Selasa, 04 Januari 2011

Secret Agent Miss Oh (My Country Calls/Call of The Country) Episode 2

Ha Na masuk ke sebuah ruangan guna menghindari pertemuan dengan Jin Hyuk. Sialnya, ia malah masuk ke ruangan Joo Soo Young. Ha Na kaget saat mendapati banyak pria dengan wajah sangar dalam ruangan itu. Terlebih lagi ia melihat ada seorang wanita yang tergeletak di sofa. Tak mau urusannya panjang, Ha Na memilih menghindar.
Tapi salah seorang bodyguard Joo Soo Young menahan pintunya. Dan seorang lagi langsung menarik jaketnya. Pria itu kaget saat melihat lencana polisi di seragam Ha Na.
"Polisi?" serunya.
Ha Na juga kaget dan reflek menutupi lencana itu. Ia tertawa gugup. "Ah, aigoo..." ucapnya sambil melepasakan tangan pria itu dan membetulkan jaketnya. "Jangan khawatir denganku. Aku tak akan mengatakan apa-apa. Aku tak melihat apa-apa. Benar kan, Geun Bae?" tambahnya dan bertanya pada Geun Bae yang ternyata ada didalam. Geun Bae kaget. Apalagi semua memandangnya dengan tatapan tajam.

Sementara diluar Jin Hyuk bersiap dengan senjatanya. Ia tengah berkomunikasi dengan Sin Gi Joon yang memonitorinya di van. 
"Hey, Leader Tim Go! Apa yang kau rencanakan?" nada suara Sin Gi Joon terdengar panik.
"Tidak ada waktu lagi. Aku harus masuk sekarang!" seru Jin Hyuk.
Sin Gi Joo kembali panik. "Tunggu sampai aku mendapatkan gambar yang jelas di dalam."

Ha Na masih mencoba untuk keluar. Tiba-tiba Joo Soo Young bersuara. "Apa yang akan terjadi jika kami melakukan kekerasan pada seorang petugas polisi? Kami belum mencobanya sebelumnya. Ayo kita coba!" ucapnya dibarengi dengan para bodyguarnya yang langsung menyerang Ha Na. Ha Na terkejut dan reflek menarik pistol dari dalam tasnya.
"Jangan bergerak!" teriaknya sambil menodongkan pistol. Semua orang reflek mengangkat tangan ketakutan.

Diluar Jin Hyuk masih berdebat dengan Sin Gi Joon. Ia memaksa masuk dan berkata akan mempertanggungjawabkan dengan resikonya. Sin Gi Joon berteriak marah karena hal ini bukan masalah tanggung jawab. Ia mengkhawatirkan keselamatan Jin Hyuk dan juga Se Mi yang ada di dalam. Jin Hyuk tak mengindahkan perkataanya. Ia berlari ke dalam ruangan itu.

Didalam Ha Na masih menodongkan pistolnya. Ia mencoba membuka pintu dengan tangannya yang bebas. Tiba-tiba dari arah luar Jin Hyuk menerobos masuk dan mendorong Ha Na yang tak sengaja menembakkan pistolnya kearah lampu. Seketika lampu padam.
Di luar lampu juga ikut mati. Suasana menjadi gelap gulita. Orang-orang yang tengah bersenang-senang di night club itu berteriak histeris.
Di dalam van. Joon Min kaget melihat hal itu di  layar monitor. "Apa ini?"
"Lampunya mati," seru Sin Gi Joon sambil memukul kepala Joon Min. Kemudian ia berusaha mencari informasi dari Jin Hyuk. "Jawab aku segera, Go Jin Hyuk!" panggilnya panik.

Di dalam ruangan sangat gelap. Ha Na berusaha mencari penerangan dari HP-nya. Wajah Joo Soo Young yang pertama kali muncul di depannya.
Kemudian Ha Na mengalihkan HP-nya ketempat lain. Seorang pria muncul.
"Ini aku Gab Seong, Hyungnim!" ucap pria itu sambil menunjuk wajahnya sendiri. Seseorang menariknya dan meminta pria itu tak bersuara.
Ha Na menutup HP-nya, tapi ia kembali mengarahkan HP-nya lagi saat terdengar bisik-bisik. Joo Soo Young dan anak buahnya berencana menyelinap keluar. Ha Na mengarahkan HP-nya dan terlihat Jin Hyuk dengan wajah bingung. Tiba-tiba seseorang memukul wajah Jin Hyuk. Reflek Ha Na menutup HP-nya lagi.

Sementara di van, Sin Gi Joon berusaha mencari tahu apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Ia meminta anggota timnya yang lain membantunya memantau situasi disana. Agen E3 melihat monitornya. Ruangan yang gelap membuat ia tak bisa menangkap gambar dengan jelas. Ia melaporkan bahwa pergerakan di dalam ruangan sangat memusingkan.

Lampu tiba-tiba kembali menyala. Gab Seong, anak buah Joo Soo Young yang sepertinya mengenal Ha Na menekan bel peringatan kebakaran. Tujuannya  untuk mengalihkan perhatian dan membawa Joo Soo Young kabur dari sana. Ia berteriak dengan keras memberitahu para pengunjung. Mendengar itu, semua orang menjadi panik dan berlarian menyelamatkan diri menuju pintu keluar.

Di dalam van Joon Min dan Sin Gi Joon juga ikutan panik.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Joon Min.
"Kita dalam masalah besar!" seru Sin Gi Joon yang mulai stress.

Ha Na berhasil keluar dalam ruangan itu. Ia berlari ditengah keramaian orang-orang yang sibuk menyelamatkan diri. Ha Na mencari ibunya yang juga ada dalam night klub itu. Ibu Ha Na keluar dari ruangan dengan temannya. Mereka terkejut melihat kepanikan yang melanda. Temannya berkata telah terjadi kebakaran dan cepat-cepat menariknya pergi dari sana. Ibu Ha Na bingung. Ia teringat pada Ha Na.

Sin Gi Joon berusaha menyambung komunikasi dengan Jin Hyuk yang sempat terputus. Ia meminta Jin Hyuk melaporkan situasinya sekarang ini. Jin Hyuk masih ada di dalam ruangan. Ia tengah memeriksa denyut nadi Se Mi dan segera melaporkan bahwa Se Mi baik-baik saja. Mendengar hal itu, Sin Gi Joon baru bisa menarik nafas lega.

Ha Na datang menabrak ibunya dan segera menarik tangan ibunya untuk pergi dari tempat itu. Kekacauan yang terjadi di night klub itu juga gara-gara dirinya. Makanya ia ingin buru-buru kabur dari sana. Banyak orang yang tak sengaja jatuh dan terinjak-injak. Semua berlarian menuju pintu keluar. Tapi ternyata pintu keluarnya telah digembok dengan pasukan SWAT yang telah siaga di luar.
Mereka saling berteriak meminta pintu segera dibuka. "Buka pintu! Cepat, buka pintunya!"
Sin Gi Joon yang terus memantau situasi di dalam segera mengeluarkan perintah pada agennya yang turut berjaga di pintu keluar membukakan pintu untuk mereka.

Di dalam Jin Hyuk berupaya mengejar Joo Soo Young yang berhasil menyelinap keluar. Jin Hyuk melaporkan pada Sin Gi Joon bahwa ia tak melihat api. Ia mulai paham bahwa hal ini sengaja dilakukan Joo Soo Young agar bisa kabur.
"Jangan membubarkan barisan keamanan?" perintah Jin Hyuk.
"Orang-orang sudah dalam bahaya dan kau masih ingin menahan barisan keamanan?" teriak Sin Gi Joon marah. "Berhenti membuang-buang waktu dengan pembicaraan ini. Cepat temukan Joo Soo Young!"

Orang-orang berhasil keluar dari night club. Sedangkan Ha Na mencari aman dengan keluar dari pintu belakang. Ia menarik tangan ibunya dan memintanya bergerak cepat. Ia tak mau kepergok oleh orang lain. Akan bahaya sekali jika orang sampai tahu ia terlibat dalam masalah ini. Apalagi ia dalam masa skors. Ia tak boleh terlibat masalah lagi dengan NIS untuk kedua kalinya atau ia bisa kehilangan pekerjaan.

Jin Hyuk masih berusaha mengejar targetnya. Ia melihat Joo Soo Young dan anak buahnya keluar melalui pintu 4. Ia meminta pintu itu segera ditutup.
Beberapa anggota timnya berusaha menjegal langkah mereka, namun anak buah Joo Soo Young dengan mudah melumpuhkannya. Melihat hal itu, Jin Hyuk nekat langsung meloncat dari lantai atas. Kemudian ia berlari mengejar rombongan itu yang berlari ke arah dapur menuju tangga darurat.

Sementara itu, secara tiba-tiba Ha Na kepergok oleh seorang anggota SWAT. Ha Na langsung menunjukkan lencananya pada pria itu yang tampak mencurigainya. Ia berdalih mendapat perintah darurat karena di dalam klub malam itu banyak tante girang. Ia diperintahkan untuk mengamankan mereka. Lalu ia mengambil borgol dan memborgol lengan ibunya sendiri. Jelas saja ibunya protes, tapi Ha Na langsung membungkam mulut ibunya dan cepat-cepat membawanya pergi.

Joo Soo Young berhasil kabur dari kejaran Jin Hyuk dengan pergi menggunakan mobil hitam. Jin Hyuk mengambil pistolnya dan berusaha menembak ban mobilnya, tapi tembakannya meleset. Ia berteriak memberitahu bahwa target mereka kabur dan meminta bantuan untuk memblokade jalan. Mobil hitam itu sekakan tak peduli walau telah dihalangi oleh anggota SWAT dan agen NIS. Ia menerjang mereka yang spontan menghindar kesamping. Mobil itu terus keluar jalan dan menabrak mobil di depannya. Terjadi tabrakan beruntun. Mobil itu berhenti. Beberapa mobil polisi berdatangan dan langsung mengepung.
Jin Hyuk berlari keluar jalan dengan menodongkan pistolnya menuju mobil hitam itu. Ia membuka pintu mobil. Tapi ternyata Joo Soo Young tidak ada dalam mobil itu. Joo Soo Young telah berhasil mengecohnya.

Polisi berdatangan ke TKP. Mereka memeriksa night club itu. Reporter TV juga datang untuk meliput berita itu secara live. Reporter itu memberitakan bahwa polisi tengah mencari sidik jari dari Gang Black Widow. Dan sebuah sidik jari menujuk pada seorang polisi wanita bernama Oh Ha Na dari Kepolisian Jegi. Sekarang Oh Ha Na dalam pengawasan pihak kepolisian karena keterlibatannya.
Tiba-tiba Ha Na datang kesana. Ia kaget saat tahu dirinya juga dalam target pencarian. Di belakangnya Jin Hyuk menodongkan pistol dan borgol.
Ha Na terbangun. Ternyata tadi cuma ada dalam mimpinya. Terdengar suara ibunya memanggilnya bangun. Ha Na keluar kamar untuk sarapan bersama ibunya.
Ha Na masih saja mengkhawatirkan kejadian kemarin. Bagaimana dengan kamera CCTV dan sidik jari? Ibunya menenangkannya. Orang-orang tak akan ada yang menyadari kehadiran Ha Na ditempat seramai itu. Polisi tak mungkin memeriksa sidik jari satu-persatu. Dan soal kamera CCTV, Ha Na bukan termasuk polwan yang menarik. Jadi polisi tak mungkin mengenalinya. Ha Na kesal mendengar ucapan ibunya yang terus terang. Ia berkata kejadian kemarin karena siapa? Ibunya langsung diam. Ia terlihat merasa bersalah. Lalu segera memberesi mangkok sarapannya.
"Maaf, karena ibumu..." ucap Ibu Ha Na.
Ha Na ikut bangun dan memeluk ibunya. Ia mengibur ibunya agar tak sedih lagi.

Jin Hyuk menanyakan keadaan Se Mi pada Joon Min. Joon Min mengatakan bahwa Se Mi hanya luka ringan. Ia baik-baik saja dan hanya butuh waktu istirahat untuk beberapa hari.
Dari arah belakang Sin Gi Joon memanggil Jin Hyuk dengan memasang wajah garang. Benar saja ia langsung melampiaskan kemarahannya dengan menendang kaki Jin Hyuk.
"Jika kau berani mencoba beraksi sendirian lagi...!" seru Sin Gi Joon mengancam.
"Maaf..." ucap Jin Hyuk cepat. Kemudian ia menanyakan bagaimana orang-orang disana bisa terluka juga. Sin Gi Joon mengatakan orang-orang banyak yang jatuh dari tangga dan terinjak-injak saat berusaha menyelamatkan diri. Beruntung tak ada yang yang terluka parah dalam insiden itu. Masalah terbesar mereka adalah media. Joon Min mengatakan wartawan sudah mencium berita ini. Mereka mendatangi rumah sakit untuk mencari berita.

Setelah berhasil kabur, Joo Soo Young dan anak buahnya tengah asyik menonton pacuan kuda. Joo Soo Young kesal saat joki taruhannya jatuh.
Joo Soo Young melemparkan kertas judi itu lalu masuk ke dalam. Gab Seong dan Geun Bae mengikutinya. Joo Soo Young mengomentari permainan joki tadi yang sangat buruk. Sangat berbahaya jika seorang joki tidak dapat mengontrol kudanya. Sehingga harus dibunuh (sadis amat).
"Tak peduli jika itu manusia atau hewan," ucap Joo Soo Young. Kemudian ia teringat pada tangan kanannya Lee Young Sam. "Dimana kau katakan Young Sam berada?"

Lee Young Sam ada di dalam penjara. Jin Hyuk yang telah menjebloskan pria itu ke dalam tahanan. Di dalam penjara Lee Young Sam disegani oleh beberapa narapidana. Bahkan mereka rela melindungi Lee Young Sam yang asyik bermain game di HP dari terik matahari. Ia juga berhubungan baik dengan sipir penjara. Seorang tahanan lain baru masuk. Pria itu jalan sambil melihat ke arah Lee Young Sam dengan tatapan tajam.

Jin Hyuk dan Sin Gi Joon menemui pimpinan mereka Wakil Direktur Lee. Ia terlihat kesal saat melihat mereka berdua. Ia masuk ke ruangannya tanpa bicara sepatah katapun.
"Aku Leader Tim. Jadi aku yang akan bertanggungjawab," ucap Jin Hyuk hendak masuk menyusul Wakil Direktur Lee.
"Kau hanya Leader Tim. Kau bertanggungjawab untuk apa?" cegah Sin Gi Joon. "Pergilah dan istirahat. Lihatlah wajahmu!" ucap Sin Gi Joon sambil menunjuk wajah Jin Hyuk yang memar.
Di dalam sekretaris Wakil Direktur Lee memberitahu jadwalnya untuk datang ke perayaan ulangtahun ke-20 Museum Isong. Wakil Direktur Lee masih terlihat kesal. Sin Gi Joon masuk ke ruangannya.
Sin Gi Joon protes pada bosnya yang telah menyingkirkan Tim 1 (tim yang dipimpinnya) karena investigasi yang gagal kemarin. Sin Gi Joon membela diri dengan mengatakan tim-nya sudah bekerja keras. Tidur hanya 3 jam setiap hari dan sudah menghabiskan waktu satu bulan untuk investigasi. Bahkan mereka hanya makan mie instan agar menghemat waktu.  Wakil Direktur Lee malah marah mendengar perkataannya. Ia melempar koran ke atas meja. Insiden di night club kemarin sudah  bocor ke media.
"Lima agen khusus menghabiskan waktu satu bulan dengan tidur 3 jam sehari hanya menghasilkan ini?" hardiknya keras. "Kita juga telah menghabiskan uang negara mengirim mereka ke Thailand atau China untuk rombongan wisata." Wakil Direktur Lee membanting koran itu lagi.
"Wakil Direktur!" seru Sin Gi Joon.
Wakil Direktur Lee bangkit. "Beri aku saran! Ketua Sin, kau bukan hanya seorang agen, tapi seorang Manager! Berapa banyak tim yang dibawah pengawasanmu? Kau harus tahu lebih baik daripada orang lain, bahwa hasil lebih penting daripada prosesnya!" Wakil Direktur Lee benar-benar murka. Lalu ia keluar dari ruangannya. Di luar ia berpapasan dengan Jin Hyuk yang belum pergi.

Jin Hyuk dan Sin Gi Joon mengikuti Wakil Direktur Lee dari belakang. Pria menyebalkan yang dulu makan junk food di ruang interogasi melihat iring-iringan itu dan mendekat. Dengan nyinyir ia terus menanyai Jin Hyuk yang kebetulan berjalan paling belakang. Mereka membuat barisan untuk apa? Barisan ini mau kemana? Sin Gi Joon yang malah risih dengan celotehan pria itu. Ia menyuruh pria menyebalkan itu pergi.
"Ngomong-ngomong, kau sudah mendengar berita belum?" tanyanya yang membuat Wakil Direktur Lee berhenti dan menoleh padanya.
Pria itu malah mengatakan hal yang ngak penting bahwa kacang walnut baik untuk kesehatan karena mengandung banyak vitamin dan beta karoten.
"Bisakah kau diam?" seru Sin Gi Joon kesal. Pria tak megindahkan ucapannya, ia malah menawari Wakil Direktur Lee kacang walnut. Wakil Direktur Lee tak berkomentar. Ia masuk ke dalam lift. Di pintu lift Joon Min menekan tombol lift untuknya. Jin Hyuk dan Sin Gi Joon juga masuk lift. Pria nyebelin itu juga ikut-ikutan. Wakil Direktur Lee kesal. Ia keluar dari lift. Jin Hyuk dan Si Gi Joon ikut keluar.
"Berapa lama rencana kalian mengikutiku?" tanya Wakil Direktur Lee ketus.
Sin Gi Joon menjawab. "Kami akan menunggu sampai kami punya kesempatan untuk menyelesaikan...."
"Jangan mengikutiku lagi. Pergi dan lakukan apapun yang bisa kalian lakukan!" potong Wakil Direktur Lee.
"Walaupun aku tak tahu apa yang terjadi..." Pria nyebelin itu ikut nimbrung. "Karena kau dipromosikan lebih awal, tak terlihat baik jika kau bertindak terlalu keras kepala terhadap rekan lamamu."
"Rekan lama? Apa ini waktunya untuk membicarakan tentang rekan lama?" seru Wakil Direktur Lee. "Kau menganggapnya hanya investigasi sederhana, bukan?" tanya Wakil Direktur Lee pada Jin Hyuk dan Sin Gi Joon. Kemudian Wakil Direktur Lee melanjutkan bahwa misi itu ditugaskan langsung dari Perdana Menteri sendiri. Reputasi mereka bisa hancur dengan kegagalan kemarin. Jin Hyuk meminta maaf. Wakil Direktur Lee terlalu marah untuk mendengar permintaan maafnya. Ia menyuruh Jin Hyuk segera membereskan masalah ini.
Sepeninggal Wakil Direktur Lee, Sin Gi Joon juga pergi setelah mendengar celotehan pria nyebelin itu. Pria itu akhirnya juga pergi setelah Joon Min menolak kacang walnut pemberiannya. Joon Min mengomentari pria itu adalah satu-satunya orang yang tetap tenang dalam situasi apapun.
Lalu Joon Min menunjukan laporan para saksi di night club kemarin malam. Jin Hyuk tak tertarik untuk melihat laporan itu. Ia memilih pergi naik lift.
Tapi pintu lift kembali terbuka, Jin Hyuk berubah pikiran. Ia mengambil berkas itu. Joon Min memberitahunya bahwa malam itu tampaknya ada seorang polisi wanita yang menguasai wilayah itu. Jin Hyuk terkejut mendapat laporan ini.

Ha Na datang ke kantor padahal masa skors-nya belum berakhir. Ia menyapa Kepala Polisi dan rekan kerjanya Choi Chul Min. Lalu membagikan minuman kesehatan pada mereka dengan gratis.
Chul Min menyindir Ha Na yang berani datang dengan memakai seragam. Ha Na beralasan datang ke kantor untuk memberi semangat padanya yang terpaksa harus bekerja lebih keras karena kekurangan staff. Sebenarnya Ha Na datang untuk mencari informasi mengenai insiden di night club. Ia bertanya apa ada yang tugas keluar kemarin malam. Chul Min menjawab tentu saja ada karena ada seseorang yang mati karena pecandu narkoba yang sedang mengamuk. Ha Na masih belum puas ia kembali bertanya apa ada yang mencarinya. Chul Min mengatakan bahwa Kepala Polisi mencarinya. Ha Na kaget. Ia memanggil bosnya. Ternyata bosnya mencari Ha Na agar segera menyiapkan laporan tertulis untuk diserahkan pada Komite Kedisiplinan. Setelah itu Kepala Polisi memanggil Chul Min dan bertanya mengenai laporan yang tengah dikerjakannya.
Ha Na bertanya lagi. "Badan Intelijen....Apa mereka bertanya ...." ucap Ha Na ragu-ragu dan langsung menyesalinya karena bosnya bilang apa Ha Na membuat masalah lagi. Ha Na langsung berkelit bahwa ia hanya bertanya saja. Kepala Polisi memperingatkan Ha Na jangan sampai melakukan masalah lagi sebelum pertemuan dengan Komite Kedisiplinan. Karena Ha Na bisa dipecat. Ha Na mengerti.
Saat Kepala Polisi sedang berdiskusi dengan Chul Min, diam-diam Ha Na mengambil kunci yang tergantung dilaci. Pelan-pelan ia mengembalikan pistol dan borgol yang kemarin diambilnya.

Jin Hyuk berlari di koridor rumah sakit. Ia masuk ke sebuah ruangan dan membuka kain putih yang menutupi jenazah seseorang. Lee Young Sam tewas. Jin Hyuk menanyakan kapan waktu kematiannya. Joon Min yang terlebih dulu ada disana mengatakan sekitar pukul sebelas malam Lee Young Sam menelepon panggilan darurat karena kesulitan bernafas dan meninggal karena serangan jantung dalam perjalanan menuju rumah sakit. Joon Min mengeluh dengan kematian Lee Young Sam akan sulit bagi mereka untuk terhubung dengan Joo Soo Young lagi. Itu artinya mereka harus bekerja lebih keras lagi.

Jin Hyuk mulai menyelidiki polisi wanita di dalam night club yang dilaporkan Joon Min. Ia mencarinya dengan melihat rekaman CCTV bersama Joon Min.
Saat berhasil mendapatkan rekamannya, Jin Hyuk minta gambar itu diperbesar agar lebih jelas.
"Petugas Oh Ha Na?" seru Jin Hyuk kaget.
"Oh Ha Na..." ulang Joon Min sambil mengingat-ingat "Ah, polisi wanita itu muncul lagi," komentarnya setelah ingat.
Jin Hyuk meminta gambar itu di edit dan hanya memperlihatkan rekaman Ha Na saja.
"Petugas Oh Na Na terlihat seperti orang yang sedang membocorkan informasi. Lihat!" tunjuk Joon Mi pada rekaman Ha Na bersama Geun Bae. "Setelah dihubungi oleh Oh Ha Na, Joo Soo Young menjadi sangat gelisah."

Tiba-tiba tiga orang pria masuk. Senior Jin Hyuk, Leader Tim Lee bertanya mengapa mereka ada diruangan itu. Joon Min menjawab bahwa Tim 1 berhak menggunakan tempat itu sampai investigasi selesai.
"Apa kau belum menerima pemberitahuan? Kami akan mengambil alih investigasi ini." ucap Senior Lee yang merupakan Leader dari Tim 2. Jin Hyuk dan Joon Min terdiam mendengar ucapannya. "Serahkan semua informasi dan jangan tinggalkan sesuatu diluar," pintanya tegas.

Ha Na mendatangi bank tempat Man Soo, mantan pacarnya bekerja. Ia mengintip dari luar dan melihat Man Soo yang sedang tertawa dengan rekan kerjanya. Ha Na kesal. Man Soo bisa tertawa senang sedangkan dia sendiri lagi kesusahan.

Ha Na berpapasan dengan teman gangster-nya yang baru keluar dari bank. Ia menanyai keberadaan Geun Bae padanya. Tapi pria itu tak mau memberitahunya.
"Aku tak tahu. Dalam bisnis kami, jika kita membocorkan keberadaan yang lain maka berarti mati. Hal yang terbaik adalah tutup mulut. Apalagi ketika polisi mencari orang itu" ucapnya.
Ha Na kesal dan mengatakan jangan berbicara omong kosong. Ia kembali memaksa pria itu agar mengatakan keberadaan Geun Bae.
"Kakak, kau akan bertunangan. Khawatirkan hal itu saja."
"Siapa yang mau bertunangan...?" ucap Ha Na bingung. "Apa itu...Man Soo?"
Pria itu malah bertanya apa Man Soo bukan pacarnya lagi. Tadi Man Soo sendiri yang bilang akan bertunangan dengan wanita dari keluarga kaya. Pria itu malah mengira Ha Na yang berselingkuh. Ha Na hanya menatapnya dengan kesal.

Jin Hyuk sedang latihan karate dengan Sin Gi Joon.
"Aku dengar kau tidak akan menyingkir untuk Tim 2?" tanya Sin Gi Joon. "Apa kau akan bertahan ditempat dengan kekerasan?"
Jin Hyuk berkata akan berusaha sampai akhir. Sin Gi Joo menyindir apa artinya Jin Hyuk juga akan mendatangi rumah Wakil Direktur Lee. Ia mengatakan hal itu tak ada gunanya. Jin Hyuk menjawab hal itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun. Sin Gi Joon menarik bahu Jin Hyuk dan menjatuhkannya dengan sekali banting.
"Investigasi ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan kau. Biarkan saja." saran Sin Gin Joon.
Jin Hyuk bangun. "Aku tak bisa membiarkannya pergi."
Sin Gi Joon berkomentar pedas bahwa Jin Hyuk menginginkan misi ini karena perintah langsung dari Presiden. Jin Hyuk menyangkal hal itu. Ia hanya ingin menuntaskan investigasi ini sampai akhir. Sin Gi Joon malah berkata kalau Jin Hyuk sudah gila dan memintanya untuk belajar merelakannya. Kali ini giliran Jin Hyuk yang membanting Sin Gi Joon dan ikut menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
"Dasar bodoh...." celetuk Sin Gi Joon. "Apa kau masih memiliki kekuatan yang tersisa?"

Ha Na kembali ke kantor. Ia terlihat gelisah. Ia berulang kali mengetuk-ngetuk mesin printer. Sepertinya Ha Na sedang menunggu laporan yang sedang di print. Kepala Polisi menanyainya.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?"
Ha Na menjawab ia ingin menyiapkan laporan untuk Kominte Kedisiplinan.
"Apa kau harus melakukannya disini? Kau dalam masa percobaan. Kau tak boleh menyentuh pekerjaan apapun sekarang." ucap bosnya lagi.
"Aku akan kembali dalam beberapa hari. Kau bisa berpura-pura tak melihat," jawab Ha Na.
Laporan yang ditunggu Ha Na keluar. Kepala Polisi penasaran. Ia mendekat dan mengintip isi kertas yang keluar dari mesin printer. Kepala Polisi kaget saat tahu isi kertas itu adalah hasil catatan percakapan ponsel. Ia memeriksa kertas itu.
"Kau tahu bahwa permintaan catatan ponsel di kantor polisi memerlukan pengisian formulir dan pengajuan persetujuan dari atas?" ucap Kepala Polisi berang. Ha Na hanya menganggukkan kepala. Kepala Polisi kesal karena Ha Na sudah paham prosedur itu tapi masih berani melakukannya secara diam-diam.
"Kau sebenarnya ingin kembali atau tidak?" hardiknya. Karena jika Komite Kedisiplinan sampai tahu Ha Na bisa dipecat.
"Ini sesuatu yang sangat penting dalam hidupku. Tolong, biarkan untuk saat ini saja." pinta Ha Na sambil merebut kertas itu dari bosnya. Kepala Polisi tak memberikan kertas itu. Ia marah dan mengira Ha Na melakukan ini karena ibunya telah ditipu atau  karena gigolo yang menusuk ibunya dari belakang. Ha Na akhirnya mengaku bahwa hal ini ia lakukan karena pacarnya. Ia mendengar pacarnya akan bertunangan. Padahal menurutnya mereka hanya putus sementara. Ha Na mulai menangisi hidupnya yang malang. Ia meminta maaf dengan suara lirih. Bahkan mengeluh lebih baik mati saja karena tidak ada gunanya ia hidup. Dan ia berhasil membuat Kepala Polisi merasa bersalah.

Ha Na memeriksa daftar catatan percakapan ponsel yang baru saja ia dapat. Ia menandai nomor yang dihubungai Man Soo lebih dari10 kali dalam sehari. Ia meyakini bahwa nomor ponsel itu adalah nomor tunangan Man Soo dan ia menelepon nomor itu untuk memastikannya.
Ha Na berbohong dengan mengatakan Lee Man Soo telah menyewa perusahaannya untuk upacara pertunangan. Ia mulai bertanya berapa lama wanita itu berpacaran dengan Man Soo. Wanita itu menjawab 200 hari. Ha Na menghitung berarti mereka berkencan sekitar akhir Juli.
"Siapa namamu?" pancing Ha Na ingin tahu.
"Lee Sun Mi," jawab suara diseberang.
"Nona Lee Sun Mi, kau bekerja di Bank Da Yin, bukan?" tanya Ha Na lagi. Sun Mi mengiyakan. Lalu Ha Na berlanjut pada pertanyaan yang sedari tadi ingin diketahuinya. "Tanggal pertunangannya...."

Jin Hyuk datang ke sebuah kantor. Ia bertemu dengan seorang sekretaris yang menyambutnya.
"Apa kabar? Kau belum membuat janji apapun. Apa ada sesuatu?"
"Dia sibuk?" tanya Jin Hyuk balik.
Jin Hyuk kesana untuk menemui seorang wanita.
"Sangat sulit menemuimu dirumah, tapi kau memilih bertemu denganku disini?" tanya wanita itu yang ternyata ibu Jin Hyuk.
Jin Hyuk beralasan akhir-akhir ini dia sangat sibuk. Ibunya berkomentar Jin Hyuk bekerja sangat keras, tapi mengapa ia tak dipromosikan di Badan Inteligen. Jin Hyuk berkata bahwa banyak orang yang bekerja lebih keras daripada dirinya.
"Aku dengar kau diminta untuk keluar?" ucap Ibunya.
"Kau bertemu seseorang?" tanya Jin Hyuk kaget karena ibunya tahu mengenai masalahnya.
"Bertemu dengan siapa? Siapa yang bisa kutemui? Aku hanya mendengar tentang itu." kilah ibunya. "Apa bagusnya menjadi pegawai pemerintahan. Jika kau mau belajar menjalankan bisnis dari ibu maka kau akan sukses dari sekarang. Kau keras kepala seperti ayahmu."
Jin Hyuk teringat tujuannya datang menemui ibunya. Ia berkata ingin meminta bantuan ibunya.
"Apa yang dapat kau lakukan untukku jika aku mengabulkan permintaanmu? Aku tidak membuat kesepakatan yang akan merugikanku." ucap ibunya tegas. Jin Hyuk memandang ibunya tak percaya.
"Apa kau pikir aku mendapatkan posisi ini dengan mudah?" seru ibunya. "Kau benar-benar membuatku penasaran. Permintaan apa yang membuatmu datang kesini?"

Jin Hyuk membawa ibunya ke pesta perayaan ulang tahun ke-20 Yayasan Kebudayaan Isong.
Di dalam pesta itu Wakil Direktur Lee juga datang (kayaknya nama dengan marga Lee disini banyak banget). Seorang wanita dengan berpakaian seragam polisi menghampirinya.
"Kita bertemu lagi, Wakil Direktur Lee." sapa wanita itu. "Kau menerima beasiswa Isong untuk lulus, bukan?"
"Sudah lama tak bertemu, Inspektur Umum Baek," sapa Wakil Direktur Lee. "Aku sungguh meminta maaf untuk waktu terakhir."
"Ini mengingatkanku pada kata-kata yang tampak seperti dari abad yang lalu. Aku tak percaya seorang petugas inteligen meminta maaf pada polisi," komentarnya sinis. "Dunia sudah banyak berubah. Setelah semuanya, opini publik sangat kritis tentang investigasi kami yang terlalu bersemangat  dan telah menempatkan kami dalam posisi sulit."
"Aku minta maaf. Kami dari dinas inteligen tidak terekspos oleh publik." ucap Wakil Direktur Lee.
"Memang, jika mereka yang harus tinggal dalam gelap lalu keluar mendatangi matahari, mereka jelas akan terbakar," sindir Inspektur Umum Baek pedas.
"Bekerja di lapangan sangat memungkinkan terjadi hal-hal seperti ini," Wakil Direktur Lee membela diri.
Obrolan mereka terputus saat Jin Hyuk dan ibunya datang mendekat.
"Apa kabar?" ucap Ibu Jin Hyuk menyapa mereka berdua. "Inspektur Umum Baek, lama tidak bertemu."
Inspektur Umum Baek terkejut melihat ibu Jin Hyuk. "Aigoo, istri guru," serunya. "Kau ada disini juga?"
Ibu Jin Hyuk mengenalkan Jin Hyuk pada wanita itu. Jin Hyuk memberi hormat sambil memperkenalkan diri. Lalu ia menoleh ke arah Wakil Direktur Lee dan gantian mengenalkan bosnya pada ibunya. Ibu Jin Hyuk memberi salam pada Wakil Direktur Lee dan mengatakan ini pertemuan mereka yang pertama.
"Aku dengar kau mengalami kesulitan karena ketidakmampuan  anakku?" ucap ibu Jin Hyuk.
"Sama sekali tidak." jawab Wakil Direktur Lee.
Inspektur Baek tak percaya hal itu karena menurut pandangannya Go Jin Hyuk adalah orang yang berbakat. Jin Hyuk tak besar kepala disanjung seperti itu. Ia malah merasa tak enak hati dan mengatakan bahwa yang terjadi pada operasi night club di Jegi-dong adalah tanggung jawabnya dan ia secara pribadi meminta maaf.
"Anakku masih harus belajar banyak. Aku harap kalian berdua memaafkannya jika dia membuat kesalahan." ucap ibu Jin Hyuk membantunya.
Inspektur Baek terlihat merasa tak nyaman mendengar permintaan maaf dari Jin Hyuk dan ibunya karena sedari tadi ia berusaha menyudutkan Wakil Direktur Lee dan merasa Wakil Direktur Lee yang harus bertanggungjawab. Insperktur Baek tampak membela Jin Hyuk dengan mengatakan semua hal bisa terjadi selama investigasi. Hal itu sudah biasa dalam tugas mereka. Ia berjanji mulai sekarang akan memberikan perhatian ekstra untuk Jin Hyuk.
"Leader Tim Go adalah salah satu dari mereka yang tinggal dalam gelap, tetapi telah keluar ke dalam matahari. Jadi aku khawatir dia akan terbakar. Jika Inspektur Umum Baek mengatakan dia akan membayar perhatian ekstra padanya, pasti akan meringankan bebanku," sindir Wakil Direktur Lee balik.
"Jika aku dapat membantu, tentu akan kulakukan." janji Inspektur Baek.
Lalu seseorang datang dan berbisik pada Wakil Direktur Lee. Wakil Direktur Lee mempersilahkan mereka melanjutkan obrolan dan berpamitan pergi. Ketika sudah menjauh ia menoleh pada Jin Hyuk dan mengisyaratkannya agar ikut dengannya. Inspektur Baek mengajak mereka bertemu dengan atasannya Chang Yoo Seong, Jin Hyuk mempersilahkan mereka pergi duluan.

Sementara itu Ha Na mendatangi tempat Man Soo akan melangsungkan pertunangannya. Ia naik lift menuju gedung  yang dicarinya, Diamond Hall.

Acara perayaan ulangtahun Yayasan Kebudayaan Isong dimulai dengan ucapan sambutan.
"Sekarang, aku akan memperkenalkan pada semua orang. Han Tae Shik, ketua Komite Nasional Transparansi saat ini. Silahkan menyambutnya dengan tepuk tangan hangat."
Semua orang bertepuk tangan. Orang yang dimaksud, Han Tae Shik bangun dan naik ke podium untuk memberikan kata sambutan. Seorang pria muda berjas putih yang duduk bersama Han Tae Shik memberi tepuk tangan sambil berdiri di mejanya.
Han Tae Shik memulai kata sambutannya. "Ketika Manager memulai persiapan untuk kegiatan ini, aku bertanya-tanya apakah ini akan menganggu orang. Tetapi ketika aku melihat setiap peserta disini....Aku ingin menyampaikan terimakasih pada semua orang yang menyukai Kelompok Budaya kami. Aku pikir itu adalah keputusan yang tepat untuk mendengarkan Manager." ucap Han Tae Shik panjang lebar. Lalu ia menunjuk pada pria berjas putih yang tadi duduk disebelahnya. "Si tampan dengan wawasan mendalam dan perencanaan besar. Meskipun dia adalah anakku, tapi harus kukatakan dia benar-benar pria hebat." pujinya. Pria berjas putih itu senang mendengar pujian dari ayahnya. Semua orang bertepuk tangan.
Jin Hyuk datang dan duduk di meja Wakil Direktur Lee.
"Dibandingkan dengan jalan yang kita ambil bersama-sama. Apa yang kau lakukan?" tanya Wakil Direktur Lee tajam.
Jin Hyuk hanya bisa meminta maaf. Dia mengatakan tak mempunyai pilihan lain selain datang kesana. Jin Hyuk meminta penyelidikan mengenai Joo Soo Young tetap ditanganinya sampai selesai.  Wakil Direktur Lee diam sejenak. Kemudian ia memberi kesempatan dengan tenggat waktu satu bulan untuk Jin Hyuk. Jika tidak selesai lebih baik Jin Hyuk bersiap-siap untuk dipecat. Jin Hyuk mengangguk setuju.

Ha Na sampai ke gedung pertungangan Man Soo. Ia tahu dari kertas pengumuman yang tertempel di depan pintu kaca. Ha Na tertegun memandangi pengumuman itu.
Dari belakang Man Soo melihatnya dan mendekat.
"Oh Ha Na..." panggilnya.
Ha Na terlonjak kaget dan menoleh. Man Soo terlihat lebih kaget karena Ha Na tahu mengenai rencana pertunangannya.

Man Soo mengajak Ha Na berbicara. Ha Na kesal pada Man Soo yang memutuskannya dengan ibunya sebagai alasan. Ia tahu  Man Soo berbohong padanya karena sebenarnya Man Soo telah berselingkuh. Man Soo jadi khawatir Ha Na datang ke upacara pertunangannya untuk membuat masalah. Ia berkata tak peduli apa yang akan dilakukan Ha Na, ia tak akan kembali padanya.
"Aku tak akan melakukan apapun. Masih ada upacara pernikahan, kan? Tindakan nyata adalah saat upacara pernikahan. Aku tak akan melakukan apapun selama pertunangan. Hari ini, aku kesini untuk mengenal situasi," ucap Ha Na dengan nada mengancam.
Man Soo ketakutan. Ia menggenggam tangan Ha Na dan meminta Ha Na tak melakukan keonaran apapun. Ia malah menawari Ha Na uang. Ha Na jelas saja marah. Ia mendorong tubuh Man Soo dan mengatainya pria kotor. Ha Na tak rela Man Soo menjadikan ibunya sebagai alasan saat Man Soo minta putus.
"Kau benar-benar pria yang buruk!" ucap Ha Na emosi lalu pergi.

Putra Han Tae Shik datang menemui Wakil Direktur Lee yang sedang bersama Jin Hyuk.
"Wakil Direktur Lee, sudah lama aku tak melihatmu," sapanya ramah.
"Ya, Do Hoon," jawab Wakil Direktur Lee. "Tidak, harusnya aku memanggilmu Manager Han sekarang?" ralatnya.
Do Hoon berkata Wakil Direktur Lee boleh melakukan seperti yang diinginkannya. Lalu ia melihat Jin Hyuk dan bertanya. Wakil Direktur Lee enggan mengenalkan Jin Hyuk. Ia menyuruh Jin Hyuk pergi. Jin Hyuk pamit. Lalu Do Hoo mengajak Wakil Direktur Lee bertemu ayahnya.

Ha Na tak mau pergi. Ia malah duduk di tangga. Dengan tenang meminum jus sambil memandang ke arah Man Soo.
Man Soo terlihat stress sambil tak berhenti mengawasi Ha Na di depan pintu. Para tamu undangan berdatangan. Man Soo menyambut mereka dengan ramah. Lalu datang seorang belboy. Man Soo memanggilnya dan membisikkan sesuatu sambil menunjuk ke arah Ha Na. Ha Na merasakan gelagat yang tak  baik. Ia bangun dan segera menghindar dari sana.
Belboy itu menghampiri Ha Na yang berjalan makin kencang. Ia memegangi Ha Na yang mulai panik. Tiba-tiba Ha Na punya ide. Ia menghampiri dua orang pria yang sedang berbincang dan dengan sengaja memukul kepala salah seorang pria itu dari belakang. Man Soo kaget mlihat tindakan nekatnya. Setelah memukul pria asing itu, Ha Na cepat-cepat pergi. Pria itu menoleh. Ia mengira belboy di belakangnya sebagai pelakunya. Dua orang belboy lain datang mencegat Ha Na. Ha Na semakin panik. Ia berlari ke arah tangga.
Sementara itu Jin Hyuk berjalan keluar gedung. Ia mendapat telepon dari ibunya. Ia berkata ada sesuatu yang mendesak yang perlu dikerjakannya. Setelah itu ia menutup teleponnya.
Jin Hyuk menoleh saat mendengar suara teriakan seorang wanita.
"Lepaskan aku....Lepaskan aku..."
Teriakan itu milik Ha Na. Ternyata Jin Hyuk dan Ha Na berada di gedung yang sama. Ha Na sedang diseret turun dari tangga oleh 2 belboy dengan paksa. Ha Na berontak sambil berteriak-teriak. Ia mengaitkan kakinya dengan kencang di pinggiran tangga sehingga belboy itu kesulitan menarik tubuh Ha Na.
Jin Hyuk terdiam melihat pemandangan di depannya. Ia merasa mengenal wanita itu, tapi belum ngeh kalau itu Ha Na. Ha Na berhasil diturunkan dari tangga. Ia langsung menginjak kaki belboy itu dan berlari kabur. Ha Na berusaha menghindari mereka tapi malah berpapasan dengan Jin Hyuk. Ha Na kaget saat melihat Jin Hyuk.
Jin Hyuk yang memang jelas-jelas punya urusan dengan Ha Na juga berusaha menangkapnya. Ha Na berontak dengan menendang kakinya dan langsung kabur. Jin Hyuk meringis kesakitan sambil memegangi kakinya. Ha Na menjatuhkan beberapa tas dari trolly bag yang lewat untuk menghindari kejaran para belboy. Sambil menahan sakit, Jin Hyuk juga mengejar Ha Na. Ha Na kebingungan. Lalu ia masuk ke dalam toliet untuk bersembunyi. Jin Hyuk berhasil mengejarnya. Ia masuk ke dalam toilet wanita untuk mencari Ha Na. Wanita yang ada di dalam toilet menjerit melihat Jin Hyuk. Tapi Jin Hyuk tak peduli. Ia terus masuk dan memeriksa setiap bilik. Sampai diujung, Jin Hyuk yakin Ha Na bersembunyi di bilik itu.
"Petugas Oh Ha Na. Aku tahu kau ada di dalam. Keluar sekarang." serunya sambil menggedor pintunya. Seseorang keluar, tapi bukan Ha Na yang keluar melainkan seorang nenek tua. Jin Hyuk terperanjat karena dugaannya salah. Nenek itu mengerutu karena ada seorang pria masuk ke toilet wanita. Jin Hyuk bergegas keluar.

Setelah Jin Hyuk pergi Ha Na keluar dari bilik toilet. Ia berjalan mengendap-endap. Ada seorang pria sedang buang air kecil. Ternyata Ha Na bersembunyi di dalam toilet pria.

Ha keluar dari gedung setelah merasa aman. Di luar Jin Hyuk masih menugngunya. Ia berteriak memanggil Ha Na. Ha Na kaget dan hendak kabur lagi, tapi sialnya ia jatuh terjerembab ke lantai. Jin Hyuk segera membekuknya dengan memborgol tangannya.
"Mengapa kau menangkapku? Apa kejahatanku?" protes Ha Na yang sudah tak bisa berkutik lagi.
"Jika kau tak bersalah, mengapa kau kabur?" hardik Jin Hyuk.
Ha Na berontak. Ia berteriak minta dilepaskan dan memprotes Jin Hyuk yang memborgol tangannya. Jin Hyuk tak peduli pada teriakannya. Bahkan pada orang-orang yang mulai memperhatikan mereka. Ia membangunkan Ha Na dengan paksa dan menariknya masuk ke dalam mobil.
Ha Na masih ngotot berontak tak mau masuk ke dalam mobil. Jin Hyuk sampai menarik kepala Ha Na. Tiba-tiba Ha Na berhenti berontak. Jin Hyuk memandangi Ha Na heran. Ternyata Ha Na melihat Man Soo bersama tunangannya sedang menontonnya. Ha Na terlihat malu. Dan yang membuat ia bertambah kesal ternyata tunangan Man Soo adalah rekan kerja Man Soo di Bank (Customer Cervice yang tak mau memberi pinjaman pada Ha Na).
Jin Hyuk melihat Man Soo dan ia mengenali Man Soo sebagai pacar yang meninggalkan Ha Na waktu di kafe. Jin Hyuk kembali memaksa Ha Na masuk ke mobil. Ha Na tak memberontak lagi. Ia pasrah dibawa oleh Jin Hyuk. Di dalam mobil Ha Na menggerutu tak jelas. Jin Hyuk pusing mendengarnya. Ia mengambil tisu dan menyumpal mulut Ha Na dengan tisu. Ha Na memuntahkan tisu itu dan mengatakan rasa tisu nggak enak. Dan tiba-tiba ia merasa mual.

Jin Hyuk membawa Ha Na ke ruang interogasi.
"Nama, ID, alamat, satuan...." tanya Jin Hyuk mendetail dengan laptop di depannya.
"Oh Ha Na, 830314...Aku pikir lebih baik memberikan Satuan Pengelolahan Data untuk menangani masalah ini," saran Ha Na.
"Petugas Oh Ha Na," hardik Jin Hyuk keras.
"Bahkan jika kau dari Dinas Inteligen, seharusnya kau tak melakukan ini. Kau menangkap seseorang untuk bertanya tanpa alasan. Ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Kau juga menghalangi kerjasama antar rekan dan mengabaikan hak-hak yang layak untuk warga negara yang bebas."
Jin Hyuk kesal mendengar ocehan Ha Na. Ia memperlihatkan isi laptopnya pada Ha Na. Ha Na kaget saat melihat rekaman dirinya saat di night club.
"Petugas Oh Ha Na mengekspos posisi polisi pada tersangka selama operasi. Karena ini, seorang agen menderita luka berat selama operasi. Dan Petugas Oh Ha Na menembakkan sebuah pistol. Menyebabkan 2 pengujung klub terluka. Petugas yang dalam masa penangguhan menembakkan pistol? Itu merupakan pelanggaran yang serius. Harusnya kau tahu itu!" bentak Jin Hyuk.
Ha Na masih bisa mencari alasan. Ia berkata terpaksa menembakkan senjata karena melihat wanita itu (Se Mi) dalam bahaya. Jin Hyuk tak habis pikir Ha Na masih bisa memberikan alasan yang tak masuk akal.
Di luar seperti biasa Joon Mi dan Sin Gi Joon melihat jalannya interogasi itu. Joon Min berkomentar kali ini Jin Hyuk tampaknya hanya membuang-buang waktu saja. Sin Gi Joon juga kesal. Ia berkata sebenarnya siapa polisi wanita dihadapannya ini.
Jin Hyuk masih berusaha mengorek informasi dari Ha Na.
"Jadi di restoran dan di night club, keduanya adalah kebetulan?"
Ha Na menganggukkan kepalanya. "Benar."
"Kau memiliki percakapan dengan tersangka di night club dan kau memasuki ruangan mereka. Tapi kau menyatakan bahwa kau pertama kalinya bertemu dengan mereka. Kau bertemu di restoran sebelumnya."
Lalu Jin Hyuk memperlihatkan sebuah rekaman lagi pada Ha Na. Seorang pria berjas putih memasuki restoran. Pria itu Geun Bae. Pria yang tak sengaja ikut terjatuh saat Jin Hyuk menabrak pelayan restoran.
Ha Na malah bertanya apa Geun Bae benar-benar ada di restoran itu karena ia tak melihatnya disana. Ha Na berkata jujur bahwa saat itu ia baru saja dicampakkan oleh pacarnya, bahkan Jin Hyuk juga melihatnya. Tapi Jin Hyuk berkilah ia tak melihatnya.
"Saat ulang tahunku, aku melamar pacarku yang sudah kukencani selama 2 tahun. Aku ditolak di depan semua orang. Pernakah anda melihat gadis seperti itu sebelumnya?" tanya Ha Na mengorek memori Jin Hyuk. Tapi Jin Hyuk menggeleng.
"Kau lihat. Meskipun sulit dipercaya, tapi kau harus percaya. Kau lihat dengan mata kepalamu sendiri, kan?" tanya Ha Na. Kemudian ia meraih tangan Jin Hyuk sama seperti pertama kali ia berada di ruang interogasi bersama Jin Hyuk. Ia mengatakan bahwa hidup ini merupakan rangkaian peristiwa yang luar biasa. Jin Hyuk menarik tangannya kesal.
"Apa sudah cukup omong kosongmu?" teriak Jin Hyuk. Ha Na malah mengerjap-ngerjapkan matanya.

"Ini adalah Oh Ha Na, lahir pada tanggal 14 Maret 1983. Saat ini merupakan seorang petugas di Kantor Kepolisian Jegi." Jin Hyuk berbicara dalam rapat NIS.
Ha Na menjadi topik rapat NIS kali ini. Mereka mencurigai Ha Na terlibat sebagai anggota mafia Joo Soo Young, mengingat misi mereka 2 kali digagalkan oleh Ha Na. Gi Joon menyela bahwa ia tak perlu melihat hal itu lagi. Jin Hyuk sudah pernah melaporkan hal ini pada rapat NIS yang terakhir. Sin Gi Joo menambahkan dia bahkan sudah hafal mengenai profil Ha Na.
Jin Hyuk melanjutkan laporannya. Ia juga telah menyelidiki ibu Ha Na, Lee Soo Ja. Jin Hyuk juga memanggil ibu Ha Na untuk diinterogasi. Jin Hyuk memperlihatkan rekaman saat proses interogasi (flash back).
"Lebih baik aku mati. Aku benar-benar wanita gila," isak Lee Soo Ja di depan Jin Hyuk. "Anakku ingin melakukan yang terbaik. Tapi ibunya selalu membuat masalah setiap hari. Seharusnya aku mati." Lee Soo Ja menangis sambil membentur-benturkan kepalanya ke meja seperti yang pernah dilakukan Ha Na (wkwkwk....ibu sama anak sama aja.). Jin Hyuk cuma diam saja melihat aksi ibu Ha Na. Ia berkata agar Lee Soo Ja berbicara dengan pelan-pelan.
Lee Soo Ja masih saja membenturkan kepalanya ke meja sambil berkata orang seharusnya mati ketika sudah tua. Jin Hyuk dengan tenang mengatakan telah ada gangguan keadilan dalam hal ini dan kasus-kasus sebelumnya. Karena di night club itu terlalu banyak orang seperti tante-tante yang mencari kesenangan. Ibu Ha Na tersinggung mendengar ucapan Jin Hyuk.


Jin Hyuk sedang berdiskusi dengan Joon Min yang memberinya laporan bahwa ia tak menemukan catatan perdagangan terbaru dari Joo Soo Young. Masih sama seperti terakhir kali ia membuat laporan. Jin Hyuk menyarankan Joon Min agar mengecek apakah Joo Soo Young menggunakan account/rekening palsu. Lalu ia bertanya apakah surat perintah penggeledahan rumah Oh Ha Na belum disetujui.


Joon Min, Se Mi dan beberapa agen NIS datang ke rumah Ha Na. Mereka menggeledah setiap sudut rumah itu  untuk mencari bukti keterlibatan Ha Na dalam geng Joo Soo Young.
Joon Min menemukan segulungan kecil uang di dalam botol obat. Ia menilai bahwa itu bisa dianggap sebagai bank kecil.
Lalu Joon Min menoleh pada Se Mi dan berkata ia tetap merasa sedikit aneh. Se Mi berkomentar mungkin Ha Na lupa dimana ia menyembunyikan mereka sambil menunjukkan selembar uang yang ia temukan dibawah microwave.

Ha Na di tahan di ruang interogasi. Ia menunggu dengan gelisah.
Jin Hyuk masuk. Ha Na langsung bertanya padanya apa interogsi ini sudah selesai. Ia ingin pergi dari sana sekarang.
"Tidak, masih ada pertanyaan tambahan," jawab Jin Hyuk.
"Lagi? Tapi apa waktunya sekarang? Aku dibawa kesini pada jam 3 sore hari Sabtu dan sudah 5 kali makan. Jadi sekarang hari Senin. Aku harus datang ke pertemuan Komite Kedisiplinan jam 11."
"Aku akan membiarkanmu pergi secepatnya setelah proses interogasi selesai," jawab Jin Hyuk.
"Aku sudah mengatakan semuanya padamu. Aku harus berada disana hari ini," Ha Na memohon. Jin Hyuk kembali mengulang ucapannya akan membebaskan Ha Na setelah interogasi selesai.
"Apa lagi yang harus diinterogasi?" ucap Ha Na kesal.

Kali Ha Na dites dengan alat pendeteksi kebohongan. Ia memandang sebal ke arah pria yang mengetesnya.
Ha Na dihadapkan pada laptop yang memperlihatkan gambar Geun Bae.
Pria itu mulai bertanya pada Ha Na.
"Apa kau mengenal pria itu?"
"Iya," jawab Ha Na.
Diluar Jin Hyuk mengawasi monitor grafik dari alat pendeteksi itu. Grafiknya masih datar, artinya Ha Na menjawab jujur.


"Pertama kali kau melihatnya ketika di night club?"
"Ya..."
Grafik yang mulanya datar langsung naik turun. Sudah jelas Ha Na sedang bicara bohong.
"Jadi kau tak pernah bertemu dengan dia sebelumnya?"
"Ya. Pertama kali aku melihatnya di night club," jawab Ha Na meyakinkan pria itu.

Ha Na bisa saja menipu semua orang, tapi alat itu menunjukkan bahwa Ha Na tak mengatakan hal yang benar. Jin Hyuk memperlihatkan hasil grafik itu pada Sin Gi Joon.
"Jadi ini artinya dia tahu penyelundupan Joo Soo Young?" tanya Sin Gi Joo setelah melihat grafik itu.
"Tapi tidak ada yang aneh pada ponselnya," ucap Jin Hyuk heran. Begitu juga dengan catatan perdagangan.
"Kita tidak dapat menangkapnya untuk apapun hanya dengan ini. Dia menggagalkan aksi kita dua kali. Benar-benar..." komentar Sin Gi Joon. "Tapi apa ini sungguh hanya kebetulan?"
"Kita mungkin harus melepaskan dia." ucap Jin Hyuk.

Di kantor Kepala Polisi terlihat gelisah sambil melihat arlojinya. Ia sedang menunggu Ha Na yang akan menghadiri pertemuan dengan Komite Kedisiplinan pada pukul 11 siang ini. Ia kesal karena Ha Na belum muncul juga.


Ha Na mulai stress di dalam ruang interogasi. Ia kesal karena NIS belum juga membebaskannya. Apalagi ia ditunggu oleh Komite Kedisiplinan.
Jin Hyuk masuk.
"Jam berapa sekarang?" tanya Ha Na buru-buru.
"Aku akan menanyaimu sekali lagi. Sungguh itu pertama kalinya kau melihat tersangka?"
"Ya, itu pertama kalinya aku melihat dia. Aku sungguh tak tahu siapa pria itu. Aku bersumpah." ucap Ha Na sambil mengangkat tangannya.
Jin Hyuk tak punya alasan lagi untuk menahan Ha Na lebih lama lagi. Ia berterimakasih atas kerjasama Ha Na dalam interogasi ini. Ha Na tak menggubrisya. Ia kembali bertanya jam berapa sekarang. Jin Hyuk menjawab jam 11 lebih 10. Ha Na kaget. Ia mengomeli Jin Hyuk yang tak mendengarkan ucapannya tadi bahwa ia harus pergi sebelum jam 11. Ia marah karena Jin Hyuk telah menahan orang tanpa alasan. Jin Hyuk membalasnya dengan berkata Ha Na dibebaskan bukan karena dibersihkan dari kecurigaan. Ha Na dibebaskan karena tidak cukup bukti. Ha Na meledak jika ia tak mendapatkan kembali pekerjaannya, Jin Hyuk yang harus bertanggung jawab. Jin Hyuk malah mengancam Ha Na yang akan dijadikan tersangka jika ia sudah mempunyai bukti yang cukup.
"Sangat bagus. Silahkan selidiki dengan hati-hati. Dan perhatikan dirimu sendiri malam ini mulai dari sekarang juga. Menginjak garis pemberhentian, melanggar lampu merah, ngebut di jalanan. Kita akan lihat, apakah aku bisa menangkapmu dengan salah satu dari ini," Ha Na balik mengancam Jin Hyuk. Jin Hyuk kesal. Ia langsung membuka pintu dan menyuruh Ha Na cepat pergi.

Diluar Se Mi mengembalikan tas Ha Na dari dalam loker. Ha Na cepat-cepat mengambil ponselnya dan menelepon Kepala Polisi.
Ha Na bertanya bagaimana dengan pertemuan dengan Komite Kedisiplinan. Kepala Polisi berkata dengan marah karena meeting-nya sudah selesai. Ha Na menutup ponselnya. Ia kesal setengah mati pada Jin Hyuk. "Pria itu pantas ditusuk seribu kali..." sewotnya.  Di sampingnya Se Mi mendengar ocehannya.

Jin Hyuk mengejar Sin Gi Joo. Ia memberikan laporan pemeriksaan forensik milik Lee Young Sam. Sin Gi Joon membaca laporan itu. Lee Young Sam mati karena keracunan zat Alkaloid Aconitine. Sin Gi Joon terkejut karena yang ia tahu zat itu digunakan untuk suntik mati. Jin Hyuk berpendapat ada seseorang yang sengaja mencampur racun itu ke dalam makanan Lee Young Sam untuk membunuhnya. Sin Gi Joon langsung menunjuk Joo Soo Young dalang di balik kematian Lee Young Sam.
"Sekarang kita tidak punya saksi," ucap Jin Hyuk.
"Kita memulai dari nol lagi?" tanya Sin Gi Joon pasrah. Jin Hyuk juga sadar NIS harus bekerja lebih keras lagi untuk menuntaskan misi ini. Tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara dari arah bawah. Mereka melongok ke bawah. Ha Na keluar dari kantor NIS dan bertemu dengan ibunya yang juga baru dibebaskan. Mereka saling berpelukan.
Ha Na mengajak ibunya segera pergi dari sana. Lee Soo Ja menengok keatas. Menatap tajam kearah Jin Hyuk dan Sin Gi Joon. Lalu mengacungkan tinjunya pada mereka berdua. Sin Gi Joon sebal. Ia berkata haruskah mereka mengunci wanita itu lagi. Ha Na menggandeng ibunya pergi. Tiba-tiba mereka berhenti dan kembali menoleh ke atas lalu sama-sama mengacungkan tinjunya. Sin Gi Joon semakin kesal.

Di rumah Ha Na dan ibunya makan tahu bersama. Tradisi di Korea jika keluar dari penjara harus makan tahu. Bagi Ha Na ruang interogasi NIS sama kayak penjara (tapi kayaknya tahunya masih mentah deh).
Ibunya bertanya apa Ha Na tidak perlu ke kantor. Ha Na bilang sudah menelepon bosnya dan ia disuruh menunggu pemberitahuan dari bagian personalia. Mendengar itu ibunya merasa bersalah. Ha Na mengatakan ini hanya kesalahpahaman dan akan segera diselesaikan. Ha Na menambahkan ia jadi bisa melakukan hal lain selama masa cuti. Lee Soo Ja teringat Man Soo dan bertanya pada Ha Na apa ia tak memberitahu Man Soo hal ini. Ha Na raru-ragu memberitahu ibunya bahwa ia telah putus dengan Man Soo. Jelas saja ibunya kaget. Ia mengira karena penyelidikan itu. Ha Na bilang bukan.
Ha Na meminta ibunya jangan bertanya masalah Man Soo lagi karena hal itu melukainya. Lee Soo Ja kesal bagaimana mungkin ia tak membahas hal itu. Ha Na berkomentar apa ibunya mau mendatangi Man Soo di Bank dan mencekik lehernya. Ibunya menyahut tak mungkin melakukan tindakan kelas bawah seperti itu. Ia berjanji akan menemukan seseorang yang cocok untuk putrinya. Ha Na malah bilang jika ibunya punya uang sebanyak itu lebih baik diberikan padanya saja daripada dihabiskan untuk mencari jodoh. Ibunya kesal karena Ha Na selalu berpikiran tentang uang terus. Ha Na minta ibunya mengambilkan tahu lagi. Ibunya berkata bahwa mereka sudah tak punya sisa makanan lagi.
Bibi penyewa rumah datang. Ia bertanya mereka pergi mana saja karena dari kemarin tak melihat mereka berdua dan wajah mereka terlihat santai.

Lee Soo Ja yang tak akur dengan bibi itu menjawab ketus jika penasaran tentang hal itu coba saja sendiri. Ha Na menengahi perang dingin diantara wanita itu. Ia basa-basi menyapa bibi itu yang membawa tas belanjaan. Bibi penyewa bilang ia akan pindah. Lee Soo Ja yang sedang minum sampai menumpahkan birnya. Ha Na kaget karena bibi itu pindah dengan tiba-tiba. Bibi penyewa menagih janji Ha Na yang tak kunjung memasang wallpapper yang dimintanya. Ha Na cepat-cepat bilang akan melakukannya dalam minggu ini. Bibi itu percaya dan memberi satu kesempatan lagi.

Joo Soo Young sedang latihan golf sambil mengagumi otot lengannya di depan cermin. Geun Bae yang sedang mengelap guci melihatnya dengan ngeri. Gap Seong mendatanginya. Ia menyerahkan sebuah paket dengan pengiriman kilat khusus. Joo Soo Young membuka paket itu yang berisi 3 buah paspor.

Ha Na bemimpi buruk. Ia mimpi dipecat dan di datangi oleh gangster dan bibi penjual baju yang pernah diperasnya yang hendak balas dendam. Ha Na terbangun dengan wajah tegang. Ha Na ada di rumah gangster temannya. Pria itu sedang menghitung uang. Ha Na mendekat dan pria itu reflek mengamankan uangnya.
Ha Na kembali bertanya mengenai keberadaan Geun Bae. Gangster yang biasa dipanggil Ketua oleh Ha Na itu tetap tak mau memberitahu. Ha Na bilang ia punya beberapa transaksi keuangan dengan Geun Bae. Ia memancing Ketua Gangster itu untuk mengatakan bisnis yang sedang dijalankan Geun Bae. Ketua Gangster itu hanya bilang bisnis yang berbahaya. Akhirnya pria itu mau juga memberitahu alamat Geun Bae setelah Ha  Na mengimingi dengan imbalan. Tapi ia meminta Ha Na tak mengatakan bahwa ia yang telah memberi informasi.

Ha Na mencari alamat rumah Geun Bae bermodalkan secarik kertas yang di berikan Ketua Gangster.
Sementara itu di dalam rumah Geun Bae tengah asyik menonton film. Tara...tiba-tiba aja ada penampakan Jo In Sung dan Nam Goong Min. Hehe...Geun Bae lagi nonton film gangster A Dirty Carnival. Buat info di film itu Jo In Sung main bareng Nam Goong Min dan Lee Bo Young (ternyata 2 artis ini pernah main bareng sebelum The Birth of The Rich).
Geun Bae nonton sambil berceloteh mengomentari film itu. Ia berpikir untuk beralih profesi menjadi seorang aktor dan meminta pendapat pada pria gemuk disampingnya. Pria itu mengejek kaki Geun Bae yang pendek. Geun Bae tersinggung dan menendangnya. Lalu ia menyuruh pria gemuk itu untuk mencuci semua bajunya.
Setelah itu ia pergi keluar. Geun Bae membuka pintu sambil berkomentar mengenai cuaca yang bagus tanpa ia tahu Ha Na ada dibelakangnya. Begitu melihat Geun Bae, Ha Na langsung memelintir lengannya dan menyudutkannya ke tembok.
"Hyung, jadi kau tinggal disini?" seru Ha Na. Geun Bae mencoba berontak. "Jangan bergerak. Aku akan menembak sungguhan. Kau melihatnya waktu itu, kan?" ancam Ha Na. Padalah Ha Na tak membawa pistol. Ia menggunakan botol minuman untuk menakut-nakuti Geun Bae. Geun Bae bilang akan mengembalikan uang milik Ha Na. Ia tak pernah berpikir Ha Na akan menemukannya.
"Polisi tak menghasilkan uang untuk memburu orang-orang sepertimu. Sementara kau menghasilkan banyak uang dengan menjual obat-obatan terlarang. Ayo yang pertama kita urus masalah uang. Dimana dompetmu?" tanya Ha Na.
"Di dalam kantongku," jawab Geun Bae. "Disebelah kiri."
Ha Na mulai merogoh kantong celana Geun Bae.
"Bukan, lebih keatas," teriak Geun Bae.
"Disini. Disini?" tanya Ha Na bingung dan agak risih. Geun Bae malah horny (maaf) dan tertawa geli.
"Pria kotor!" celetuk Ha Na sambil memukul kepala Geun Bae. Lalu ia kembali meneruskan pancariannya. Tiba-tiba saja Jin Hyuk muncul di saat yang tidak tepat. Ia melihat mereka dengan pandangan ilfil (bwahaha...lucu banget liat muka Jin Hyuk disini).
Posisi mereka berdua memang gampang banget bikin orang salah sangka. Dan ekspresi muka Jin Hyuk sudah menggambarkan kalau ia berpikiran yang macam-macam tentang mereka. Tentu aja Ha Na kaget setengah mati melihat Jin Hyuk ada disana.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment