masih sangsi. 
"Mengapa kau baru mengatakannya sekarang? Aku sudah memberimu banyak kesempatan dan kau selalu mengecewakanku. Sekarang kau baru memikirkan hal itu dengan jelas. Apa kau pikir kita masih bisa berlanjut dengan mengatakan semuanya padaku? Jawaban apa yang kau inginkan dariku?" tanya Guang Xi marah.

Mu Cheng tertegun. Ponselnya kembali berdering. Si penculik meminta mereka membuka piano dan mengambil sepasang cincin disana. Setelah itu mem-fotonya sebagai bukti. Guang Xi mengambil kotak cincin itu.
"Ini jelas merupakan tindakan persekongkolan," komentar Guang Xi sinis.

Guang Xi bertanya pada Mu Cheng jika mereka kembali ke masa ketika mereka di Villa, apa yang akan Mu Cheng pilih. Pergi atau tetap tinggal? Mu Cheng menjawab jika dia akan tetap pergi menolong Tuo Ye karena ia percaya bahwa Guang Xi mencintainya. Lalu Mu Cheng mengambil kotak cincin itu. Ia memakaikan salah satu cincin pada Guang Xi dan meminta Guang Xi memakaikan satunya lagi di jarinya. 

"Jika Xiao Le kembali dengan selamat. Apa kau masih memilih meninggalkan kami dan pergi ke Amerika?" tanya Mu Cheng sendu.
"Aku tak punya alasan untuk tinggal. Kau pernah berkata, kita berdua seperti sedang bermain Monopoli. Kesempatan dan takdir. Keduanya memiliki peluang 50 persen. Mendapatkan ingatanku kembali seperti memulai mengakhiri permainan lagi. Aku memberimu kesempatan, tapi di akhir kita masih mendatangi takdir yang sama. Aku masih terlalu mencurigaimu. Mungkin lebih baik jika kita berpisah saat ini," Guang Xi mencoba mengakhiri hubungannya dengan Mu Cheng.

Mu Cheng berkata jika Guang Xi pergi, ia akan menunggu Guang Xi kembali lagi.
"Jika hidup kita seperti permainan Monopoly. Terlepas dari berapa kali kita bermain, seharusnya hasilnya tetap sama. Karena kau adalah takdirku," ucap Mu Cheng tegas.
Enam tahun lalu mereka datang ke gereja itu. Ada hal tertunda yang belum Mu Cheng ucapkan pada Guang Xi. Mu Cheng menatap Guang Xi dengan penuh keyakinan
"Aku bersedia."
Kala itu ada sepasang pengantin yang mengucapkan janji pernikahan di depan pendeta. Guang Xi mendengarkan ucapan pendeta dengan penuh khidmat dan tiba-tiba ia berkata "Aku bersedia". Mu Cheng yang panik malah langsung kabur tanpa mengucapkan apa-apa. 

"Aku bersedia, " ulang Mu Cheng. "Bahkan sekarang jawabanku tak berubah. Aku bersedia memberikan kesempatan satu kali lagi untuk cinta kita. Dulu kau pernah berkata bahwa seharusnya tak seorangpun melepaskan hal-hal yang mereka inginkan, termasuk orang yang mereka pedulikan."
Guang Xi tersenyum. 

Mu Cheng mendekat dengan perlahan.
"Jadi, jika aku mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu. Bisakah kau tinggal dengan alasan ini?" Mu Cheng mengulurkan tangannya ke arah Guang Xi.

Guang Xi tetap keras kepala.
"Aku sudah memberimu 2 kali kesempatan dan kau selalu memilih meninggalkanku. Kini giliranku untuk meninggalkanmu." 
Mu Cheng menurunkan tangannya dengan lemah. Ia hanya bisa pasrah menerima keputusan Guang Xi.
"Aku akan pergi...jika kau melepaskan tanganku lagi." Tiba-tiba Guang Xi menyambar tangan Mu Cheng. Ia tersenyum lebar. Mu Cheng terhenyak. Akhirnya Guang Xi luluh. Lalu mereka berpelukan, berbagi kebahagiaan.


Guang Xi dan Mu Cheng bergandengan tangan keluar dari gereja.
"Haruskah kita mengambil foto untuk si penculik?" tanya Guang Xi sambil mengambil posel di tangan Mu Cheng.
"Kenapa?"
"Aku pikir Xiao Le bersama Bibi Hua dan Tuo Ye mengawasi kita."
"Mereka hanya ingin membantu. Kapan kau tahu?" tanya Mu Cheng karena Guang Xi sudah tahu identitas penculik Xiao Le.
Guang Xi tertawa. "Siapa yang tidak bisa menebak? Bukankah kau tahu aku bisa menuntutmu karena penipuan dengan menggunakan anak kita agar aku melakukan ini semua," ancam Guang Xi.
"Aku tak ada tujuan melakukan itu. Lagipula, semuanya sudah selesai sekarang. Ini semua dari hatiku. Aku benar-benar ingin kau tetap tinggal." Mu Cheng bela diri.
Guang Xi tersenyum senang bisa mengerjai Mu Cheng. Sebagai gantinya Mu Cheng harus memberi kompensasi dengan berada di sisinya selama sisa hidupnya. Mu Cheng tersenyum. Lalu Guang Xi memutar tubuh Mu Cheng dan mengambil foto mereka yang tengah berciuman.


Foto itu sampai ke tangan Bibi Hua. Mereka tertawa senang karena misi mereka menyatukan Guang Xi dan Mu Cheng sukses. Tuo Ye segera menutup mata Xiao Le karena foto itu bukan tontonan anak dibawah umur. Gary datang ikut nimbrung.


Guang Xi mengajak Mu Cheng pulang naik bus. Mu Cheng masih takut Guang Xi akan pergi meninggalkannya. Ia kembali menegaskan keberangkatan Guang Xi ke Amerika.
"Tentu saja aku masih harus pergi,"jawab Guang Xi.
Mu Cheng cemberut.


Guang Xi tertawa. Ia menjelaskan jika undangan seminar di Amerika itu hanya satu hari. Sebenarnya yang berencana tinggal dan bekerja di Amerika adalah Pengacara Lin. Mu Cheng keki. Ia mempertanyakan tujuan Guang Xi mengiriminya surat perceraian.
"Karena ketika kita menikah, aku memaksamu. Aku tak yakin dengan perasaanmu terhadapku. Aku berharap kau dapat mempertimbangkan kembali hubungan kita. Jadi aku memberikan keputusan terakhir untukmu. Tapi itu bukan berarti aku tak ingin bersamamu. Aku hanya ingin kau bersamaku karena keinginanmu sendiri."
"Kau tak takut jika aku menandatangani surat itu?" tanya Mu Cheng.
"Untunglah, kau harus mempunyai 2 orang saksi ketika menandatangani surat perceraian itu. Jadi jika kau sampai menandatanganinya. Asalkan aku tak menerimanya, pengadilan tak akan mengesahkannya."
"Kau benar-benar licik. Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seorang pengacara?" sungut Mu Cheng kesal
Guang Xi menggeleng. Mereka tertawa. Guang Xi menempelkan hidungnya ke hidung Mu Cheng. Lalu mengajaknya pulang.

Guang Xi berkata ingin segera sampai dirumah. Ia tak sabar ingin bertemu dengan penculik-penculik Xiao Le. 
"Bagaimana denganmu? Kau ingin pergi ke pemberhentian mana?"
"Aku ingin pergi membunuh Gary," sahut Mu Cheng.
Guang Xi tertawa sambil mencubit hidung Mu Cheng.
"Sebenarnya, kemanapun kita pergi tak masalah. Karena selama ada pemberhentian bersamamu, itu adalah kebahagiaan."
Guang Xi tersanjung. Lalu ia menumpahkan rasa cintanya dengan mencium  Mu Cheng.


Tuo Ye da Chi Xin menikmati malam dengan berjalan-jalan bersama. Tuo Ye agak salah tingkah di depan Chi Xin. Ia memberikan bingkisan sebagai ucapan selamat datang kembali untuk Chi Xin. Tuo Ye menghadiahi Chi Xin setangkai teratai.
"Mengap kau memberiku bunga teratai?" tanya Chi Xin.
"Apa kau tahu kehebatan dari bunga teratai?"
Chi Xin menggeleng.
"Kehebatannya adalah dia tumbuh dari lumpur kotor, tapi tidak menjadi busuk. Seperti kau."
Chi Xin tersenyum senang. Ia mencium aroma teratai itu.
"Lain kali bisakah kau memberiku mawar?" goda Chi Xin.
Tuo Ye kembali salah tingkah. Dengan tersenyum malu ia mengangguk. 


Guang Xi mendapat klien baru. Seorang wanita yang ingin mewariskan seluruh hartanya untuk anak gadisnya yang hilang. Wanita ini sudah 6 tahun tak bertemu dengan anaknya itu. Guang Xi membuka dokumen dari kliennya itu. Betapa terkejut ia saat mengenali wanita itu sebagai Bibi Mu Cheng. Guang Xi tersenyum. Kebahagiaan keluarganya semakin lengkap. 


Di Desa Hua Tian.
Xiao Le berlari menghampiri kedua orang tuanya dengan membawa majalah yang sedang dilihatnya. Ia menemukan artikel tentang Bibi Cookies (Yi Qian) disana. Ia memperlihatkan artikel itu pada Mu Cheng dan Guang Xi. Hubungan mereka dan Yi Qian berjalan baik. Yi Qian sering mengirimi Xiao Le biskuit. Mu Cheng mengingatkan Xiao Le untuk berterimakasih atas kiriman biskuit dari Yi Qian.  

Direktur Fang dan Pengacara Lin berkunjung ke rumah keluarga kecil Ren. Mereka saling bergandengan tangan.


Di dalam Mu Cheng sudah menyiapkan makan siang bersama. Mereka duduk berkumpul di meja makan. Guang Xi mencium pipi Mu Cheng. Xiao Le tertawa-tawa sendiri melihat kemesraan kedua orang tuanya. 
"Apa kau ingin wortel? Aku tahu kau sangat suka wortel," seru Guang Xi pada Xiao Le sambil menyendokkan beberapa wortel di piring Xiao Le. 
Xiao Le tak mau kalah.  Ia menyendokkan kembali wortel-wortel itu ke piring Guang Xi dan memaksa Guang Xi memakannya. Semua orang tertawa penuh sukacita.


"Mu Cheng...Mu Cheng..." panggil Xiao Le.
"Guang Xi bilang jika kau mencintai dia, tersenyumlah padanya." Xiao Le berbisik pada Mu Cheng yang tengah menyiram bunga. Mu Cheng nurut. Ia tersenyum saat melihat Guang Xi berjalan ke arah mereka. 
Guang Xi memeluk Mu Cheng lalu menciumnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Mu Cheng.
"Xiao Le bilang kau tersenyum karena kau ingin dicium. Aku tak pernah menyangka kau menjadi begitu berani," komentar Guang Xi.
"Xiao Le bilang karena kau sangat mencintaiku, aku harus memberimu senyuman," balas Mu Cheng.
Detik itu juga mereka langsung sadar tengah dikerjai oleh Xiao Le.
"Ren Xiao Le!" Teriak Mu Cheng dan Guang Xi bersamaan. Lalu mengejar Xiao Le yang sudah pergi melarikan diri. Keluarga kecil itu hidup bahagia.

42 komentar:

  1. akhirnya selesai juga....
    chukkae dewi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. widya pebrianti23/11/13 20.57

      akhir nya selesai ugk , ngikuti dri pertama sampai akhir mank seru yahh ????

      Hapus
  2. Gomawoooo ^__^

    BalasHapus
  3. happy ending ^^ hua...seru :),trim's dewi :)

    BalasHapus
  4. waaa.... Semua berbahagia... yang baca ikutan bahagia ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. widya pebrianti23/11/13 20.58

      yahhh
      aku pund bhagia

      Hapus
  5. seru bangett.....
    happy ending jg..
    suka banget sama nie drama..
    thnks.

    BalasHapus
  6. aku suka banget ceritanya..walaupun awlnya nangis tapi endingnya bahagia :D

    BalasHapus
  7. drama terbaik vanes wu, dan pasti nya Ady An selalu sukses membangun chemistry dg para lawan mainnya... thumbs for Ady An... yg jd Xiao Le lucu mirip pitaro ^^

    BalasHapus
  8. baru tau drama taiwan juga seruuu,, thanks sinopsisnya. Klo nunggu di tv kemaleman hehe

    BalasHapus
  9. Baru tau ni drama lewat trans7 abis liat pmrn utamnya vanes wu langsung cari ke web ini eh alhamdulillahya sesuatu... Ola la.. Ternyata ada.. Dari awal buat aku udah nangis2 baday.. Endingnya makin cettar membahana.. Makasih ya buat yg setia nulis aku selalu ngunjungin blog ini kalo masalah rekapan drama yg WOW gitu.. Tp sumpah Double Makasihhhh!!
    By_Niarty

    BalasHapus
  10. terimaksih dewi :D

    BalasHapus
  11. Akhiiirrr,,nya slese jg,,trimksi dewi...

    Bahagiaaa ny,,jg ikut mrasakn bhgia sprti mreka,,
    Andai dkhidupan nyata ad ksah cnta sbhgia ituuu,,,, *eh,,curcol

    Dlu sih krg ska sm vanes wu ini,,tp dfilm ini dy bnar2 kren,,cakep bner dh.... (˘▼˘)-c<˘_˘)
    Pnya swmi ckep,,ank yg pntar,,aaahhh,,,indah ny dunia.... .нeнēнē..

    BalasHapus
  12. Muehehe makasih buat komen yang masuk. Baru bisa bales kkkk. Iya ini drama terbaik Vaness. Selain makin bening, kemampuan aktingnya makin keliatan

    BalasHapus
  13. Akhirnya selesai jg, drama yg bagus sangat inspiratif...
    Agak lupa sih drama taiwan setelah di gempur habis habisan oleh korea.
    Setelah sekian lama dari jaman meteor garden akhirnya bisa ketemu vannes wu di sini. Lebih fresh, dewasa dan tetep ganteng tentunya haha...

    BalasHapus
  14. aku suka banget drama ini

    BalasHapus
  15. huaaaahhhh drama ini dri awal udh bkin sedih tpi akhirnya bkin terharu aja ...
    jdi ikut senang dehk ....
    pkk.a keren dehk (y)

    BalasHapus
  16. Makasih, Dewi sinopsisinya,.. suka banget ma drama ini

    BalasHapus
  17. Suka drama ini, Keren.... Tq mbak sinopsisnya

    BalasHapus
  18. sipp....top.....

    BalasHapus
  19. Bgus bgt filmnya..
    Terharuuu,.

    BalasHapus
  20. waaaah,,,,!
    kren bangt critanya,,,endingnya ikut bhgiya jg.
    n maksh q jd tau crtny dngan jlas,,,,

    BalasHapus
  21. waaaah,,,,!
    kren bangt critanya,,,endingnya ikut bhgiya jg.
    n maksh q jd tau crtny dngan jlas,,,,

    BalasHapus
  22. waaaah,,,,!
    kren bangt critanya,,,endingnya ikut bhgiya jg.
    n maksh q jd tau crtny dngan jlas,,,,

    BalasHapus
  23. G sabarn nunggu endng di tv kabel... akhirny selesai jg bc sinopny.... Cos sy br kali ini tau ad drama taiwan yg oks setelh meteor garden, keseringanny drakor ters sich... Thx y...

    Lam kenal y..

    BalasHapus
  24. Wowww, so sweet..........
    tq

    BalasHapus
  25. iiiiiihhh...kereeeeen

    BalasHapus

  26. Mu cheng meninggalkan guang xi. Selama 6 tahun tanpa alasan yang jelaz

    BalasHapus
  27. Bagus banget carikan lagi drama taiwan yang lain ya

    BalasHapus
  28. ceritanya seru banget,..ditungguya Autum's concerto 2.hehehehe

    BalasHapus
  29. Mbak astrie@ mu cheng tinggalin guang xi Karna ibunya guang xi yg ngusir mu cheng gtuu lo mbak

    BalasHapus
  30. Wah akhr crt sangat menarik
    I Like It :-)

    BalasHapus
  31. Wah akhr crt sangat menarik
    I Like It :-)

    BalasHapus
  32. Wah akhr crt sangat menarik
    I Like It :-)

    BalasHapus
  33. Aaaagggkh,,,,,
    Baru smpet nyelesein baca, akhirnya slesei jg,, kereeen dramany,
    suka sm Van Ness Wu. ;-)

    Makasih mbk...

    "Dewi"

    BalasHapus
  34. Saking penasaran ma critax rela-relain baca dari episode1-21 mulai jam 8 malam sampai 3 subuh

    BalasHapus
  35. Ada gak yg full movie :3

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  38. terima kasih sinopsisnya .... sukses terus

    BalasHapus
  39. terima kasih sinopsisnya .... sukses terus

    BalasHapus

Comment