Sabtu, 16 April 2011

Secret Agent Miss Oh (My Country Calls/Call of The Country) Episode 6

"Han Do Hoon adalah putra dari Han Tae Shik." Eun Seo memberitahu Ha Na.
Ha Na langsung bangun dan menolak untuk bekerjasama. Ia keluar dari ruangan itu dan pergi dengan marah. Jin Hyuk mengejar Ha Na yang berlari ke arah lift. Ha Na masuk lift dan Jin Hyuk berhasil mengejarnya. Ia berhenti di depan pintu lift.
"Kau disini untuk mencegahku pergi, kan?" ucap Ha Na tajam.
"Mungkin lebih baik jika kau pergi sekarang?" Jin Hyuk malah menyuruh Ha Na pergi. Ha Na tertegun mendengar ucapan Jin Hyuk yang dikiranya akan membujuknya untuk tetap tinggal.
"Jika sekarang kau melanjutkannya, kau tidak akan bisa kembali. Ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk melarikan diri," ucap Jin Hyuk bersamaan dengan menutupnya pintu lift.
Jin Hyuk berdiri mematung disana. Tiba-tiba pintu lift kembali terbuka. Ha Na keluar dari lift.
"Leader Tim Go, aku akan melakukannya." Ha Na berubah pikiran.
Jin Hyuk kembali meyakinkan Ha Na bahwa pekerjaan ini sangat sulit bahkan untuk agent yang terlatih dan terampil sekalipun. Ia meminta Ha Na berhati-hati. Investigasi ini tak semudah yang Ha Na pikir. Ha Na mengira ia tak akan mendapatkan pekerjaannya kembali di kepolisian jika meninggalkan NIA. Maka ia memutuskan untuk bergabung kembali dengan NIA. Dengan begitu selain mempunyai penghasilan tetap, ia berharap pekerjaannya bisa kembali. Ha Na sadar investigasi ini tidak mudah, maka dari itu ia meminta syarat.

Jin Hyuk membawa Ha Na berbicara dengan Eun Seo. Di depan mereka Ha Na mengajukan syarat dengan meminta Jin Hyuk menjadi partnernya selama 24 jam penuh. Jin Hyuk hendak menolak. Ha Na dengan santai berkata tak apa-apa jika Jin Hyuk tak mau, tapi buru-buru Jin Hyuk menyanggupi. Ha Na tersenyum senang. 

Do Hoon sedang ada di lounge bersama seorang wanita. Tanpa sengaja ia melihat Deputi Direktur Lee juga tengah mimum red wine seorang diri. Lalu ia menghampiri Deputi Direktur Lee dan menyapanya. Ia berkomentar Deputi Direktur Lee tampak seperti pelanggan tetap disana. Deputi Direktur Lee berkata pemilik louge itu adalah mantan teman sekelasnya.
Do Hoon hendak mentraktir Deputi Direktur Lee dengan wine paling mahal, tapi Deputi Direktur Lee menolak.
"Jangan repot-repot. Aku hanya datang untuk minum setelah menyelesaikan sebuah kasus."
"Eh, selesai?" Do Hoon mulai tertarik.
"Kami menangkap ikan besar saat ini. Tapi kami tak bisa mendapatkan apa-apa dari dia," pancing Deputi Direktur Lee.
"Itu bagus. Jadi anda tak perlu menyelidiki kasus lagi," komentar Do Hoo. Deputi Direktur Lee mengatakan akan menutup kasus itu dan memulai kasus baru. Sepertinya ia tengah memperingatkan Do Hoon secara  halus. Terbukti Do Hoon terlihat agak panik. Lalu Deputi Direktur Lee berpamitan. Ia masuk ke dalam mobil. Sin Gi Joon dan Kim Byung Joon sudah menunggu di dalamnya. Ia memang sengaja menemui Do Hoon hanya untuk melihat reaksinya. Kim Byung Joon seperti biasa, banyak omong dan nanya terus. Deputi Direktur Lee sampai gerah dan mengomelinya karena makan di dalam mobilnya.

Ha Na tengah diajari sejarah Korea agar interview-nya besok berjalan sukses. Tiba-tiba Ha Na bertanya pada Jin Hyuk apa ia punya pacar. Selama ini Ha Na melihat Jin Hyuk selalu pulang larut malam. Ha Na menebak Jin Hyuk pasti tak punya pacar.
Jin Hyuk meminta Ha Na fokus. Ia kembali meneruskan penjelasannya mengenai sejarah kebudayaan pada masa Joseon. Ha Na memotong ucapan Jin Hyuk dengan bilang ia tahu semua tentang sejarah itu. 
"Benarkah? Sepertinya akan lebih mudah dari yang diharapkan," ucap Jin Hyuk senang karena tak perlu repot-repot mengajari Ha Na.
"Chuno. Choi Kang Chil Woo. Iljimae," celetuk Ha Na (bwahaha...Ha Na belajar sejarahnya dari film).
Joon Min dan Se Mi langsung merasa lelah.
Sedangkan Jin Hyuk bingung. "Iljimae?"
"Itu adalah drama yang diatur selama sejarah pemerintahan Jo." Joon Min memberi informasi pada Jin Hyuk (ketahuan gak pernah nonton film neh).
"Aku mendapatkan semua pengetahuan tentang sejarah dari drama sejarah," ucap Ha Na bangga.
"Kau tak mungkin berpikir nama asli Ratu Myung Seong adalah Lee Mi Yeon, kan?" tanya Joon Min greget.
"Aiish, benar-benar. Lee Min Yeon adalah Kim Man Deok, okay?" ralat Ha Na (drama Merchant Man Kim Deok-red). "Aku tak pernah tahu kau begitu bodoh."
Jin Hyuk cuma bisa memejamkan mata. Joon Min jelas saja keki. Sedangkan Se Mi sudah tak bisa komentar apa-apa lagi.
"Leader Tim Go, apa makanan dan minuman favoritmu?" tanya Ha Na. Jin Hyuk memandang Ha Na nggak percaya. Serasa pengen bilang ada ya orang kayak gini? Wkwkwk....kayaknya Ha Na mulai pedekate neh sama Jin Hyuk.

Se Mi kebagian tugas mengajari Ha Na cara menyajikan teh; pertama-tama tuangkan air panas ke dalam cangkir. Tuang lagi setelah air menjadi hangat. Lakukan 3 kali. Ha Na mengikuti ajaran Se Mi. Kim Byung Joon lewat. Ha Na memanggilnya untuk ikut minum teh. Lalu Ha Na mengajukan pertanyaan nggak penting dengan bertanya berapa harga per set cangkir itu.

Kemudian Ha Na dibawa ke salon untuk di makeover. Setelah itu Se Mi membawakanya ke butik untuk membeli pakaian kerja yang cocok. Ha Na masih sempat-sempatnya mengajukan pertanyaan bodoh mengapa Se Mi bisa hamil.

Selesai di makeover, Se Mi membawa Ha Na ke kantor NIA. Semua agent tengah berkumpul. Mereka terkejut melihat penampilan baru Ha Na. Begitu juga dengan Jin Hyuk.

Berikutnya jatah Joon Min. Ia memberikan sebuah microfon dan receptor untuk Ha Na. Jin Hyuk membantu memasangkannya di telinga dan baju Ha Na. 

Setelah semuanya beres, Ha Na pergi ke Yayasan Kebudayaan Isong untuk melakukan interview. Staff wanita yang pernah diajak bekerjasama dengan Joon Min menyapa Ha Na.
"Apa kau orang yang akan melakukan interview, Nona Kim Ji Hye?"
"Ya, aku Kim Ji Hye," jawab Ha Na.
Do Hoon sendiri yang langsung mewawancarai Ha Na. Do Hoon menyajikan teh hijau untuk Ha Na. Ia berkomentar teh hijau dari Pulau Jeju memiliki rasa yang sangat segar.
Lalu Do Hoon memulai interview.
"Kau terlihat berbeda dari foto di resume-mu?"
"Di foto itu aku terlihat lebih tua, kan? Gaya rambut yang baru tidak terlalu buruk," ucap Ha Na menebak maksud Do Hoon.
"Kualifikasi-mu sangat luar biasa. Dapatkan kau mengatasinya dengan tinggal di Korea?" puji Do Hoon.
"Aku berimigrasi ke Amerika saat SMA. Jadi aku sangat merindukan negaraku. Ketika aku belajar di Amerika, aku selalu mempunyai keinginan melihat seni kuno Korea."
"Begitu juga denganku. Ketika aku belajar disana. Aku juga seperti itu," ucap Do Hoon lalu tertawa. Ha Na ikut tertawa dengan berlebihan.

Sementara itu para agent tengah memantau jalannya interview Ha Na. Sin Gi Jon berkomentar Ha Na gampang sekali mendapat pujian dengan mendengar tawanya saja. Tapi ia masih meragukan loyalitas Ha Na pada NIA. Kim Byung Joon ikut nimbrung. Ia mengeluh tak bisa melihat layar monitor karena terhalang Sin Gi Joon dan Eun Seo. Sin Gi Joon mencelanya. Byung Joon berkata tugasnya sangat penting. Lalu ia menulis di laporannya bahwa Sin Gi Joon mencoba mengisolasinya. Byung Joon merasa harus melaporkan hal ini ke Deputi Direktur Lee.

Kembali ke Ha Na. 
Do Hoon menyinggung tentang lukisan Courbet. Ha Na yang tak paham dengan konyolnya bilang kalau Mr. Courbet baik-baik saja dan bahkan mereka sempat minum bersama sebelum Ha Na kembali ke Korea. Jelas saja Do Hoon langsung bengong. 
Agent NIA terlihat tegang. Jin Hyuk membantu Ha Na dengan membisikkan kata Bounjour Monsieur Courbet berulang kali dan memberitahu bahwa itu adalah lukisan terkenal. Ha Na mendengarkan baik-baik kata-kata Jin Hyuk yang terdengar asing ditelinganya. Setelah tahu maksud Jin Hyuk, Ha Na langsung ngeles dengan bilang joke-nya pasti garing. Melihat ekspresi wajah Do Hoon saja ketahuan ia setuju banget sama omongan Ha Na. Wkwkwk...

Jin Hyuk dkk stress. Byung Joon mulai membuat laporan: Oh Ha Na tidak tahu nama sebuah lukisan. Go Jin Hyuk terlihat bingung sekarang.
Do Hoon melanjutkan interview.
"Kau mengambil jurusan Sejarah Seni Timur-Barat, kan? Anggap kau sudah menjadi sekretaris disini...Bagian mana dari tempat ini menurutmu yang harus diperbaiki?"
Ha Na panik lalu menjawab dengan ragu-ragu. "Shin Sang. Itu menurut pendapatku." (maksud Ha Na produk baru).
Jin Hyuk dkk langsung hopeless mendengar jawaban Ha Na. Mereka tertunduk lesu diselingi laporan Byung Joon: Ini malapetaka bagi semua orang. Wkwkwk...

Eun Seo akan mengirim Joo Soo Young ke Departemen Kejaksaan karena NIA sudah tak punya alasan lagi untuk menahannya lebih lama. Joo Soo Young tampak senang mendengar kabar ini.

Ha Na sedang tegang menunggu telepon dari Isong. Begitu juga dengan para agent Tim 1. Mereka berkumpul  di satu meja sambil memandangi ponsel Ha Na. Ha Na duduk agak menjauh. Ia menoleh dan ragu-ragu bertanya.
"Jika aku gagal interview, apa yang akan terjadi?"
"Tidak banyak. Jika kau gagal kita harus menyerah pada investigasi ini. Kurasa ini akan segera terjadi." celetuk Joon Min asal. Se Mi bereaksi dengan menendang kakinya. Eun Seo juga menghardiknya. 

Lalu panggilan telepon yang ditunggu-tunggu akhirnya masuk ke ponsel Ha Na. Semua orang reflek menjulurkan kepala ke arah ponsel itu. Eun Seo menyambar telepon itu dan memberikannya pada Ha Na. Ha Na tanpa sadar menyapa dengan mengucapkan nama aslinya. Para agent serempak bangun sambil mengacungkan tangan untuk menghentikan kecerobohan Ha Na. Ha Na langsung terdiam dan buru-buru meralat ucapannya, Kim Ji Hye...Kim Ji Hye!

Ha Na menutup telepon dengan lemah. Para agent langsung lemas saat melihat raut wajah Ha Na. Tanpa Ha Na bersuara mereka tahu bahwa misi mereka telah gagal. Jin Hyuk menenangkan para agent yang terlihat kecewa. Lalu semua orang bubar dengan wajah lesu.
"Tunggu sebentar!" seru Ha Na tiba-tiba. Semua agent menoleh padanya.
"Tidak bisakah kalian bahkan dengan joke yang mudah? Aku berhasil." Ha Na tersenyum sambil mengacungkan dua jarinya. Tapi para agent malah tidak terlihat senang atau memberinya selamat. Mereka memandang Ha Na dengan wajah datar. Ha Na bingung lalu kembali mengumumkan bahwa ia lulus dan mulai bekerja selasa depan. Reaksi para agent? Mereka malah asyik berdiskusi atas dasar apa seorang Ha Na bisa diterima bekerja sebagai sekretaris. Namanya atau resumenya? (bwahaha...)
Muka Ha Na terlihat melas. Usaha terakhirnya minta dukungan pada Jin Hyuk yang memberinya selamat dengan kikuk. 


Setelah itu Eun Seo sebagai Leader Tim memerintahkan para agent mempersiapkan diri untuk misi ini. Joon Min bertanya apa mereka harus mengajari Ha Na. Se Mi buru-buru minta cuti hamil (haha, takut disuruh ngajarin Ha Na). Joon Min langsung protes, jika kita mati, kita harus mati bersama-sama! Ha Na terlihat sedih.

Jin Hyuk mengejar Ha Na yang hendak pulang. Ha Na sedikit curhat sebenarnya ia sangat takut. Jin Hyuk menyakinkan Ha Na bahwa ia mampu menjalankan tugas ini. Lalu ia berbaik hati membawakan tas belanjaan Ha Na dan mengajaknya makan. Eun Seo tak sengaja melihat keakraban mereka berdua.

Jin Hyuk mentraktir Ha Na makan. Seperti biasa Ha Na mengambil kesempatan dengan minta dibungkuskan 2 porsi untuk ibunya. Lalu Ha Na banyak bertanya mengenai ibu Jin Hyuk. Jin Hyuk agak enggan membicarakan ibunya dengan Ha Na. Ia malah menasehati Ha Na agar tak lupa membawa kamus bahasa Inggris dan memperlajari percakapan telepon. Ia juga memberikan kartu kreditnya agar Ha Na bisa menggunakannya untuk membeli baju yang bagus. Ha Na kegirangan. Jin Hyuk yang tahu isi kepala Ha Na segera mengingatkan agar membeli barang yang diperlukan. Ia memberitahu limit kartunya 10.000 dollar. Ha Na kaget mendengarnya.



Sin Gi Joon menerima laporan dari Eun Seo mengenai persiapan investigasi. Sementara itu, Jin Hyuk mendapat SMS notifikasi bahwa kartu kreditnya telah terpakai di Lee Hass Brand sebesar 170.000 won. Jin Hyuk kaget membaca SMS itu. Eun Seo yang mendengar ucapan Jin Hyuk memberitahu bahwa Lee Hess adalah butik khusus pakaian wanita yang branded. Jin Hyuk kembali terkaget-kaget saat mendapat SMS lagi: Matiaz 150.000 won, Love of Korea Cattle 80.000 won. Whoaa, Ha Na benar-benar memanfaatkan kebaikan Jin Hyuk dengan sangat bijak. 

Jin Hyuk tak mungkin tinggal diam duitnya di hambur-hamburkan begitu saja oleh Ha Na. Ia mencegat Ha Na di depan gang rumahnya.
Benar saja, tak lama Ha Na dan ibunya muncul sambil menenteng tas belanjaan yang sangat banyak. Mereka jalan sambil ngobrol. Ibu Ha Na menanyakan perkembangan hubungan Ha Na dengan Jin Hyuk. Ia masih terobsesi memiliki salah satu restoran ayam Jin Hyuk. Tentu saja Ha Na sudah melakukan usaha pendekatan dari jauh-jauh hari.


Jin Hyuk keluar dari mobil dan menghadang mereka berdua. Ha Na terkejut karena tertangkap basah telah menghabiskan uang Jin Hyuk. Ibu Ha Na yang tak tahu kartu kredit Jin Hyuk yang dipakai putrinya untuk shopping malah pamer. Ha Na terlihat kesal melihat tingkah ibunya. 
"Ini Lee Hess, kan?" komentar Jin Hyuk. Ibu Ha Na kagum Jin Hyuk melek brand. 
"Ponselku menampilkan setiap pembelian yang dibayar dengan kartu kredit," ucap Jin Hyuk.
"Kartu?" Ibu Ha Na tak paham juga. Ha Na segera menyuruh ibunya pulang. 
Jin Hyuk marah pada Ha Na. Padahal ia sudah mewanti-wanti Ha Na agar menggunakan kartunya untuk barang-barang yang diperlukan saja. Ha Na beralasan karena masalah pinjaman apartemen, ia belum pernah memberikan pakaian yang layak untuk ibunya.
"Kau belum membeli pakaian untukmu sendiri?" tanya Jin Hyuk mulai bersimpati.
"Ya, aku selalu terlihat cantik dengan pakaian apapun yang kukenakan, tapi ibu semakin tua," jawab Ha Na (gubrak!!!).

Jin Hyuk membawa Ha Na kembali ke butik. Ha Na bertanya apa semua baju itu akan menjadi miliknya setelah investigasi berakhir. Jin Hyuk langsung menjawab tidak. Ha Na harus membayar semua baju itu.

Jin Hyuk meminta bantuan SPG memilihkan beberapa baju kerja untuk Ha Na. Ha Na tak mau repot-repot mencobanya dan meminta langsung dibungkus saja. Ia memandangi baju-baju yang tergantung dan berandai-andai kapan ia bisa membelinya. Jin Hyuk merasa kasihan. Ia meminta Ha Na memilih satu yang ia suka. Ha Na senang dan tergoda pada baju diskon, tapi Jin Hyuk meminta Ha Na mengambil baju tanpa diskon.

Ha Na senang. Ia memilih cardigan pink dan terkejut saat melihat harganya. Jin Hyuk meminta Ha Na tak usah melihat harganya. Ha Na memandangi Jin Hyuk yang tiba-tiba tampak bersinar. Di mata Ha Na Jin Hyuk berubah menjadi Prince Charming. Detik itu juga kayaknya Ha Na langsung jatuh cinta sama Jin Hyuk. Terbukti misinya kali ini bukan soal restoran ayam lagi. 

Untuk menjaga kerahasiaan investigasi NIA, Jin Hyuk membawa Ha Na keluar dari rumah sementara waktu. Ibu Ha Na tampak keberatan melepas kepergian putrinya. Ha Na meyakinkan ibunya bahwa ia tak mungkin melakukan pekerjaan yang berbahaya. Jin Hyuk menjamin Ha Na akan baik-baik saja. Ia memberi nomor teleponnya jika Ibu Ha Na ingin menghubungi Ha Na. Karena untuk sementara waktu ponsel Ha Na akan dinonaktifkan. Ibu Ha Na semakin merasa aneh. Ia merasa putrinya akan pergi jauh. Tapi dengan mudahnya Ha Na mendapatkan restu setelah mengingatkan misi mereka tentang restoran ayam goreng. 

Ha Na menyetir mobil Jin Hyuk. Ia bertanya mengapa Eun Seo dipanggil dengan Leader Tim. Jin Hyuk memberitahu bahwa ia telah turun pangkat. Ha Na berkomentar pasti hal ini sangat sulit untuk Jin Hyuk dan rasanya pasti ingin melarikan diri. Jin Hyuk menjawab ketika hidup dalam suatu masyarakat, kau pasti ingin lari, tapi dimana kau bisa berlari. Ha Na membenarkan dan berkata diplomatis jika kau melarikan diri, pada akhirnya hanya menemukan masalah yang lebih besar dan ditambah dengan sebuah penyesalan. Kita selalu berpikir akan merasa lebih baik jika melarikan diri. Jika tidak dapat menyelesaikan masalah, kau akan pergi ke tempat lain untuk pergi. Bila kau memiliki tempat lain untuk pergi, itu artinya kau tidak mampu bertahan sampai akhir.
"Cukup bagus," puji Jin Hyuk.
"Aku," seru Ha Na ge-er.
"Bukan, pemandangan diluar," ledek Jin Hyuk. 

Se Mi memperlihatkan kamar baru yang akan ditempati Ha Na. Ha Na terlihat mengagumi kamarnya. Lalu Se Mi mengajak Ha Na berkeliling apartemen mereka dan menunjukkan kantor mereka yang akan digunakan untuk memantau aktivitas Ha Na saat bekerja.

Di dalam ruangan itu ada Eun Seo dan Joon Min. Eun Seo melihat Ha Na dan mulai mengomel karena Ha Na datang terlambat. Ia meminta Ha Na melaporkan semua hal yang dilakukannya selama 24 jam penuh. Eun Seo berjaga-jaga untuk segala kemungkinan. Ha Na jelas meradang. Ia sudah kenyang dicurigai terus. Ia protes mengapa mereka mempekerjakannya jika tak percaya padanya. Ha Na juga mempertanyakan mengapa ia yang terpilih untuk menyamar padahal banyak agent yang terampil. Eun Seo tak mau memberitahu alasannya.
"Oh Ha Na, kau hanya bertindak sesuai perintah kami, itu saja!" tandas Eun Seo.
"Mengikuti perintahmu dan tunduk dalam pengawasan 24 jam penuh. Apa kau pikir aku robot?" ucap Ha Na emosi. "Awalnya aku bergabung karena aku ingin bekerja dalam tim ini. Tapi aku tak mengharapkan aku harus tunduk dalam pengawasan dan diperlakukan seperti seorang kriminal yang harus mengikuti perintah."
"Sudah terlambat untuk kau merepotkan tentang hal ini sekarang. Pergi dan bongkar barang bawaanmu!" ucap Eun Seo mengakhiri pertengkaran mereka.
Jin Hyuk datang. Ha Na semakin emosi. 
"Aku selesai! Aku tidak begitu toleran saat aku diperlakukan seperti seorang kriminal." seru Ha Na lalu pergi dengan marah.

Jin Hyuk menyusul Ha Na. Ia menarik lengan Ha Na dan memintanya memaklumi sikap Eun Seo. 
"Dia bertindak seperti itu karena merasa tidak nyaman. Aku juga. Tapi dia membuatnya lebih buruk untukku. Apa yang bisa kulakukan? Tolong pertimbangkan posisiku. Mereka satu tim ada didalam sana, sedangkan aku melakukan ini sendirian. Aku benar-benar takut."
"Kau tak perlu takut. Aku akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa kau menyelesaikan misimu dengan lancar dan aman. Aku akan melindungimu," janji Jin Hyuk.
"Berbicara manis tak ada gunanya. Aku sudah diperlakukan sebagai kriminal." Ha Na sudah terlanjur tersinggung. Lalu beranjak pergi. Namun baru beberapa langkah, ia merasa menyesal dan berharap Jin Hyuk menahannya. 

Tiba-tiba seseorang menarik lengannya. Ha Na berbalik dan terkejut karena Eun Seo yang menariknya.
"Jangan pergi," ucapnya. Ha Na hanya tertegun sambil memandangi Jin Hyuk yang sedari tadi masih mematung ditempatnya.

Ha Na memberesi bajunya di dalam kamar. Ia memutuskan meneruskan kerjasama dengan NIA. Joon Min masuk dan bersikap ramah dengan menyapanya Ha Na-sshi. Ha Na protes dan meminta Joon Min memanggilnya Noona saja. Joon Min tersenyum manis dan menyuruh Ha Na keluar  untuk belajar pendidikan komputer. Ha Na langsung menyesal mengapa tadi tak jadi pergi.

Di luar Eun Seo tengah berbicara dengan Jin Hyuk. Ia sangat mengharapkan kasus yang ditanganinya kali ini berhasil. Ia meminta Jin Hyuk membantu Ha Na.
"Apa yang terjadi hari ini adalah salahku. Dia tak melakukan sesuatu yang salah," Jin Hyuk membela Ha Na.
"Sepertinya sekarang kau tahu bagaimana menjadi peduli terhadap orang lain. Sunbae, kau dulu orang yang sangat keras dan tegas. Ingat bagaimana kau memperlakukan aku dulu?" komentar Eun Seo sinis.
"Aku tidak ingat. Kau tak perlu khawatir tentang Oh Ha Na," jawab Jin Hyuk menangkap api cemburu dari nada suara Eun Seo.
"Aku Leader Tim. Aku akan membuat keputusan terakhir. Aku yang akan bertanggung jawab." seru Eun Seo.
"Aku tak akan membiarkan apapun terjadi sehingga kau harus mengambil tanggung jawab," Jin Hyuk kesal lalu pergi meninggalkan Eun Seo. 

Eun Seo pergi ke NIA. Ia berpapasan dengan Sin Gi Joon di depan lift. Sin Gi Joon memarahi Eun Seo yang datang terlambat ke kantor. Tapi kemudian menyadari mata Eun Seo bengkak seperti habis menangis. Eun Seo berkilah ia habis memakai obat tetes mata. Sin Gi Joon tahu Eun Seo berbohong. Ia menasehati Eun Seo untuk tak menyimpan masalahnya sendiri. Banyak teman yang siap membantu.

Jin Hyuk masuk ruang kerja di apartemen baru Ha Na. Joon Min tertidur pulas diatas meja. Tak tega membangunkannya, Jin Hyuk memilih ke ruang tamu dan mencoba menelepon Eun Seo. Namun ponsel Eun Seo sedang tidak aktif. 

Ha Na muncul dan ikut duduk.

"Mengapa kau tidak pergi? Jika kau ingin pergi, kau bisa saja mengabaikan Choi Eun Seo dan pergi." tanya Jin Hyuk.
"Kau masih ingat janjimu, kan? Kau secara pribadi mendukung," ingat Ha Na akan janji Jin Hyuk. "Jika aku mengatakan keluar sekarang, aku akan kehilangan bahkan satu persen hari nurani yang masih kumiliki."
"Tapi kita tak tahu kapan ini akan berakhir,"
"Itu akan terjadi suatu hari nanti. Sejak kau mengatakan akan melindungiku sampai akhir, maka aku akan percaya padamu dan bertahan."
"Kau percaya padaku?" seru Jin Hyuk.
"Tidak. Aku hanya berpura-pura mempercayaimu. Kepercayaan terhadapmu akan tumbuh secara bertahap," ungkap Ha Na jujur.



Se Mi sibuk mendandani Ha Na yang masih tidur. Ini hari pertama Ha Na masuk kerja. Setelah selesai, ia dibantu Eun Seo memaksa Ha Na bangun. Ha Na yang masih ngantuk terlihat ogah-ogahan. Setelah itu mereka berdebat mengenai baju yang akan dipakai Ha Na kerja. Ha Na ngotot ingin memakai baju yang dipilihnya.

Jin Hyuk dan Eun Seo mengantar Ha Na. Perdebatan mengenai baju, Ha Na yang kalah. Eun Seo memasangkan mini receptor di baju Ha Na. Alat itu dapat bekerja layaknya sebuah kamera yang dapat memantau segala aktivitas Ha Na sekaligus sebagai alat komunikasi. Seperti biasa Joon Min dan Se Mi sudah stanby untuk memonitori Ha Na.
 Eun Seo mengingatkan Ha Na hanya boleh mematikan receptor saat di dalam toilet. Jika lebih dari 20 menit alat itu mati, alarm darurat otomatis akan menyala. Ha Na terlihat sangat gugup. Jin Hyuk memberi semangat untuknya.


Ha Na masuk ke kantor Isong. Ia sangat gugup dan ragu-ragu. Dari arah belakang Do Hoon mendekat dan memanggil Ha Na.

Do Hoon berulang kali memanggil Ha Na, tapi kayaknya Ha Na nggak ngeh karena Do Hoon memanggil nama palsu Ha Na, Kim Ji Hye. Dari monitor Joon Min melihat kehadiran Do Hoon. Dengan gregetan Joon Min menyuruh Ha Na menjawab panggilan Do Hoon. Ha Na menoleh dengan terkejut. Ia meminta maaf karena tak mendengar.


Do Hoon mempersilahkan Ha Na masuk ke ruang kerjanya. Secara singkat ia menjelaskan tugas-tugas Ha Na sebagai sekretarisnya. Ia meminta Ha Na mempelajari pekerjaannya dari file yang sudah disusun oleh mantan seketarisnya. Ha Na terkesan dengan keramahan bosnya. Lalu Do Hon mengajak Ha Na meminum teh hijau bersama.

Di ruang monitor, Joon Min berkata pada Se Mi apa mereka perlu memberitahu Ha Na bahwa Do Hoon terlibat dalam sindikat obat-obatan terlarang bersama Joo Soo Young. Se Mi mengatakan sebaliknya. Lebih baik Ha Na tak perlu tahu. Se Mi takut Ha Na malah tak bisa mengendalikan emosi dan ekspresi wajahnya. Tugas awal Ha Na adalah mendapat kepercayaan dari Do Hoon. Setelah itu baru bisa membeberkan kejahatan Do Hoon pada Ha Na. Tapi Joon Min khawatir Ha Na akan jatuh cinta pada Do Hoon. Byung Joon yang ada disana ikut nimbrung. Ia bilang Ha Na bukan orang seperti itu, kecuali Do Hoon memberinya uang. Ckckck, ia mengira otak Ha Na hanya berisi uang.


Ha Na masuk ke ruangan Do Hoon sambil membawa teh hijau. Do Hoon mempersilahkan Ha Na duduk. Ia tahu sedari tadi Ha Na merasa gugup di hari pertama kerja. Ia meminta Ha Na menganggapnya seperti keluarga. Dulu hubungannya dengan sekretaris lamanya juga seperti itu. Do Hoon ingin Ha Na bekerja dengan suasana yang nyaman dan tanpa beban. 

"Kau 30 tahun, kan?" tanya Do Hoon.
"Ya. Mungkin agak luar biasa karena aku terlihat muda, tapi itu benar," jawab Ha Na pede.
"Kau malah terlihat lebih tua. Apa pakaian lusuh ini yang membuatmu terlihat tua?" tunjuk Do Hoon. Wkwkwk...


Joon Min cs kaget mendengar ucapan Do Hoon yang tak terduga. Joon Min sampai heran mengapa investigasi NIA bisa sampai salah.
"Orang ini memiliki pesona. Dia benar-benar menawan. Seorang bad guy," ucap Byung Joon kagum.
"Sunbaenim!" seru Joon Min dan Se Mi bersamaan.
Byung Joon langsung mengeluarkan buku catatannya: Junior telah mengeluh pada Sunbae mereka-aku, Kim Byung Joon.


Ha Na berbisik ke arah receptor.
"Aku terlihat tua. Dan aku berpakaian lusuh?" Ha Na benar-benar tak terima pada penilaian Do Hoon. Joon Min berusaha menenangkan Ha Na. Ia takut emosi Ha Na meledak. Haha...


Ha Na meminta maaf pada Do Hoon karena busananya terlihat buruk di hari pertama kerjanya. Kali ini Do Hoon memaklumi dan meminta Ha Na tak mengenakan pakaian seperti itu lagi.
"Terus terang, penampilan dan kualifikasi anda tidak memenuhi harapanku."
"Lalu mengapa kau mempekerjakanku?" tanya Ha Na heran.
"SATU HAL!!" seru Do Hoon cukup keras sampai Ha Na terlonjak kaget. "Hanya satu hal. Karena kau tahu nilai Shin Sang. Inti dari Seni Timur-Barat tidak lain dari Patung Ilahi. Patung 12 Dewa, Patung 4 Raja, Patung Buddha, dll. Lambang seni yang rumit...Selanjutnya dengan mengikuti evolusi dari Patung Ilahi, baru seseorang dapat memahami transformasi dari Seni Timur-Barat." ucap Do Hoon panjang lebar. Ha Na nggak nyangka jawaban 'asal' saat interview kemarin membuat Do Hoon terkesan ( Aku yakin Ha Na gak ngerti sama yang Do Hoon bilang barusan, sama kayak aku, haha...).


Do Hoon menghirup teh hijaunya. Ia terlihat sangat menikmatinya. Ha Na memilih meminum Coffee Mix. Do Hoon heran, Ha Na yang pernah tinggal di Amerika masih mau meminum kopi jenis itu. Ha Na mengatakan selalu meminum Coffee Mix saat di Amerika. Lagi-lagi Do Hoon heran dengan selera Ha Na. Ha Na takut Do Hoon curiga cepat-cepat mengalihkan pembicaraan dengan membacakan schedulenya; Rapat Direksi jam 10 pagi. Sore hari ke Undangan Mourice Collector.

Do Hoo mempermasalahkan dasi cokelat polkadot yang dikenakannya tidak kelihatan bagus. Ha Na berkata warna dasi itu tak terlalu buruk dan cocok untuk Do Hoon. Do Hoon senang mendengar pujian Ha Na dengan menambahkan kalau warna gelap juga cocok untuknya (Ha Na punya saingan neh...). Ha Na kembali melanjutkan membaca schedulenya. Do Hoon tetap ngeyel. Ia bahkan meminta Ha Na menghubungi mananger toko untuk membeli dasi. Ha Na mengingatkan Do Hoon bahwa sebentar lagi rapat akan dimulai. Do Hoon mengartikan Ha Na harus mendapatkan dasi itu dengan cepat. Ha Na langsung menutup buku yang dipegangnya dengan menahan kesal.


Jin Hyuk tak fokus saat tengah rapat berdua dengan Eun Seo. Ia terlihat melamun. Ternyata ia tengah mengkhawatirkan Ha Na. Lagi-lagi hal ini memicu kecemburuan Eun Seo.

"Kau benar-benar sudah berubah, Sunbae. Kau banyak berubah dalam 3 tahun ini. Kau kehilangan ketegasan mu. Dulu aku tak pernah bisa menebak apa isi kepalamu. Kau dingin dan menakutkan. Bahkan orang lain takut berbicara sepatah katapun denganmu. Apa ini karena Oh Ha Na?"
Jin Hyuk diam saja. Ia tak menjawab maupun membantah ucapan Eun Seo. Jin Hyuk memilih pergi ke safe house (apartemen baru Ha Na).


Ha Na sudah mendapatkan dasi yang diminta Do Hoon. Ia sangat kesal dan berniat menggunakan dasi itu untuk mencekik bos barunya.


Di kantor Ha Na membantu Do Hoon memakai dasi. Ha Na benar-benar melaksanakan keinginannya. Ia dengan sengaja mengikat dasi ke leher Do Hoon dengan kencang.

"Apa kau terang-terangan ingin mencekikku sampai mati sekarang?" sembur Do Hoon.
"Apa?"
"Bukankah kau sedang mencoba mematahkan leherku?"
"Aku sedang membantumu memakai dasi," jawab Ha Na kalem.

Do Hoon jelas tak percaya. Ia memukul tangan Ha Na dan memakai sendiri dasinya. "Apa tanganmu adalah kakimu? Kurasa akan lebih baik jika kau menggunakan kakimu.
"Jika kau bersedia, mengapa kita tak mencoba menggunakan kakiku?" Sepertinya Ha Na serius menanggapi ucapan Do Hoon. Tentu saja Do Hoon langsung menolak ide itu.

Ha Na melihat Do Hoon mahir memakai dasi. Ia kesal mengapa tadi meminta bantuannya. Do Hoon beralasan sedang menguji Ha Na. Jika Ha Na pintar memakaikan dasi, berarti Ha Na sudah punya pacar. Ha Na heran mengapa Do Hoon menanyakan hal itu. Do Hoon menjawab hanya ingin tahu. Lalu mengajak Ha Na ke ruang meeting. Ha Na bingung membaca karakter Do Hoon. Sejauh ini ia menyimpulkan Do Hoon itu pria hebat.


Sebelum rapat dimulai, Ha Na sibuk membagi-bagikan berkas untuk bahan rapat. Supaya cepat, ia melempar  tumpukan berkas itu ke setiap meja kemudian buru-buru merapikannya.

Setelah itu, tugasnya berganti membuat minuman. Beberapa anggota rapat mulai berdatangan. Ha Na menuangkan air panas lalu membuka kantung teh sebanyak mungkin. Berhubung tangannya cuma 2, Ha Na menggunakan mulutnya untuk menjepit kantung teh itu ( Hohoho...dijamin sedap banget tuh teh kena iler Ha Na).

Lalu dengan tangan bak pekerja pabrik yang terampil Ha Na mencelupkan kantung-kantung teh itu ke setiap cangkir plus sedikit perasan dari tangannya langsung (ASAL BANGET!!! Otak Ha Na: yang penting tuh air ada warnanya).

Pekerjaan Ha Na terlihat rapi dengan banyaknya air yang berceceran sebagai bukti. Berlomba dengan waktu karena hampir semua peserta rapat sudah hadir, Ha Na membuka kopi sachets dengan giginya (kebiasaan aku jg seh, hehe...). Lalu ia menuangkannya ke cangkir teh tadi dan sepertinya ia akan membutuhkan banyak tissue (gak tahu deh, si Ha Na mau bikin minuman apa). Lengkap sudah kekacauan yang Ha Na bikin.


Joon Min sampai frustasi melihat cara kerja Ha Na yang sangat terampil.
"Whoa, tiba-tiba aku ingin minum kopi," ucap Se Mi yang lagi ngidam.
"Apa kau yakin ingin minum kopi setelah melihat itu semua?" ucap Joon Min tak percaya.
"Jangan langsung mengambil kesimpulan terlalu cepat. Siapa tahu mereka akan menyukai itu dan mulai meminumnya nanti," Byung Joon menyahut dari kursi belakang sambil asyik membaca koran.
"Bagaiman kau tahu, Sunbae?" tanya Joon Min kesal.
Byung Joon menoleh, "Rahasia."


Do Hoon masuk. Rapat dimulai. Rapat kali ini membahas mengenai struktur internal pembangunan. Sepertinya Isong Foundation akan dibangun ulang dengan konsep baru. Sementara rapat berjalan, Ha Na tengah sibuk mengelap cangkir untuk menghilangkan sisa-sisa kekacauan yang ditimbulkannya tadi. Lalu ia membawa cangkir itu ke meja Do Hoon. Do Hoon mencicipi teh buatan Ha Na dan berkata rasanya lumayan. Ha Na tersenyum lega (yeah, iler Ha Na berguna juga, wkwkwk...). 

Do Hoon kembali fokus ke dalam rapat. Ia terlihat sibuk mencatat. Ha Na berusaha mengintip apa saja yang dicatat Do Hoon.

Ada 3 poin penting, yaitu : 
1. Direktur Kim-rambut palsu.
2. Direktur Park-memakai pakaian yang sama selama 3 minggu.
3. Direktur Choi-blusnya kesempitan.
Bwahaha...dasar bos gila. Yang lain pada serius mengikuti rapat, Do Hoon malah sibuk mengomentari penampilan peserta rapat. Ha Na sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan bosnya.

Rapat selesai. Do Hoon berjalan keluar ruangan dibarengi Ha Na. Do Hoon bertanya mengenai materi rapat. Ha Na meminta bantuan Joon Min. Sialnya suara Joon Min kurang jelas terdengar. Ha Na sampai agak memiringkan kepalanya. Lalu satu pertanyaan lagi dijawab Ha Na dengan mendekatkan diri pada Do Hoon. 

Do Hoon malah memandangi Ha Na dengan tajam.
"Menjauh. Siapa yang mengatakan kau bisa begitu dekat?" ucap Do Hoon tajam. Reflek Ha Na langsung meloncat mundur menjauhi Do Hoon. 

"Jenis parfum apa yang kau gunakan?" tanya Do Hoon mencium aroma tubuh Ha Na.
"Aku tidak menggunakan parfum apapun," jawab Ha Na pias.
"Pastikan kau menggunakannya mulai dari sekarang. Bagaimana bisa kau tak memakai parfum. Apa kau tak punya hati nurani?" tandas Do Hoon lalu pergi. Ha Na jelas keki berat. Dia mengepalkan tinjunya begitu Do Hoon pergi. Lalu mencoba membaui dirinya sendiri (bwahaha...).


Joon Min sampai speechless. Tiba-tiba Jin Hyuk masuk mengagetkannya. Jin Hyuk bertanya mengapa Joon Min bekerja sendirian. Joon Min menjawab Kim Byung Joon ijin pulang cepat karena pencernaannya kurang baik dan Park Se Mi lagi ngidam ddokbukki.

Jin Hyuk menanyakan keadaan Ha Na di tempat kerjanya. Joon Min hanya berkata Ha Na harus bertanggungjawab untuk semua masalah yang ditimbulkannya sendiri. Tapi sejauh ini Ha Na tak melakukan kesalahan yang signifikan. Jin Hyuk tampak membela Ha Na. Manusia tak luput dari kesalahan. Yang harus dilakukan adalah mencoba untuk lebih memahami. Joon Min sampai bengong mendengar ucapan Jin Hyuk (wah, udah mulai suka neh sama Ha Na).



Di kursinya, Ha Na tengah terkantuk-kantuk. Do Hoon keluar dari ruangannya. Ia berkata akan pergi untuk melakukan meeting penting. Ha Na langsung mengambil tasnya dan mengira jam kerjanya sudah habis.

Do Hoon kesal melihat sikap Ha Na yang tidak tepat waktu pada jam kerja. Padahal Ha Na bilang pernah tinggal di Amerika. Ia juga meminta Ha Na berjanji untuk tak memakai baju lusuh lagi ke kantor. Seharian ini Ha Na benar-benar dibuat kesal.


Ha Na mendatangi Jin Hyuk dan Joon Min. Ia mendapat tugas baru untuk memasang kamera tersembunyi di kantor Do Hoon. Ha Na keberatan karena hal ini bisa membahayakan dirinya.

Jin Hyuk menyela, selama Ha Na tak melakukan macam-macam tidak akan ada bahaya. Ha Ha kesal dan gantian menyindir Jin Hyuk yang pernah tertangkap olehnya ketika tengah memasang kamera di toilet wanita. Joon Min tertawa dan langsung berhenti saat mendapat tatapan galak Jin Hyuk. Jin Hyuk keki. Ia meminta Ha Na fokus pada kasus mereka. Lalu Jin Hyuk menyerahkan denah kantor Do Hoon dan meminta Ha Na menunjukkan tempat strategis untuk memasang kamera. Ha Na yang sudah hafal letak kantor Do Hoon langsung menunjuk dengan cepat.

Ha Na kembali ke kantor Do Hoon. Ia beralasan pada security ada dokumen yang tertinggal. Ha Na masuk dan menyalakan lampu. Jin Hyuk langsung menyuruhnya mematikan lampu. Ha Na mulai beraksi memasang kamera dengan bantuan senter. Jin Hyuk membantu mengarahkan kamera yang dipasang Ha Na. Terlalu banyak perintah, Ha Na kesal dan berseru mengapa Jin Hyuk tak datang dan melakukannya sendiri. Jin Hyuk cuma tertawa.

Joon Min menyadari ada seseorang yang datang. Ia dan Jin Hyuk panik saat tahu Do Hoon yang datang. Jin Hyuk buru-buru memberitahu Ha Na untuk memberesi peralatannya dan pergi dari sana.

Karena panik, tak sengaja Ha Na menjatuhkan pajangan diatas meja. Ia mengambil pajangan itu dan meletakkannya lagi ketempat semula. Ha Na buru-buru keluar. Namun kembali lagi karena tasnya tertinggal. Ha Na meraih tasnya dan sialnya seluruh isi tasnya berhamburan keluar. Terpaksa ia harus memunguti satu persatu barang-barangnya yang berserakan di lantai.


Sementara itu Do Hoon semakin dekat. Jin Hyuk dan Joon Min terlihat semakin panik dan berteriak meminta Ha Na segera keluar. Di dalam Ha Na masih berjuang mengumpulkan barang-barangnya. Kemudian ia terhenyak saat Jin Hyuk berteriak bahwa Do Hoon sudah memasuki ruangannya.


Do Hoon masuk sambil menerima telepon dari ibunya. Ia mabuk berat. Lalu terjatuh di sofa. Ha Na nongol dari balik sofa itu. Ha Na tidak sempat kabur. Jadi ia bersembunyi di balik sofa. Untungnya kameranya berhasil terpasang. Jadi Jin Hyuk bisa memantau keadaan Ha Na di dalam sana.


Eun Seo masuk dan menanyakan hasil kerja Ha Na. Joon Min mengabarkan situasi genting yang sedang dialami Ha Na. Eun Seo terkejut melihat Ha Na yang terjebak di dalam ruangan bersama Do Hoon.


Jin Hyuk menenangkan Ha Na dan memintanya tetap di posisinya sekarang. Ia meminta Joon Min memantau keadaan kantor Isong. Ia berniat datang kesana menolong Ha Na. Eun Seo tak setuju. Ia mengusulkan menyembunyikan sirine polisi untuk memancing Do Hoon agar keluar dari kantornya.


Tiba-tiba Ha Na merasa sakit perut. Ia berusaha memberitahu dengan kode dan membuat tulisan di udara. Malangnya, nggak ada yang mengerti maksud Ha Na. Mereka cuma bisa menebak-nebak.

Perut Ha Na semakin melilit. Ia sudah tak tahan dan nekat berjingkat keluar. Eun Seo menarik mikrofon dan meminta Ha Na tetap ditempatnya.

Ha Na tak mengindahkan seruannya. Panggilan alamnya sudah diujung tanduk. Do Hoon bergerak dari tidurnya. Ha Na cepat-cepat menunduk lagi. Jin Hyuk cs tegang. Ha Na mengibaskan tangannya di wajah Do Hoon, bagusnya tak ada reaksi.

Ha Na merasa aman dan perlahan berjingkat keluar. Namun tiba-tiba Do Hoon bangun dan menarik lengannya. Ha Na pias dan tak berani menoleh. Jin Hyuk cs benar-benar terkejut melihat Ha Na tertangkap basah. 

5 komentar:

  1. wah, ujungnya bikin penasarannnnnn

    cikurngora.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Chinggu lanjutin donk sinop ini penasaran euy.....

    gomawo ^^

    BalasHapus
  3. lanjutannya mana nih??

    BalasHapus
  4. reyhana akbary13/07/12 16.10

    waduuuch bagus bngt nih drama bikin ngakak plus penasaran makasih banyak ya aQ baca aja serasa lht dramax lhoo.....heeem lanjutin dong....skali lagi makasih za!!!(^-*)

    BalasHapus
  5. sumpah deh ni drama bikin ngakak sendiri,,smangat ya sis buat lanjutin sinopnya,,

    BalasHapus

Comment